Category: Uncategorized

  • Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo Raih Penghargaan Kepemimpinan Publik dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

    Jakarta — 9 November 2025
    Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meraih Penghargaan Kepemimpinan Publik dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH Unbraw).
    Penghargaan tersebut diberikan dalam acara bertajuk “Sapa Alumni: Silaturahmi dan Pemberian Penghargaan Prominen Alumni dan Pegawai” yang digelar di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025).

    Komjen Dedi dinilai sebagai alumnus FH Unbraw yang berprestasi dan berpengaruh luas dalam bidang kepemimpinan publik, khususnya dalam membangun tata kelola kepolisian yang profesional, transparan, dan humanis sejalan dengan arah Transformasi Polri.
    Sebagai lulusan Program Doktor Ilmu Hukum FH Unbraw, Komjen Dedi dikenal konsisten mengembangkan kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi, serta mendorong perubahan positif dalam pelayanan publik di lingkungan kepolisian.

    Selain Komjen Dedi, FH Unbraw juga memberikan penghargaan kategori Penguatan Masyarakat Sipil kepada almarhum Munir Said Thalib, aktivis hak asasi manusia (HAM) alumni FH Unbraw angkatan 1985. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan keberanian Munir memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan demokrasi di Indonesia.

    Dekan FH Unbraw Aan Eko Widiarto menyampaikan bahwa penghargaan kepada dua tokoh tersebut mencerminkan kiprah para alumni FH Unbraw yang berjuang di jalur berbeda namun memiliki semangat yang sama: memperkuat nilai hukum, keadilan, dan kemanusiaan di Tanah Air.
    “Komjen Dedi Prasetyo menunjukkan kepemimpinan publik yang berintegritas dan efektif di institusi strategis negara, sementara almarhum Munir menginspirasi dengan keberanian moral dan komitmen kemanusiaannya,” ujar Aan.

    Acara ini dihadiri sekitar 300 alumni, jajaran pimpinan FH Unbraw, pengurus Ikatan Alumni FH Unbraw (IKA FHUB), serta perwakilan universitas. Kegiatan tersebut juga memberikan penghargaan di berbagai kategori lainnya seperti Profesional dan Pengembangan Ilmu Hukum.

    Ketua IKA FHUB Didik Farkhan Alisyahdi menegaskan kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi antaralumni dan memperkuat kontribusi mereka bagi bangsa. Ia menekankan bahwa reputasi perguruan tinggi diukur dari kiprah para alumninya dalam membawa manfaat bagi masyarakat.

    Sejak berdiri pada tahun 1957, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya telah melahirkan banyak tokoh nasional yang berkiprah di berbagai bidang. Saat ini, FH Unbraw memiliki sebelas program studi, lima di antaranya berakreditasi “Unggul” dan empat lainnya terakreditasi internasional oleh AQAS.

    Pemberian penghargaan kepada Komjen Dedi Prasetyo menjadi pengakuan atas peran Polri dalam reformasi dan modernisasi pelayanan publik yang berorientasi pada profesionalisme dan kepercayaan masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan strategis Transformasi Polri untuk memperkuat tata kelola kepolisian yang adaptif, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

  • Wujud Duka atas Gugurnya Penjaga Jakarta, Kapolsek Cakung Hadiri Pemakaman dan Berikan Santunan kepada Keluarga Duka

    Sebagai bentuk penghormatan dan wujud duka mendalam atas gugurnya salah satu Penjaga Jakarta, Kapolsek Cakung Kompol Widodo Saputro, S.H., M.H. bersama Wakapolsek AKP Sutrisno menghadiri kegiatan sholat jenazah dan prosesi pemakaman almarhum Atim Suhara pada Sabtu (7 November 2025) malam.

    Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan sholat jenazah di Masjid Madlaul Huda RT 02/03 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, yang kemudian dilanjutkan ke prosesi pemakaman di TPU Buni, Jalan Tipar Cakung RW 03 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Cakung turut menyampaikan ucapan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum serta menyerahkan santunan duka sebagai bentuk kepedulian dan empati jajaran Polsek Cakung terhadap keluarga yang ditinggalkan.

    “Kami atas nama keluarga besar Polsek Cakung turut berduka cita sedalam-dalamnya. Almarhum dikenal sebagai sosok yang peduli dan turut menjaga keamanan lingkungannya — beliau adalah bagian dari Penjaga Jakarta yang telah berbuat untuk masyarakat. Semoga amal ibadahnya diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Kompol Widodo Saputro.

