KOLOM PRESISI

  • Brimob Polda Sulteng Bangun Jembatan Sementara Penghubung Wani 3–Labuan Kungguma

    DONGGALA – Akses transportasi warga yang menghubungkan Desa Wani 3, Kecamatan Tanantovea, dengan Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, sempat terputus akibat banjir yang merusak infrastruktur jalan dan jembatan penghubung antarwilayah.

    Merespons kondisi tersebut, personel Brimob Polda Sulawesi Tengah bergerak cepat turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Dengan dukungan unsur TNI serta partisipasi aktif masyarakat setempat, Brimob membangun jembatan sementara sebagai solusi cepat pemulihan akses warga.

    Pembangunan jembatan darurat dilakukan secara manual dengan memanfaatkan material lokal berupa batang pohon kelapa yang disumbangkan warga. Keterbatasan peralatan tidak menjadi penghalang, personel Brimob tetap bekerja menggunakan alat seadanya demi mempercepat tersambungnya kembali jalur penghubung antar desa.

    Proses pembangunan jembatan sederhana tersebut berlangsung selama dua hari dan kini dapat dilalui pejalan kaki. Kehadiran jembatan darurat ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya terisolasi akibat terputusnya akses utama.

    Selain membangun jembatan, personel Brimob Polda Sulteng juga aktif membantu warga melakukan pembersihan rumah-rumah yang terdampak banjir, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

    Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

    “Dalam kondisi darurat, yang paling utama adalah bagaimana akses warga bisa kembali terhubung. Personel kami bergerak cepat dengan segala keterbatasan, bekerja bersama TNI dan masyarakat untuk membantu meringankan beban warga,” ujarnya.

    Ia menegaskan, Brimob Polda Sulteng akan terus hadir dan berperan aktif dalam setiap penanganan bencana, baik pada tahap tanggap darurat maupun pemulihan, sebagai wujud pengabdian dan tanggung jawab kemanusiaan kepada masyarakat.

  • Kapolda Jatim Pimpin Upacara Pelepasan Jenazah Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan di Bekasi

    BEKASI – Suasana haru menyelimuti kediaman rumah duka almarhum Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan, S.I.K., M.H., di Kompleks Molek Raya Housing, Pondok Gede, Kota Bekasi. Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia melaksanakan upacara pelepasan jenazah secara kedinasan sebagai penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama bertugas, Jumat sore (16/01/2026).

    Upacara pelepasan yang berlangsung khidmat pada pukul 15.50 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., selaku Inspektur Upacara, dengan Komandan Upacara Kapolsek Pondok Gede, Kompol Bambang Sugiharto, S.H.

    Prosesi pemakaman perwira tinggi yang menjabat sebagai Irwasda Polda Jawa Timur ini dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri. Turut hadir memberikan penghormatan terakhir, Kapolda Metro Jaya, PJU Polda Jatim, para Kapolres jajaran Polda Jatim, rekan seangkatan almarhum, serta Kapolres Metro Bekasi Kota beserta jajaran.

    Kehadiran para pimpinan tertinggi Polri ini menjadi bukti nyata apresiasi organisasi terhadap integritas dan loyalitas almarhum semasa hidupnya dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

    Almarhum Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan, S.I.K., M.H. (Lulusan Akpol 1997), menghembuskan napas terakhir pada Kamis dini hari, 16 Januari 2026, pukul 03.53 WIB di RS Bhayangkara Polda Jatim karena sakit. Kenaikan pangkat anumerta diberikan sebagai penghargaan atas jasa-jasa almarhum yang tak terhingga bagi institusi Bhayangkara.

    Tepat pukul 16.30 WIB, setelah upacara pelepasan selesai, jenazah diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Di sana, almarhum akan dimakamkan melalui upacara pemakaman kedinasan Polri.

    Seluruh rangkaian prosesi pelepasan di rumah duka berjalan dengan aman, tertib, dan penuh rasa takzim. Keluarga besar Polri mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

  • Tim Trauma Healing Polri Bersama Relawan UI Hadir Bersama Warga Pascabanjir di Cilincing

    Jakarta Utara — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (13/1/2026) berdampak pada ribuan warga dan memaksa mereka mengungsi ke berbagai titik aman. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 1.903 jiwa terdampak di tujuh kelurahan. Seiring surutnya air, para pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing pada Selasa (14/1/2026) untuk membersihkan hunian dan menata kembali kehidupan sehari-hari.

