Author: restrodepok

  • Lahirkan Pemimpin Polri Masa Depan, STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian

    Lahirkan Pemimpin Polri Masa Depan, STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian

    Jakarta – Polri terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan tinggi kepolisian. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan Wisuda Mahasiswa Program S1 Angkatan ke-83, S2 Angkatan ke-14, dan Program Doktor Ilmu Kepolisian Tahun Akademik 2026 yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-80 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri di Kampus STIK-PTIK, Jakarta, Rabu (17/6).

    Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, M.Si., menyampaikan bahwa sebanyak 289 wisudawan yang terdiri dari Program Sarjana, Magister, dan Doktor telah menyelesaikan pendidikan sebagai bagian dari upaya Polri meningkatkan kualitas dan kapabilitas personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

    “Ini adalah bagian dari upaya Polri untuk terus meningkatkan kemampuan pengetahuan seluruh personel SDM Polri agar mampu memahami serta melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya melalui pendekatan keilmuan yang mereka ikuti selama program pendidikan di STIK Lemdiklat Polri,” ujar Komjen Pol. Panca.

    Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan merupakan implementasi dari rekomendasi Tim Percepatan Reformasi Polri serta kebijakan Kapolri dalam membangun SDM yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab harapan masyarakat.

    Komjen Pol. Panca juga mengungkapkan bahwa Kapolri mendorong STIK untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pengembangan Universitas Kepolisian yang saat ini tengah dikaji. Universitas tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan bagi anggota Polri, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang ingin mendalami ilmu-ilmu terkait keamanan dan ketertiban.

    “Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian harus terus beradaptasi dan mengembangkan diri melalui Universitas Kepolisian yang saat ini sedang kita bahas untuk dapat mengakomodasi tidak hanya polisi, tetapi seluruh elemen masyarakat yang ingin menimba ilmu dan berkaitan dengan masalah-masalah keamanan,” katanya.

    Sementara itu, Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., menegaskan komitmen lembaganya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan aspek etika, logika, dan rasa dalam pembentukan perwira Polri.

    “Polisi harus pintar. Kami terus berbenah agar STIK menjadi bagian penting dalam mencetak kader-kader Polri yang bermartabat, profesional, dan beradab,” ujar Irjen Pol. Eko.

    Pada kesempatan yang sama, Guru Besar STIK Lemdiklat Polri Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., menilai peningkatan jumlah lulusan pendidikan tinggi, khususnya program doktoral, akan memperkuat kualitas kepemimpinan di lingkungan Polri.

    “Semakin cerdas, semakin tinggi, semakin pintar, semakin memiliki empati kepada publik,” ungkap Prof. Hermawan.

    Melalui penguatan pendidikan tinggi kepolisian, Polri berharap dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya memiliki kecakapan akademis, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, serta semakin dekat dengan masyarakat sesuai arah kebijakan Kapolri dan harapan Presiden Republik Indonesia.

  • Di Balik Ramainya Pasar Keyabi Nduga, Senyum Mama Papua dan Polwan Damai Cartenz Rajut Rasa Aman dan Nyaman

    Di Balik Ramainya Pasar Keyabi Nduga, Senyum Mama Papua dan Polwan Damai Cartenz Rajut Rasa Aman dan Nyaman

    Nduga, Papua Pegunungan – Di tengah aktivitas jual beli yang berlangsung hangat dan penuh keakraban, Pasar Keyabi di Kabupaten Nduga menjadi gambaran nyata bahwa roda perekonomian masyarakat Papua Pegunungan terus berjalan dengan aman dan kondusif. Suasana tersebut terlihat saat personel Polisi Wanita (Polwan) yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menyambangi para pedagang dan warga di Pasar Keyabi, Kabupaten Nduga, pada Selasa (16/6/2026).

    Pasar Keyabi yang merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Nduga tampak ramai dipenuhi mama-mama Papua yang menjajakan hasil kebun lokal, mulai dari sayur-mayur, umbi-umbian, hingga berbagai komoditas pangan lainnya. Kehadiran para Polwan di tengah aktivitas masyarakat disambut hangat oleh para pedagang maupun pengunjung pasar.