    Kehadiran Kapolsek Cakung dan jajarannya menjadi wujud nyata implementasi program kerja Asta Cita serta program kerja Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol. Dr. Alfian Nurrizal, S.H., S.I.K., M.Hum., yang menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, baik dalam suka maupun duka.

    Kegiatan berjalan khidmat dan penuh kekeluargaan. Santunan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral bagi keluarga yang berduka, sekaligus mempertegas bahwa Polri bukan hanya pelindung dan pengayom, tetapi juga bagian dari masyarakat itu sendiri.

    Polsek Cakung menunjukkan bahwa di balik seragam dan tanggung jawab keamanan, ada empati dan jiwa kemanusiaan yang senantiasa hidup dalam diri setiap Penjaga Jakarta.

  • Kapolri Listyo Sigit Kunjungi Korban Ledakan SMAN 72 di RSI Cempaka Putih

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengunjungi para korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta yang kini dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih Jakarta, Sabtu (8/11/2025). Listyo datang didampingi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro.

    Ketiganya juga sempat menerima paparan singkat di posko layanan trauma dan healing dari Psikologi Kepolisian. Tak lama, Listyo dan jajarannya memasuki ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menemui langsung para korban ledakan SMAN 72 Jakarta Utara.

    Data sementara dari posko pelayanan di RSI Cempaka Putih Jakarta, pihak rumah sakit menerima total 39 korban pascaledakan hingga pukul 01.30 WIB dini hari.

    Sebanyak 14 korban masih menjalani rawat inap di IGD, sementara 25 pasien lainnya sudah dipulangkan.

    Diketahui, korban ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara masih menjalani perawatan medis di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Sabtu (8/11/2025).

    Sementara, 25 pasien diperbolehkan pulang. Pantauan SindoNews, sejumlah psikolog kepolisian dan petugas berjaga di posko pelayanan trauma healing yang didirikan di rumah sakit tersebut. Data sementara dari posko pelayanan ini, pihak rumah sakit menerima total 39 korban pascaledakan hingga pukul 01.30 WIB.

    Sebanyak 14 korban masih menjalani rawat inap di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sementara, 25 pasien lainnya sudah dipulangkan.

    Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya mendirikan posko pelayanan trauma dan healing di dua rumah sakit pascaledakan di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025).

  • Pesan Kabaharkam Polri: Hadirlah Jadi Pelindung dan Penolong Masyarakat

    Yogyakarta – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Karyoto mengingatkan seluruh jajarannya untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung dan penolong. Hal itu disampaikan Karyoto saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Baharkam Polri Tahun 2025 di Yogyakarta, Kamis (6/11/2025).

    Dalam arahannya, Komjen Karyoto menegaskan pentingnya meningkatkan profesionalisme, empati, serta kemampuan adaptif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga meminta seluruh personel Baharkam menjaga integritas dan menjadikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh publik.

    “Polisi harus hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan bantuan hukum, tapi juga saat mereka membutuhkan perlindungan dan pertolongan. Jadilah pelindung dan penolong masyarakat,” ujar Komjen Karyoto.

    Rakernis Baharkam Polri tahun ini mengusung tema “Baharkam Polri sebagai Polisi Penolong yang Responsif, Adaptif, dan Berintegritas dalam Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat Guna Mendukung Program Asta Cita.”

    Karyoto juga menekankan pentingnya sinergi antar-fungsi di tubuh Polri serta pelibatan masyarakat melalui satuan pengamanan swakarsa (Pam Swakarsa) untuk menjaga keamanan lingkungan. Ia menilai, pendekatan kolaboratif ini akan memperkuat peran Polri sebagai pengayom dan pelindung yang humanis.

    Selain memberikan arahan, Komjen Karyoto turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah personel Baharkam Polri yang berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka di lapangan.

    Melalui kegiatan ini, Baharkam Polri diharapkan semakin solid dan siap mendukung transformasi Polri menuju institusi yang responsif, modern, dan dipercaya masyarakat.

  • Perkuat Mobilitas Polisi Penolong, Polri Serahkan Kendaraan Operasional untuk Bhabinkamtibmas

    Yogyakarta – Polri terus memperkuat mobilitas personel di lapangan melalui penyerahan kendaraan operasional baru bagi Bhabinkamtibmas di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Polisi Penolong agar aparat dapat lebih cepat hadir membantu masyarakat.