    Di tengah proses pemulihan tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Biro SDM Polda Metro Jaya menghadirkan tim trauma healing bersama relawan mahasiswa Universitas Indonesia untuk mendampingi warga, Rabu (14/1/2026). Kehadiran ini difokuskan pada pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, yang masih merasakan dampak pascabanjir.

    Tim Psikologi SDM Polda Metro Jaya menyusuri lingkungan permukiman warga. Mereka menyapa para orang tua, mendengarkan cerita dan keluhan yang masih tersisa, serta mengajak anak-anak bermain agar suasana kembali terasa lebih ringan. Pendekatan yang sederhana dan dekat ini dilakukan agar warga merasa ditemani dalam melewati masa pemulihan.

    Dalam kegiatan tersebut, Polri turut mengajak relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia yang tengah magang, yakni Belva Catalina Detalicia, Erinna Terta Magee, dan Sang Ayu Made Chanda Dewi Andika Putri, untuk membantu proses pendampingan langsung di lapangan.

    Pendampingan dilakukan melalui hal-hal yang dekat dengan keseharian warga. Selain berbincang dan bermain bersama anak-anak, tim juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti handuk, selimut, makanan ringan, perlengkapan kebersihan, alat tulis sekolah, serta mainan anak-anak. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya meringankan beban warga yang baru kembali dari pengungsian.

    Kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat bagi para ibu. Dalam suasana santai, psikolog Polri memperkenalkan sekaligus mempraktikkan teknik pernapasan 4-7-8, sebuah metode sederhana yang bertujuan membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Teknik ini diberikan agar para ibu memiliki cara mudah untuk meredakan ketegangan, stres, dan kelelahan yang kerap muncul akibat kondisi pascabanjir.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa kehadiran tim trauma healing merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat terdampak mendapat pendampingan yang dibutuhkan.

    “Setelah banjir, yang tersisa bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga kelelahan dan rasa cemas. Karena itu, Polri hadir bersama warga, mendengarkan, dan mendampingi agar mereka merasa tidak sendiri serta dapat perlahan memulihkan diri,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

    Salah satu relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia, Belva Catalina Detalicia, mengungkapkan pengalamannya saat terjun langsung ke lapangan.

    “Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami mendampingi warga terdampak banjir secara langsung. Ada rasa hangat ketika melihat anak-anak tersenyum, tetapi juga kesedihan saat melihat kondisi yang mereka hadapi. Interaksi langsung membuat empati kami semakin terasa,” tutur Belva.

    Ia menambahkan bahwa pendekatan sederhana justru membuat warga lebih terbuka.

    “Kami berbagi mainan, susu, camilan, kaos kaki, handuk, sikat gigi, dan roti. Kami juga mendampingi ibu-ibu dengan penyuluhan singkat, termasuk latihan pernapasan 4-7-8, agar mereka memiliki cara sederhana untuk menenangkan diri saat merasa lelah atau tertekan,” tambahnya.

    Menutup keterangannya, Kabidhumas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga pada fase pemulihan, agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dengan kondisi psikologis yang lebih baik.

  • Polisi Bagikan Air Mineral dan Snack pada Pelayanan Unjuk Rasa Ojol

    Jakarta — Polda Metro Jaya memberikan pelayanan humanis kepada massa aksi unjuk rasa dari komunitas ojek online yang menggelar aksi di sekitar kawasan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, sejak awal kedatangan massa, personel kepolisian telah melakukan pengamanan sekaligus pelayanan kepada para peserta aksi. Salah satu bentuk pelayanan yang diberikan adalah dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Selamat Datang Pejuang Aspirasi” sebagai bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

    “Selain pengamanan, kami juga memberikan pelayanan berupa pembagian logistik sederhana seperti roti dan air mineral kepada peserta aksi. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto.

    Ia menambahkan, jumlah massa ojek online yang mengikuti aksi tersebut sekitar 500 orang dan berada di seberang Kedutaan AS. Hingga kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

    Polda Metro Jaya memastikan akan terus mengawal setiap kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dengan mengedepankan prinsip pelayanan, perlindungan, dan pengayoman, sehingga aspirasi dapat tersampaikan dengan baik tanpa mengganggu ketertiban umum.

  • Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi, Komitmen Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo

    Jateng – Kapolri Jenderal Listyo Sigit meresmikan secara langsung 19 jembatan merah putih presisi di Desa Cucukan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah (Jateng). Hal ini merupakan komitmen Polri dalam rangka menindaklanjuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

    “Alhamdulillah hari ini saya ucapkan apresiasi kepada Bapak Kapolda Jateng dan jajarannya, yang bergerak cepat tindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden terkait dengan keprihatinan beliau melihat anak-anak yang sekolah terpaksa harus menyeberang atau memutar jauh,” kata Sigit kepada awak media, Rabu (14/1/2026).

    Secara keseluruhan terdapat 63 jembatan yang dibangun oleh Polda Jateng yaitu 19 jembatan yang diresmikan hari ini, 15 jembatan dalam tahap proses pembangunan, empat jembatan dalam tahap persiapan dan 25 jembatan lainnya dalam tahap survei serta perencanaan.

    “Alhamdulillah dari rencana 63 jembatan hari ini telah diresmikan 19 jembatan secara serentak dan sisanya saat ini sedang dalam proses baik percencanaan, maupun pembangunan,” ujar Sigit.

    Lebih dalam, Sigit menekankan, dalam proses pembangunannya, polisi bersinergi dengan warga setempat. Sehingga, terjalin hubungan yang baik antara personel Korps Bhayangkara dengan masyarakat.

    “Di dalam pengerjaan melibatkan langsung masyarakat di sekitar. Sehingga, kemudian terjalin interaksi baik yang kita harapkan hubungan Polri dengan masyarakat semakin baik, sesuai tagline kita Polri untuk masyarakat,” ucap Sigit.

    Sampai dengan saat ini, Polri telah melakukan perbaikan dan pembangunan 178 unit jembatan dinseluruh Indonesia, dengan rincian 58 unit selesai dibangun, 32 unit dalam proses pembangunan, 6 unit jembatan Bailey dalam tahap pengiriman dan 82 unit dalam tahap perencanaan.

    “Di samping itu 178 jembatan saat ini sudah terbangun namun yang paling besar di wilayah Polda Jateng,” ucap Sigit.

    Dengan dibangunnya jembatan ini, Sigit berharap bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh anak sekolah, petani dan seluruh masyarakat. Kemudian, jalur penghubung ini juga bisa meningkatkan perekonomian wilayah setempat.

    “Mudah-mudaha selain bisa membantu berangkat sekolah lebih cepat, kemudian petani ke sawah lebih cepat dan juga kegiatan masyarakat lain terbantu, harapan kita juga bisa membantu menambah atau menaikan pertumbuhan perekonomian desa,” tutur Sigit.

    Untuk diketahui, dalam hal ini, sebanyak 34 unit jembatan di antaranya dibangun di wilayah terdampak bencana dengan rincian 17 unit telah selesai, tiga unit masih dalam proses pembangunan, enam unit jembatan Bailey dalam tahap pengiriman, dan delapan unit dalam tahap perencanaan.

    Pembangunan jembatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam melaksanakan perintah Presiden RI untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga dapat mempermudah mobilitas masyarakat terutama anak-anak untuk dapat bersekolah dengan aman, mendukung aktivitas ekonomi, pemulihan infrastruktur, dan memperkuat akses antar-wilayah, khususnya di daerah yang membutuhkan infrastruktur penunjang.

  • Perayaan Natal Polda Metro Jaya 2025 Digelar, Momentum Perkuat Pelayanan dan Kepedulian

    Jakarta — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menghadiri Perayaan Natal Tahun 2025 jajaran Polda Metro Jaya yang digelar di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya (BPMJ), Rabu (14/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

    Dalam sambutannya, Kapolda Metro Jaya mengajak seluruh jajaran Polri untuk menjadikan perayaan Natal sebagai momentum memperkuat ketulusan dalam pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

    “Pelayanan yang kuat lahir dari hati yang benar. Dari ketulusan akan tumbuh kepedulian, dan dari kepedulian itulah lahir pengabdian yang sungguh-sungguh,” ujar Irjen Pol Asep Edi Suheri.

    Lanjut, Kapolda menegaskan di tengah padatnya tugas kepolisian, nilai-nilai Natal menjadi pengingat penting agar seluruh personel tetap menghadirkan rasa aman, menolong masyarakat yang membutuhkan, serta memberikan keteduhan di tengah dinamika kehidupan sosial.

    “Ia juga mengingatkan pesan Presiden Republik Indonesia agar nilai persaudaraan, persatuan, dan gotong royong terus dijaga sebagai fondasi dalam membangun bangsa. Sejalan dengan itu, tugas kepolisian bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian dan ibadah yang harus dijalankan dengan hati yang tulus” ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol Asep Edi Suheri turut mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah, termasuk banjir yang melanda beberapa kawasan di Jakarta.