    Dipimpin Dantim Satgas Tindak, Ipda Deni Alpianda, S.H., bersama Ipda Fiona Safitri, S.H., M.H., dan personel Polwan lainnya, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pendekatan humanis melalui dialog, silaturahmi, serta interaksi langsung dengan masyarakat. Para Polwan tampak berbaur bersama mama-mama Papua, mendengarkan cerita mereka, membeli hasil jualan warga, sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat.

    Suasana kekeluargaan begitu terasa ketika para pedagang berbincang santai dengan personel. Senyum dan tawa menghiasi setiap sudut pasar, memperlihatkan hubungan yang semakin dekat antara aparat keamanan dan masyarakat. Kehadiran personel tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan semangat serta perhatian kepada warga yang setiap hari menggantungkan penghidupan dari aktivitas perdagangan di pasar tersebut.

    Melalui kegiatan ini, Satgas Operasi Damai Cartenz juga ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Pasar Keyabi merupakan kawasan yang aman untuk beraktivitas. Masyarakat tetap dapat menjalankan kegiatan ekonomi, berjualan, dan berinteraksi seperti biasa dalam suasana yang tertib dan kondusif.

    Selain menjalin kedekatan, personel juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan keamanan lingkungan secara bersama-sama demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan di Papua Pegunungan.

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pasar tradisional merupakan salah satu ruang penting untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

    “Pasar adalah tempat masyarakat berkumpul dan beraktivitas setiap hari. Kehadiran personel di Pasar Keyabi merupakan bentuk komitmen Polri untuk memastikan masyarakat merasa aman sekaligus mempererat hubungan dengan warga. Kami ingin menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat di Papua Pegunungan dapat berjalan dengan baik, aman, dan kondusif,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa pendekatan humanis akan terus dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas di wilayah Papua.

    “Kedekatan dengan masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan. Melalui interaksi yang hangat dan penuh kekeluargaan seperti di Pasar Keyabi, kami ingin membangun rasa saling percaya sehingga masyarakat semakin nyaman beraktivitas dan bersama-sama menjaga situasi yang aman serta damai,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.

    Kegiatan tersebut menjadi potret nyata bahwa keamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan berdampingan. Di Pasar Keyabi, mama-mama Papua tetap berjualan, warga tetap berbelanja, dan kehidupan sosial masyarakat berlangsung dengan hangat, mencerminkan semangat kebersamaan serta harapan akan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.

  • Polda Metro Jaya Siapkan 4.961 Personel Gabungan Layani Aksi Unras di Jakarta

    Polda Metro Jaya Siapkan 4.961 Personel Gabungan Layani Aksi Unras di Jakarta

    Jakarta – Polda Metro Jaya menyiapkan 4.961 personel gabungan untuk melayani dan mengamankan aksi penyampaian pendapat dari sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Rabu (17/6/2026).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, personel gabungan tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik kegiatan, antara lain kawasan Monas, Bundaran HI/Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, serta titik-titik pengaturan lalu lintas di sekitarnya.

    “Polda Metro Jaya menyiapkan 4.961 personel gabungan untuk melayani kegiatan penyampaian pendapat masyarakat. Personel ditempatkan di sejumlah titik agar kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kombes Budi.

    Adapun rincian personel yang dilibatkan terdiri dari 3.147 personel jajaran Polda Metro Jaya, 500 personel TNI, 1.300 personel BKO Mabes Polri, serta 14 personel Damkar yang disiagakan untuk mendukung kelancaran pelayanan dan pengamanan kegiatan.

    Lebih lanjut Kombes Budi menjelaskan, pola pelayanan dan pengamanan akan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan terukur. Personel yang bertugas juga diingatkan agar menghindari sikap arogan serta tidak mengeluarkan ucapan maupun tindakan yang dapat memicu ketegangan.

    “Prinsipnya kami hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Anggota di lapangan diarahkan bertindak humanis, persuasif, dan tetap sesuai prosedur,” katanya.