    Kabaharkam Polri Komjen Karyoto menyerahkan secara simbolis kendaraan dinas berupa motor dan mobil kepada Bhabinkamtibmas serta Babinsa di Pakem, Sleman, Yogyakarta, Jumat (7/11/2025). Penyerahan itu juga dihadiri Kapolda DIY Irjen Anggoro Sukartono dan Danrem 072/Pamungkas Brigjen Bambang Sujarwo.

    “Bhabinkamtibmas dan Babinsa adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kendaraan ini kami berikan agar mereka bisa lebih cepat menjangkau warga, merespons permasalahan, dan hadir sebagai penolong di tengah masyarakat,” ujar Komjen Karyoto.

    Menurutnya, kendaraan operasional ini bukan sekadar fasilitas kerja, tetapi simbol kehadiran negara dalam memberikan pelayanan publik yang lebih humanis.

    Kapolda DIY Irjen Anggoro menambahkan, dukungan kendaraan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan kecepatan Bhabinkamtibmas dalam memberikan pelayanan di wilayah binaannya.

    “Dengan mobilitas yang lebih baik, respons aparat terhadap laporan warga akan semakin cepat. Ini juga menjadi wujud nyata sinergi TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Anggoro.

    Polri berharap, melalui penguatan sarana mobilitas ini, kehadiran Bhabinkamtibmas sebagai Polisi Penolong dapat semakin dirasakan masyarakat di seluruh pelosok tanah air.

  • Satgas Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Serahkan Tersangka Kasus Penyerangan Nakes dan Guru ke Kejaksaan Jayawijaya

    Jayapura,- Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo resmi menyerahkan tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus pembunuhan berencana, penganiayaan, dan pembakaran atas nama Aris Pahabol kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Kamis (6/11/2025).

    Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan Setelah Kejaksaan menyatakan berkas perkara dari penyidik telah P21 (lengkap) sesuai surat dari Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nomor B-86/R.1.16/Eoh.1/10/2025 tertanggal 28 Oktober 2025.

    “Dengan selesainya tahap II ini, proses hukum atas nama tersangka Aris Pahabol resmi menjadi kewenangan Kejaksaan Negeri Jayawijaya,” ujar Brigjen Faizal.

    Tersangka Aris Pahabol dijerat dengan Pasal Tindak Pidana Pembunuhan Berencana, Penganiayaan, dan Pembakaran, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP, Subsidair Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, serta Pasal 351 Ayat (1), (2), dan (3) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dan Pasal 187 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

    Kasus ini berawal dari laporan polisi LP/B/08/III/2025/SPKT/POLRES YAHUKIMO/POLDA PAPUA tertanggal 22 Maret 2025, terkait penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, yang terjadi pada Jumat, 21 Maret 2025.

    Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini adalah Margrith Elain Duwiri, S.H.. Dalam penyerahan tahap II tersebut, penyidik turut menyerahkan sejumlah barang bukti, antara lain, satu bilah parang dan satu bilah pisau tanpa gagang, kayu dalam keadaan terbakar, serpihan kaca berwarna hitam dan putih, tiga unit ponsel berbagai merek (warna hijau ZTE Blade A35, warna biru Nubia A56, warna merah Oppo A31), dan satu lembar bendera Bintang Kejora.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menuturkan bahwa proses penyerahan tersangka dimulai sejak pagi hari. Pada pukul 08.15 WIT, tersangka Aris Pahabol dikeluarkan dari Rutan Polsek Kawasan Bandara Sentani dan diterbangkan ke Wamena menggunakan pesawat Trigana Air IL-271.

    “Setibanya di Bandara Wamena sekitar pukul 09.34 WIT, tim langsung menuju Kejaksaan Negeri Jayawijaya untuk melaksanakan tahap II,” ungkap Kombes Adarma.

    Pada pukul 15.30 WIT, kegiatan penyerahan tersangka dan pemeriksaan barang bukti selesai dilakukan. Selanjutnya, tersangka dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wamena untuk menjalani proses penahanan.

    Pihak kepolisian juga memastikan bahwa surat pemberitahuan penyerahan tersangka dan barang bukti telah disampaikan kepada pihak keluarga tersangka.