    “Saat masyarakat menghadapi musibah, Polri harus hadir dengan empati, kepekaan, dan tindakan nyata. Natal mengajarkan harapan dan kebersamaan di tengah ujian,” katanya.

    Selain itu, Irjen Pol Asep Edi Suheri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polda Metro Jaya atas dedikasi dan kerja keras sepanjang tahun 2025, serta kepada para tokoh agama, mahasiswa, LSM, dan elemen masyarakat yang terus menjaga toleransi dan stabilitas keamanan.

    Diakhir, Kapolda mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2026, seraya berharap semangat Natal dapat menjadi energi positif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

  • Polri Bangun Puluhan Sumur Bor, Warga Padang Pariaman Mulai Nikmati Air Bersih Pascabencana

    PADANG PARIAMAN — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih warga.

    Program ini bertujuan untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat akibat rusaknya sarana air bersih pascabencana hidrometeorologi.

    Dalam pelaksanaannya, Polri menargetkan pembangunan sebanyak 38 titik sumur bor yang dilengkapi dengan pemasangan toren air, serta pendistribusian enam unit toren tambahan. Hingga saat ini, sebagian titik telah rampung dan sudah dapat dimanfaatkan oleh warga, sementara sejumlah titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

    Adapun lokasi pembuatan sumur bor yang dikerjakan pada hari ini meliputi enam titik, yakni Sungai Buluh Timur, Sungai Buluh Selatan, Sungai Buluh Utara, Nagari Kasang, Nagari Kapalo Koto, dan Nagari Kurai Taji.

    Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago mengatakan, pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk kehadiran negara melalui Polri dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat pascabencana.

    “Polri berupaya memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses air bersih. Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan sehari-hari,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

    Ia menambahkan, Polri akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar seluruh target pembangunan sumur bor dapat diselesaikan tepat waktu dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi di seluruh lokasi terpantau aman dan kondusif, dengan dukungan serta partisipasi aktif dari masyarakat setempat.

  • Doa Bersama dan Pematangan Lahan, Kapolda Aceh Komitmen Dorong Percepatan Huntap Korban Bencana

    Kuala Simpang — Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah kembali berkunjung ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk menghadiri kegiatan doa bersama sekaligus pematangan lahan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana banjir. Kegiatan tersebut berlangsung di lahan perkebunan PTPN I Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa, (13/1/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menegaskan komitmen Polri untuk hadir secara nyata dalam proses pemulihan pascabencana, khususnya melalui pembangunan Huntap bagi masyarakat terdampak. Ia menekankan bahwa langkah percepatan perlu dilakukan meskipun sejumlah dokumen administratif masih dalam proses, dengan tetap mengedepankan persiapan lahan dan logistik secara terencana guna meminimalkan hambatan birokrasi.

    “Polri hadir tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera bangkit dan memiliki tempat tinggal yang layak. Pembangunan hunian tetap ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, tepat waktu, dan tepat sasaran,” tegasnya.

    Jenderal bintang dua itu juga mengusulkan agar pembangunan Hunian tetap melibatkan tenaga kerja serta sumber daya lokal. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat serta menekan potensi inflasi, khususnya di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.

    Selain itu, kata Kapolda Aceh, sejumlah tantangan teknis turut dibahas, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti pasokan listrik dan air. Ia menyampaikan bahwa Kapolres Aceh Tamiang akan ditugaskan untuk mengoordinasikan pengelolaan kebutuhan tersebut. Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak serta doa bersama agar pembangunan Huntap dapat berjalan sesuai harapan.

    Di sisi lain, Kapolda Aceh menekankan kepada seluruh jajaran agar menjalankan tugas secara profesional, penuh tanggung jawab, serta terus memperkuat sinergi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

    “Saya menekankan kepada seluruh jajaran agar bekerja secara profesional, penuh tanggung jawab, serta terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga proses pembangunan Huntap ini benar-benar memberi manfaat bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang,” ujarnya.

    Selain mengikuti doa bersama, Kapolda Aceh juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan empati Polri terhadap masyarakat terdampak bencana.