    Selain pengamanan di lokasi aksi, Polda Metro Jaya juga menyiapkan personel lalu lintas untuk menjaga kelancaran arus kendaraan. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan melihat perkembangan di lapangan.

    “Pengaturan lalu lintas bersifat situasional. Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi agar menyesuaikan perjalanan dan mengikuti arahan petugas,” jelasnya.

    Polda Metro Jaya juga mengimbau peserta aksi agar menyampaikan pendapat secara damai, tertib, dan tidak mudah terprovokasi. Masyarakat diminta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar aktivitas umum tetap berjalan lancar.

    “Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Mari bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Kombes Budi.

  • Hadir di Tengah Ketenangan Ibadah, Patroli Satgas Damai Cartenz Jaga Keamanan dan Pererat Kedekatan dengan Jemaat di Sinak

    Sinak, Papua Tengah – Kehadiran personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 kembali dirasakan masyarakat melalui kegiatan patroli jalan kaki yang dipadukan dengan pengamanan ibadah Nasrani di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (14/6/2026).

    Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIT tersebut dilaksanakan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memastikan rangkaian ibadah Nasrani dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat.

    Dalam pelaksanaannya, personel Satgas Operasi Damai Cartenz menyusuri kawasan Pasar Distrik Sinak dan sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Personel melakukan pemantauan situasi secara langsung melalui patroli jalan kaki di wilayah Sinak secara menyeluruh guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

    Tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Personel menyapa warga yang beraktivitas di sekitar lokasi, berinteraksi dengan jemaat, serta memberikan rasa aman melalui kehadiran Polri yang humanis di tengah masyarakat.

    Kegiatan patroli dan pengamanan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. Kehadiran personel mendapat respons positif dari masyarakat yang merasakan manfaat kehadiran Polri dalam menjaga keamanan selama berlangsungnya kegiatan ibadah maupun aktivitas sehari-hari.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pengamanan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjamin setiap masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

    “Setiap warga negara berhak menjalankan ibadah dengan tenang dan khidmat. Kehadiran personel kami di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri untuk memastikan keamanan tetap terjaga, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi seluruh jemaat yang melaksanakan ibadah,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

    Menurutnya, pendekatan humanis yang dilakukan melalui patroli dialogis dan pengamanan kegiatan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan yang berkelanjutan di Papua.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa kehadiran personel di tengah kegiatan keagamaan tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

    “Melalui patroli dan pengamanan yang kami lakukan, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir untuk melayani dan melindungi masyarakat. Ketika masyarakat merasa aman saat beribadah dan beraktivitas, maka kepercayaan serta sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan akan semakin kuat,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.

    Melalui patroli rutin, pengamanan kegiatan keagamaan, serta pendekatan humanis yang terus dikedepankan, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam menjaga keamanan serta mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.

  • Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri dan Akpol ’90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Bogor

    Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri dan Akpol ’90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Bogor

    BOGOR – Keluarga besar Akpol ’90 Dhira Brata menggelar Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 di Megamendung, Kabupaten Bogor, Minggu (14/6/2026).

    Kegiatan ini dihadiri Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., didampingi Ketua Umum Panitia Hari Bhayangkara ke-80 Komjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H., beserta Bhayangkari. Hadir pula Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Eddy Hartono, pejabat TNI-Polri, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Akpol ’90 Dhira Brata.

    Salurkan 500 Paket Sembako, Layani 200 Warga melalui Bakti Kesehatan, Santuni 110 Anak Yatim Piatu dan Dhuafa, serta Gelar Aksi Pelestarian Lingkungan di Megamendung
    Melalui kegiatan ini, Polri bersama Akpol ’90 Dhira Brata menyalurkan 500 paket sembako, memberikan layanan kesehatan gratis kepada 200 warga, serta menyerahkan santunan dan bantuan kebutuhan pokok kepada 110 anak yatim piatu dan dhuafa.

    Layanan kesehatan yang diberikan mencakup pemeriksaan umum, pengecekan gula darah, asam urat, dan kolesterol, konsultasi dokter spesialis penyakit dalam, pemberian obat-obatan, pembagian kacamata baca gratis, serta paket imunitas. Kehadiran tenaga medis dan fasilitas yang memadai mendapat respons positif dari masyarakat.