  • Brimob Polda Metro Jaya: Siaga, Peduli, dan Hadir untuk Masyarakat

    Brimob Polda Metro Jaya: Siaga, Peduli, dan Hadir untuk Masyarakat

    Jakarta – Menghadapi musim penghujan yang rawan banjir dan longsor, Brimob Polda Metro Jaya menyiagakan personel serta perlengkapan SAR di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Langkah ini menjadi wujud tanggung jawab dan komitmen Brimob dalam meningkatkan pelayanan, menjaga ketertiban, serta melindungi masyarakat di tengah ancaman cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jabodetabek.

    Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa Brimob tidak hanya menunggu laporan bencana, tetapi aktif memantau dan bergerak cepat di titik-titik rawan. “Seluruh unsur SAR kami siagakan agar dapat bertindak kapan pun dibutuhkan. Fokus utama kami adalah memastikan masyarakat tetap aman dan terlindungi,” ujarnya.

    Personel Brimob turut melakukan patroli di bantaran sungai, jalan utama, hingga kawasan padat penduduk untuk memastikan kondisi tetap terkendali. Selain itu, Brimob juga siap mengevakuasi warga terdampak, menyalurkan bantuan, dan memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat.

    Program “Jaga Jakarta” yang diinisiasi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si., memiliki empat pilar utama, yakni Jaga Lingkungan, Jaga Warga, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah. Program ini menekankan pentingnya pelayanan tulus kepada masyarakat dan memperkuat kehadiran Polri yang responsif serta humanis.

    Dalam pelaksanaannya, Brimob Polda Metro Jaya juga menjalin sinergi dengan BPBD, Basarnas, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan terkoordinasi. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

    Dengan kesiapsiagaan yang terencana dan semangat pengabdian yang tinggi, Brimob Polda Metro Jaya siap menjadi garda terdepan dalam menghadapi potensi bencana di musim penghujan — sejalan dengan semangat program “Jaga Jakarta” yang menghadirkan Polri responsif, peduli, dan dekat dengan masyarakat.

  • Titiek Soeharto Salut SPPG Polri Higienis, Bisa Jadi Contoh SPPG Se-Indonesia

    Titiek Soeharto Salut SPPG Polri Higienis, Bisa Jadi Contoh SPPG Se-Indonesia

    Jakarta – Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) terkesan dengan SPPG Polri di Karanganyar. Titiek memuji kebersihan dapur MBG tersebut.
    “Saya salut kebersihannya luar biasa ini bisa jadi contoh SPPG seluruh Indonesia. Ini bersih di sini, kemudian sangat higienis,” ujar Titiek, setelah meninjau SPPG YKB Polres Karanganyar, Jumat (7/11/2025).

    Titek menilai kebersihan menjadi salah satu faktor penting di seluruh SPPG. Dia juga memuji kebersihan proses pencucian ompreng bisa jadi standar bagi dapur MBG lainnya.

    “Kebersihannya juga pencucian piring ompreng bisa jadi standar. Punya SPPG jangan hanya punya-punyaan. ‘Bangga saya punya SPPG, ‘Saya punya SPPG bisa memberikan pada sekian ribu anak’. Tapi tak memperhatikan higienis dan gizi untuk anak-anak itu, di sini semua diperhatikan, mudah-mudahan bisa jadi contoh bagi SPPG yang lain,” sambungnya.

    Dalam peninjauannya, Titiek juga memastikan apakah SPPG YKB Polres Karanganyar ini sudah menyerap produksi pangan warga sekitar. Dari informasi yang dia dapat, SPPG Polri di Karanganyar turut melibatkan warga sekitar.

    “Ternyata tadi dapat laporan bahwa bahan bakunya diambil dari masyarakat atau UMKM di sekitar sini,” terangnya.

    SPPG ini dibangun dengan pengawasan langsung Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto. MBG ini akan diserahkan ke 4 ribu siswa pada 16 sekolah mencakup jenjang dari PAUD hingga SMA dia wilayah Karanganyar.

    Uji coba SPPG ini sudah dilakukan sejak 30 September dengan melayani 500 porsi. Kemudian uji coba dilakukan 3 dan 8 Oktober dengan jumlah 1.750 porsi.

    Pembuatan makanan dilakukan proses pemilihan dan pembelian bahan mentah yang diawasi oleh Pengurus Bhayangkari Karanganyar. Penerimaan bahan mentah selalu dicek ulang kuantitas dan kualitasnya agar sesuai kriteria.