    “kepedulian Polri, sekaligus menumbuhkan harapan agar seluruh tahapan pembangunan Hunian Tetap bagi korban bencana di Aceh Tamiang dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

  • Kapolda Metro Jaya Bersama Pangdam Jaya Pastikan Penanganan Pengungsi Banjir Terlayani dengan Baik

    Jakarta — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi turun langsung meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Rusun Embrio RW 04, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026) malam. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh pengungsi mendapatkan pelayanan dan bantuan secara optimal.

    Kedatangan Kapolda dan Pangdam disambut oleh jajaran Muspiko Jakarta Utara serta pengurus wilayah setempat. Di lokasi, kedua pimpinan TNI–Polri tersebut berinteraksi langsung dengan warga pengungsi sekaligus mengecek kondisi tempat tinggal sementara yang dihuni ratusan warga terdampak banjir.

    “Polri bersama TNI hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir benar-benar terlayani dengan baik, mulai dari kebutuhan logistik, keamanan, hingga kondisi kesehatan para pengungsi,” kata Irjen Pol Asep Edi Suheri di sela-sela kunjungan.

    Saat ini, sebanyak 643 warga tercatat mengungsi di Rusun Embrio akibat banjir yang merendam permukiman di wilayah Semper Barat. Untuk membantu meringankan beban para pengungsi, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya menyerahkan 250 paket bantuan sembako yang berisi beras, minyak goreng, gula pasir, mi instan, kopi, roti, dan teh celup.

    Selain menyerahkan bantuan, Kapolda dan Pangdam juga menyempatkan diri menyapa para pengungsi, termasuk anak-anak. Keduanya terlihat membagikan cokelat kepada anak-anak untuk memberikan semangat dan menghibur mereka di tengah situasi pengungsian.

    Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi mengatakan pihaknya bersama Polri dan pemerintah daerah terus bersinergi dalam penanganan dampak banjir di Jakarta.

    “TNI siap mendukung penuh upaya kemanusiaan, termasuk membantu pengungsi dan memastikan seluruh kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa darurat,” ujarnya.

    Kunjungan tersebut dihadiri pula Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, Para PJU Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz, unsur Pemkot Jakarta Utara, serta jajaran TNI dan Polri wilayah Cilincing. Seluruh elemen pemerintahan berkolaborasi dengan selaras memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga masyarakat.

  • Wakapolda Metro Jaya Pimpin Apel Ditsamapta Berikan Apresiasi dalam Menjaga Kondusifitas Jakarta

    Jakarta — Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono memimpin Apel Pengecekan Personel Direktorat Samapta Polda Metro Jaya yang digelar di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Sabtu (10/1/2026). Apel tersebut dilaksanakan sebagai langkah memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta kondisi anggota dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Ibu Kota.

    Kegiatan apel diikuti oleh jajaran pejabat utama Direktorat Samapta, para Kasat Samapta Polres, serta seluruh perwira dan bintara. Apel pengecekan ini digelar atas perintah Kapolda Metro Jaya sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap kesiapan operasional Samapta yang memiliki peran strategis dalam menjaga kondusifitas keamanan Jakarta.

    Dalam arahannya, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel Samapta atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.

    “Bahwa terjaganya situasi Jakarta yang aman dan kondusif hingga saat ini tidak terlepas dari kerja keras Samapta yang secara konsisten berada di garis depan pengamanan” Ungkapnya.

    Lanjut, Wakapolda menegaskan bahwa apel tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi sarana untuk memastikan kesiapan personel dan perlengkapan di lapangan. Mengingat tingginya dinamika tugas di Jakarta, seluruh jajaran diminta selalu menjaga kesiapan fisik, mental, dan profesionalisme.

    “Apel ini bukan formalitas, tetapi untuk mengecek langsung kesiapan personel dan sarana prasarana. Dinamika tugas di Jakarta tinggi, sehingga kesiapan fisik, mental, dan profesionalisme harus selalu optimal,” ujarnya.

    Selain itu, Brigjen Pol. Dekananto mengingatkan seluruh jajaran Samapta untuk terus menjaga kesehatan, meningkatkan kemampuan melalui latihan berkelanjutan sesuai SOP, serta mengutamakan keselamatan personel dan pendekatan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya soliditas, disiplin, dan kesiapsiagaan guna menghadapi tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks.

    “Saya minta soliditas, disiplin, dan kesiapan personel terus dijaga dan ditingkatkan. Dengan kesiapan yang optimal, Samapta harus mampu menjawab setiap tantangan tugas demi menjaga keamanan dan ketertiban Jakarta,” Pungkasnya.