    Wakapolri bersama Bhayangkari juga meninjau langsung lokasi kegiatan, menyapa warga, berdialog dengan penerima manfaat, dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang menjalani pemeriksaan kesehatan.

    Kehangatan interaksi tersebut mencerminkan kedekatan Polri dengan masyarakat. Antusiasme warga menunjukkan bahwa kehadiran Polri dirasakan tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui program yang memberikan manfaat langsung.

    Dalam kesempatan itu, Wakapolri menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian Polri kepada masyarakat.

    “Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan. Pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian, empati, dan aksi nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat. Sesuai petunjuk Bapak Kapolri, saya mengajak seluruh jajaran Polri mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek untuk terus bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh stakeholder terkait dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menjelang Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Wakapolri.

    Kehadiran Polri juga dirasakan langsung oleh para penerima manfaat. Salah seorang warga mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan melalui kegiatan tersebut.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wakapolri dan seluruh jajaran Polri serta keluarga besar Akpol ’90 Dhira Brata. Kami merasakan bahwa Polri benar-benar hadir untuk masyarakat, bukan hanya menjaga keamanan tetapi juga membantu warga yang membutuhkan. Semoga kebaikan ini menjadi amal dan membawa keberkahan bagi seluruh anggota Polri,” ungkapnya.

    Selain kegiatan sosial dan kesehatan, acara ini juga menekankan pentingnya pelestarian lingkungan. Wakapolri bersama alumni Akpol ’90 Dhira Brata menanam pohon alpukat, sukun, dan durian sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan yang hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

    Komitmen tersebut dilanjutkan dengan pelepasan 90 ekor burung kutilang dan sejumlah burung merpati putih sebagai simbol harapan, kedamaian, dan harmoni antara manusia dengan alam, sekaligus ajakan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

    Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan bahwa semangat Hari Bhayangkara tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga lewat pelayanan kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus hadir, melayani, dan mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

  • Wakapolri Hadir di Tengah Warga, Dorong Kesehatan Masyarakat Bogor

    Wakapolri Hadir di Tengah Warga, Dorong Kesehatan Masyarakat Bogor

    Bogor – Kehangatan dan kedekatan antara Polri dan masyarakat terasa kuat dalam kegiatan Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polri bersama Alumni Akpol 1990 Dhira Brata di Polsek Megamendung, Kabupaten Bogor, Minggu (14/6/2026). Sejak pagi, ratusan warga memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh tim medis Pusdokkes Polri.

    Di tengah antusiasme masyarakat tersebut, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Si. hadir langsung meninjau jalannya kegiatan. Tidak sekadar melihat pelaksanaan pelayanan kesehatan, Wakapolri menyempatkan diri menyapa warga yang sedang mengantre, berbincang hangat, serta menanyakan kondisi kesehatan mereka satu per satu.

    Senyum dan sapaan Wakapolri disambut antusias oleh masyarakat. Suasana akrab terlihat saat ia menyusuri antrean warga yang didominasi para lansia, ibu rumah tangga, dan pekerja harian yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kesehatannya secara gratis.

    “Sehat-sehat terus ya Ibu dan Bapak,” sapa Wakapolri kepada warga yang tengah menunggu giliran pemeriksaan.

    Kehadiran Wakapolri di tengah masyarakat menjadi simbol nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan warga. Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan harus menjadi perhatian bersama.

    “Semoga masyarakat Bogor selalu sehat. Saya melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk memeriksakan kesehatannya. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin baik. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan maupun pengobatan yang tepat,” ujar Wakapolri.

    Wakapolri juga menegaskan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan yang ditemukan dalam kegiatan tersebut harus ditindaklanjuti secara serius agar masyarakat memperoleh manfaat yang berkelanjutan.
    “Kami berharap hasil pemeriksaan kesehatan hari ini dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan masyarakat secara lebih optimal. Apabila ditemukan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut, kami akan mendorong Polres Bogor bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk melakukan tindak lanjut sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan terbaik dan berkesinambungan,” lanjutnya.