    Kebersihan tempat makan dan proses pengolahan bahan makanan juga diawasi oleh Tenaga Ahli Gizi. Termasuk proses loading dan pengantaran makanan diawasi ketat oleh pengawas SPPG.

    Makanan yang sudah sampai sekolah juga dicoba dulu oleh guru untuk memastikan makanan dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Limbah hasil produksi makanan diolah dengan sistem pengolahan air limbah sehingga tidak mencemari lingkungan.

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan SPPG Polri menekankan zero accident. Kapolri dan rombongan melihat langsung bagaimana proses pelaksanaan food security.

    “Ibu Titiek juga berkenan untuk mengecek langsung SPPG Polri di Karanganyar mulai dari saat barang tiba, kemudian proses pemisahan penyimpanan, sampai juga terkait pada saat masak, kemudian juga pada saat akan didistribusikan,” ujar Jenderal Sigit di SPPG YKB Polres Karanganyar.

    Jenderal Sigit dan Titiek juga melihat pengelolaan IPAL terkait sampah hasil MBG yang tak dimakan.

    “Termasuk pembersihan dan juga sterilisasi sehingga harapan kita terkait SPPG Polri ini betul-betul bisa zero accident dan ini menjadi perhatian besar dari Bapak Presiden yang harus kita jaga,” jelasnya.

  • Kompolnas Apresiasi Kerja Sama Polri-KontraS Ungkap Kasus Orang Hilang dan Penemuan Kerangka Manusia di Kwitang

    Kompolnas Apresiasi Kerja Sama Polri-KontraS Ungkap Kasus Orang Hilang dan Penemuan Kerangka Manusia di Kwitang

    Jakarta. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengapresiasi kerja sama Polri dan Kontras dalam mengungkap kasus orang hilang dan kasus penemuan kerangka manusia di gedung Kwitang, Jakarta Pusat, yang terbakar pada akhir Agustus 2025.

    Kompolnas mengapresiasi kepolisian dan Kontras yang saling berbagi informasi mengenai orang hilang.

    “Kami dari kompolnas memberikan apresiasi yang tinggi atas kerjasama Polda Metro Jaya dan kontras, sehingga tahapan-tahapan untuk memastikan pencarian orang hilang itu ada,” ujar Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam, dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta Timur, Jumat (7/11/2025).

    Ia mengapresiasi kerjasama antara institusi kepolisian dan kelompok masyarakat sipil Kontras, maupun kerja sama dengan lembaga Kompolnas dan Komnas HAM. Sebab menurutnya dalam menangani kasus orang hilang, kerja sama merupakan kata kunci untuk menemukan orang hilang.

    Kompolnas mengapresiasi tindakan Polda Metro Jaya yang berkoordinasi dan berbagi informasi dengan pihak Kontras dalam mengungkap kasus orang hilang dan temuan kerangka manusia tersebut, misalnya saling berbagi informasi kesaksian, informasi rekam jejak digital, melakukan pertemuan terkait kasus tersebut dan lainnya. Menurut Anam, proses tersebut merupakan proses yang akuntabel dan transparan.

    “Kalau tadi diterangkan oleh Polda Metro Jaya oleh pak Wadir, sekian kali bertemu, sekian kali koordinasi, sekian kali berbagi informasi, termasuk juga informasi kesaksian, termasuk juga informasi rekam jejak digital dan sebagainya, sehingga itu menunjukkan suatu proses, menurut kami ketika kami sebagai lembaga pengawas kepolisian, prosesnya menjadi proses akuntabel,” jelas Komisioner Anam.

    Kompolnas mengaku pihaknya juga berkoordinasi dengan tim penyidik dan Kontras untuk memastikan proses yang dilakukan Polda Metro Jaya berjalan maksimal dan sesuai aturan. Ia mengapresiasi kedua pihak yang saling berbagi informasi dan jejak digital yang berkontribusi dalam mengungkap pencarian orang hilang.

    “Kami juga berkomunikasi dengan Polda Metro Jaya, kami juga berkomunikasi dan berkoordinasi dengan rekan-rekan Kontras untuk memastikan bahwa proses yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya, berjalan maksimal dan sesuai dengan aturan hukum yang ada. Berbagi informasi dan sebagainya, digital dan sebagainya, itu yang menurut kami menjadi penting dalam catatan dalam sejarah pencarian orang hilang, sekali lagi tidak banyak ya di dalam sejarah dunia, kerja sama baik,” terang Komisioner Anam.