    Selain pelayanan kesehatan, Polri bersama Alumni Akpol 1990 Dhira Brata juga menyalurkan bantuan sosial berupa 500 paket sembako kepada masyarakat termasuk anak perhatian khusus juga diberikan kepada anak yatim dan dhuafa.

    Pada sektor kesehatan, masyarakat memperoleh berbagai layanan mulai dari pemeriksaan tanda vital, konsultasi dokter, pemeriksaan laboratorium sederhana, pemberian obat-obatan, edukasi kesehatan, pembagian 100 kacamata baca, hingga pemberian 100 paket imunitas.
    Kepala Satuan Kesehatan Pusdokkes Polri, Kombes Pol dr. Alexy Oktoman Djohansjah, Sp.OG., Subsp.Onk., menjelaskan bahwa seluruh layanan kesehatan telah dipersiapkan secara maksimal untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

    “Kami mempersiapkan kapasitas pelayanan kesehatan untuk sekitar 500 masyarakat. Seluruh tenaga medis, sarana kesehatan, obat-obatan, ambulans, hingga peralatan pemeriksaan telah kami siapkan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, nyaman, dan maksimal,” ujar Kombes Pol dr. Alexy.

    Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pusdokkes Polri menghadirkan berbagai layanan kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, cek kesehatan gratis, pelayanan dokter spesialis penyakit dalam, pembagian kacamata baca gratis, hingga pemeriksaan laboratorium sederhana.
    Pelayanan kesehatan tersebut didukung oleh tim medis berjumlah 40 personel yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, petugas laboratorium, serta didukung empat unit ambulans guna memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.

    Dari kegiatan tersebut, sebanyak 204 warga berhasil mendapatkan pelayanan kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan hipertensi menjadi keluhan terbanyak yang ditemukan dengan 45 kasus, disusul ISPA sebanyak 32 kasus, gastritis atau dispepsia 25 kasus, diabetes melitus 18 kasus, dermatitis 15 kasus, nyeri otot dan sendi 12 kasus, asam urat 10 kasus, dislipidemia 8 kasus, keluhan mata 7 kasus, anemia 5 kasus, serta keluhan lainnya sebanyak 27 kasus.
    Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala dan upaya deteksi dini, terutama terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus yang memerlukan pemantauan serta pengobatan berkelanjutan.
    Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang merasakan langsung manfaat pelayanan kesehatan yang diberikan. Salah satunya disampaikan oleh Ibu Susanti, warga Desa Sukakarya.
    “Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu masyarakat. Kami jadi mengetahui kondisi kesehatan kami masing-masing. Pelayanannya sangat baik, para dokter dan anggota Polri juga ramah. Kami merasa senang karena Bapak Wakapolri datang langsung menyapa dan melihat kondisi masyarakat,” ujarnya.

    Melalui kolaborasi antara Polri, Masyarakat, dan Alumni Akpol 1990 Dhira Brata, kegiatan ini menjadi wujud nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya memberikan layanan kesehatan dan bantuan sosial, tetapi juga membangun kepedulian bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. Semangat melayani yang diwujudkan melalui Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 ini sekaligus mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui aksi nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.

  • Menyapa dari Jantung Papua, Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dengan Warga Ilaga

    Menyapa dari Jantung Papua, Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dengan Warga Ilaga

    Ilaga, Papua Tengah – Di tengah sejuknya udara pegunungan dan aktivitas masyarakat yang berlangsung seperti biasa, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 kembali hadir menyapa warga melalui patroli humanis di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (14/6/2026).

    Patroli tersebut tidak hanya bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga menjadi ruang interaksi yang hangat antara aparat keamanan dan warga. Personel berjalan menyusuri kawasan permukiman, menyapa masyarakat, berbincang dengan para orang tua, serta berinteraksi dengan anak-anak yang antusias menyambut kehadiran mereka.

    Bagi sebagian warga, kehadiran personel yang datang dengan senyum dan sapaan sederhana memberikan rasa tenang tersendiri. Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung, personel mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat sekaligus memastikan aktivitas warga dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis yang terus dikedepankan Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Selain memantau situasi wilayah, personel juga berupaya membangun kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat sebagai mitra utama dalam mewujudkan keamanan yang berkelanjutan.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kehadiran personel di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari upaya membangun rasa aman sekaligus memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat Papua.