    Komisioner Anam mengaku tahu persis bagaimana proses pencarian orang hilang usai kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus lalu. Ia pun mengonfirmasi kembali hasil identifikasi temuan kerangka manusia setelah menerima informasi dari tim forensik.

    “Kami tahu persis bagaimana proses pencarian orang hilang ini, sampai beberapa hari yang lalu kami mendapatkan informasi diketemukannya kerangka dan kami konfirmasi kembali kemarin, sekarang kita presscon dan sudah diumumkan hasil dari Puslabfor,” ujarnya.

    Selain itu, ia juga mengapresiasi adanya kepastian atas teridentifikasinya hasil DNA kerangka manusia di gedung yang terbakar di Kwitang tersebut. Menurutnya hal ini memberikan kepastian bagi pihak keluarga.

    “Seperti tadi yang dipertegas sama pak Wadir Reskrimum, bahwa kasus ini apa namanya masih menjadi perhatian, tapi momen saat ini yang paling penting adalah, kepastian bahwa orang yang belum diketemukan saat ini ditemukan, kepastian orang yang dinyatakan hilang saat ini sudah dinyatakan ketemu, dan ini yang paling penting,” paparnya.

    Ia mengajak semua pihak untuk mendoakan M Farhan Hamid dan Reno Syahputeradewo yang kerangkanya ditemukan di gedung Kwitang yang terbakar. Kompolnas juga turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

    “Ayo kita bersama-sama mendoakan keluarganya tabah dan almarhum juga mendapat tempat yang terbaik,” ujarnya.

    Diketahui, polisi mengumumkan hasil tes DNA terhadap dua kerangka yang ditemukan dalam gedung di Kwitang, Jakarta Pusat, yang terbakar pada akhir Agustus lalu. Polisi mengatakan dua kerangka itu identik dengan DNA dari dua keluarga orang yang hilang.

    Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, mengatakan kerangka itu diterima dalam dua kantong jenazah, yakni kantong jenazah 0080 dan 0081.

    Pemeriksaan kemudian dilakukan terhadap gigi dan sampel DNA. Hasilnya, kerangka itu identik dengan sampel keluarga dari dua orang yang hilang, yakni M Farhan Hamid dan Reno Syahputeradewo.

  • SPPG POLRES SUKOHARJO TEMUKAN INDIKASI ZAT BERBAHAYA— BUKTI DISIPLIN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS POLRI DALAM CEGAH MAKANAN BERISIKO SAMPAI KE MASYARAKAT

    SPPG POLRES SUKOHARJO TEMUKAN INDIKASI ZAT BERBAHAYA— BUKTI DISIPLIN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS POLRI DALAM CEGAH MAKANAN BERISIKO SAMPAI KE MASYARAKAT

    Sukoharjo, 6 November 2025 — Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Polres Sukoharjo berhasil mendeteksi indikasi adanya zat yang berbahaya untuk dikonsumsi pada buah anggur jenis Muscat dalam pemeriksaan rutin Food Safety yang merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis Polri. Temuan ini menunjukkan tingkat kedisiplinan dan keseriusan Polri dalam memastikan setiap makanan yang disalurkan kepada masyarakat aman, bergizi, dan bebas dari bahan berbahaya.

    Pemeriksaan dilaksanakan pada Kamis, 5 November 2025 pukul 07.00–08.00 WIB oleh tim Sie Dokkes Polres Sukoharjo bersama Kasie Dokkes, sebagai bagian dari prosedur tetap (SOP) pengawasan keamanan pangan yang diterapkan di seluruh SPPG Polri. Pemeriksaan organoleptik dan kimia terhadap menu utama — nasi putih, telur puyuh asam manis, tempe goreng, sayur sop, dan buah kelengkeng — menunjukkan hasil negatif terhadap arsenik, formaldehid, dan nitrit, serta memenuhi standar gizi seimbang dengan total 553,3 kkal energi, 18,7 gr protein, 25,4 gr lemak, dan 64,4 gr karbohidrat.