    “Keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kepercayaan. Karena itu, kami terus mendorong personel untuk hadir, menyapa, mendengarkan, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dengan kedekatan tersebut, rasa aman akan tumbuh secara alami,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

    Menurutnya, pendekatan persuasif dan humanis menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan yang berkelanjutan di Papua.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa patroli humanis merupakan bentuk nyata pelayanan Polri yang mengedepankan sentuhan kemanusiaan.

    “Setiap interaksi yang terbangun dengan masyarakat memiliki arti penting. Ketika masyarakat merasa didengar dan diperhatikan, maka akan terbangun hubungan yang kuat antara aparat dan warga. Inilah yang terus kami jaga melalui berbagai kegiatan humanis di lapangan,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.

    Respons positif masyarakat yang ditemui selama patroli menjadi gambaran bahwa pendekatan humanis mampu menciptakan suasana yang lebih hangat dan harmonis. Kehadiran personel di tengah aktivitas warga tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga kedamaian di Tanah Papua.

    Melalui patroli rutin dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus pelayanan sahabat masyarakat dalam mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.

  • Jelang Hari Bhayangkara, Polres Depok Gandeng Forkopimda dan Jurnalis Lomba Mancing

    Jelang Hari Bhayangkara, Polres Depok Gandeng Forkopimda dan Jurnalis Lomba Mancing

    Depok, Jawa Barat – Dalam rangka memperingati HUT ke 80 Bhayangkara, Polres Metro Depok menggelar lomba mancing antar institusi juga jurnalis di pemancingan Kabeda, Beji, Sabtu (13/06/2026).

    Lomba yang diikuti oleh Forkopimda dan jurnalis ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan komunikasi untuk membangun Kota Depok menjadi lebih baik.

    Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras menjelaskan rangkaian hari Bhayangkara dengan menggandeng seluruh pihak merupakan bentuk perwujudan sinergi antara kepolisian dengan seluruh instansi pun elemen masyarakat.

    “Ini sebagai sarana kita untuk silaturahim dengan momen Hari Bhayangkara ini, sehingga silaturahmi ini bisa terus berjalan untuk saling mensupport ya, masing-masing sesuai dengan tugas pokoknya untuk membangun Kota Depok,” ujarnya.

    Wali Kota Depok, Supian Suri  yang turut menjadi peserta lomba pun menyambut hangat rangkaian acara ini. Menurutnya, apa yang sudah berjalan sejauh ini antara kepolisian dan pemerintahan sudah baik.

    “Mudah-mudahan semakin semangat untuk melayani warga Indonesia termasuk di Depok, melayani warga Depok,” tutur Supian.

    Harapan yang sama juga dihaturkan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pradi Supriatna. Dengan adanya agenda mancing bersama ini, menjadi momen hangat untuk memperluas komunikasi yang selaras.

    “Tujuannya tidak lain tidak bukan, ya kebersamaan. Apapun ketika kita komunikasi dengan baik, selaras, enggak ada hal yang Insyaallah menjadi ganjalan. Kalau ini semua dirajut sedemikian rupa, Insyaallah Depok semakin maju,” pungkasnya.

  • Ciptakan Kamtibmas Kondusif, Polsek Cinere Gelar Razia Stasioner dan Patroli Skala Sedang

    Ciptakan Kamtibmas Kondusif, Polsek Cinere Gelar Razia Stasioner dan Patroli Skala Sedang

    CINERE, Depok – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Guankantibmas), Polsek Cinere menggelar kegiatan Razia Stasioner dan Patroli Skala Sedang di wilayah hukum Polsek Cinere pada Sabtu dini hari, 13 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 00.00 hingga 02.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Panit Lantas/Piket Pawas, IPDA Priyogusta.