    Namun, dalam pemeriksaan lanjutan terhadap menu untuk hari berikutnya yang meliputi roti, susu, dan buah anggur Muscat, tim menemukan indikasi positif adanya zat yang berbahaya untuk dikonsumsi berdasarkan uji cepat menggunakan alat Food Safety merk Alder. Menyikapi temuan tersebut, Polres Sukoharjo langsung bertindak cepat dan tegas dengan menarik seluruh buah anggur Muscat dari dapur penyajian, memisahkannya dari bahan makanan lain, serta menggantinya dengan buah yang telah teruji aman. Seluruh bahan yang terindikasi berisiko kemudian diamankan untuk pemeriksaan lanjutan, memastikan tidak ada bahan berbahaya yang sampai ke tangan masyarakat penerima manfaat.

    Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, S.H., S.I.K. menyampaikan bahwa langkah cepat dan disiplin tersebut diambil sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis Polri.

    “Begitu ditemukan indikasi bahan berisiko, kami langsung menarik makanan tersebut agar tidak ada satu pun makanan yang mengandung bahan berbahaya boleh sampai ke penerima manfaat. Distribusi tetap berjalan dengan menu yang telah dipastikan aman dikonsumsi,” tegas Kapolres Sukoharjo.

    Pemeriksaan silang kemudian dilakukan oleh beberapa lembaga untuk memastikan keakuratan hasil. Ahli Gizi Dokkes Polres Sukoharjo mengonfirmasi hasil positif adanya zat berbahaya untuk dikonsumsi melalui uji cepat, sementara Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), melalui Bapak Muhammad Fajar Arifin, menjelaskan bahwa uji cepat merupakan screening test atau pemeriksaan pendahuluan yang perlu dikonfirmasi melalui laboratorium terakreditasi. BPOM menilai langkah Polri menghentikan penyajian bahan tersebut merupakan tindakan yang cepat, tepat, dan sesuai prosedur keamanan pangan nasional.

    Sementara itu, pemeriksaan lanjutan oleh Bidlabfor Polda Jateng menggunakan metode reagen kimia terhadap kulit, daging, dan buah anggur menunjukkan hasil negatif terhadap keberadaan zat berbahaya tersebut. Perbedaan hasil tersebut dipahami sebagai akibat perbedaan alat dan metode uji, namun seluruh proses menunjukkan bahwa Polri telah bertindak sesuai prinsip kehati-hatian dan profesionalitas dalam menjaga keamanan pangan masyarakat.

    Selain Polri dan BPOM, Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo juga turut memantau jalannya pemeriksaan dan berkoordinasi dalam memastikan keamanan seluruh rantai distribusi bahan pangan. Kolaborasi ini memperlihatkan sinergi lintas sektor dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis Polri agar tetap aman dan berkualitas.

    Menanggapi laporan dari Polres Sukoharjo, Kasatgas Makan Bergizi Gratis Polri, Irjen Pol. Nurworo Danang, S.I.K., menegaskan bahwa temuan ini menjadi bukti nyata disiplin penerapan pengawasan pangan di lapangan. Hingga saat ini terdapat 233 SPPG Polri yang beroperasi aktif di seluruh Indonesia, dan seluruhnya diwajibkan menjalankan pemeriksaan Food Safety harian secara berjenjang dan terdokumentasi.

    “Temuan di Sukoharjo ini membuktikan sistem pengawasan kita berjalan. Begitu ada indikasi bahan berbahaya, langsung terdeteksi sebelum makanan sampai ke masyarakat. Kami terus menginstruksikan agar seluruh SPPG Polri memperketat pengawasan bahan pangan demi menjamin setiap makanan yang disalurkan benar-benar aman,” tegas Irjen Pol. Nurworo Danang.

    Lebih lanjut, Irjen Pol. Nurworo menjelaskan bahwa temuan indikasi zat berbahaya untuk dikonsumsi pada buah anggur Muscat tersebut akan diselidiki lebih lanjut untuk memastikan sumber asal bahan, termasuk kemungkinan adanya residu pestisida atau kontaminasi dari rantai distribusi. Polri akan bekerja sama dengan BPOM dan dinas terkait baik daerah maupun pusat untuk memastikan hasil akhir pemeriksaan serta menutup potensi bahaya serupa di masa mendatang.

    Program Makan Bergizi Gratis Polri merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dengan standar keamanan pangan yang tinggi. Melalui pelaksanaan pengawasan ilmiah dan pemeriksaan rutin yang ketat, Polri memastikan setiap makanan yang diberikan kepada masyarakat aman, sehat, dan bergizi.