    Sebelum turun ke lapangan, seluruh personel melaksanakan apel kesiapan di halaman Mapolsek Cinere yang dipimpin oleh IPDA Supriyanto selaku Panit Patroli/Piket Pawas. Dalam arahannya, IPDA Supriyanto menekankan pentingnya sinergi dan kewaspadaan personel dalam mengantisipasi berbagai potensi tindak kriminalitas.

    “Malam ini kita melaksanakan Razia Stasioner Cipta Kondusif (Cipkon) atas perintah pimpinan. Sasaran utama kita adalah antisipasi tawuran, geng motor, begal, curat, curas, hingga premanisme dan peredaran narkoba,” tegas IPDA Supriyanto.

    Ia juga berpesan kepada 10 personel yang terlibat agar selalu menerapkan buddy system (saling menjaga rekan kerja) guna menjamin keselamatan diri serta tetap mengedepankan sikap humanis dan sopan santun saat berinteraksi dengan masyarakat.

    Patroli dan razia menyasar sejumlah titik rawan di antaranya:

    • Jl. Raya Limo (Jembatan Tol Limo)
    • Jl. Tiga Putra, Kelurahan Meruyung
    • Jl. Raya Irigasi Krukut
    • South City (Perbatasan Cinere – Tangsel)
    • Jl. Brigif Gandul (Perbatasan dengan Jagakarsa)

    Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan selektif dan memberikan imbauan secara persuasif. Di Jl. Raya Meruyung dan Jl. Cilobak Pangkalan Jati, petugas mendapati sejumlah pelanggaran lalu lintas ringan, seperti pengendara motor yang tidak menggunakan helm, tidak melengkapi spion, serta pengendara yang masa berlaku SIM atau TNKB-nya telah habis. Terhadap pelanggar, petugas memberikan teguran simpatik dan imbauan agar segera melengkapi dokumen serta kelengkapan kendaraan. Selain razia kendaraan, tim gabungan juga menyisir lingkungan permukiman warga untuk memastikan situasi aman. Petugas turut membubarkan kelompok remaja yang masih berkumpul di jam larut malam dan mengarahkan mereka untuk segera kembali ke rumah masing-masing guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan Patroli Cipta Kondisi ini berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Polsek Cinere berkomitmen untuk terus rutin melaksanakan kegiatan serupa guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga masyarakat di wilayah Limo dan Cinere.

  • Aksi BEM UI di Bundaran HI Tak Ajukan Surat Pemberitahuan Resmi

    Aksi BEM UI di Bundaran HI Tak Ajukan Surat Pemberitahuan Resmi

    JAKARTA PUSAT, 14 JUNI 2026 – Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat memastikan tetap memberikan pelayanan pengamanan prima terhadap aksi unjuk rasa yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen kampus di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Kendati demikian, pihak kepolisian menyayangkan pelaksanaan aksi penyampaian pendapat di muka umum tersebut tidak didahului dengan penyampaian surat pemberitahuan resmi sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

    Langkah pengamanan preventif yang dilakukan oleh kepolisian ini didasari atas kesiapsiagaan deteksi dini patroli siber dan media sosial. Jajaran Polri telah menyiapkan skema pelayanan keamanan secara matang setelah memantau sebaran flyer ajakan unjuk rasa yang telah beredar luas di berbagai platform media sosial beberapa waktu sebelumnya termasuk pengaturan, informasi dan rekayasa arus lalu lintas.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, S.I.K., M.Si. menjelaskan bahwa pihaknya sempat menerima koordinasi awal secara informal. “Pada Kamis dini hari tanggal 11 Juni 2026 sekitar pukul 02.56 WIB, kami menerima informasi awal berupa dokumen PDF surat pemberitahuan aksi dari salah satu mahasiswa UI melalui pesan digital. Namun, saat petugas mencoba melakukan komunikasi lanjutan serta verifikasi, pesan konfirmasi tersebut sama sekali tidak mendapatkan respons dari pihak penanggung jawab,” ujar Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung dalam keterangannya.

    Lebih lanjut, Kapolres Metro Jakarta Pusat menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur administrasi demi menjaga ketertiban ruang publik. Sesuai dengan mandat Pasal 10 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, setiap penanggung jawab aksi wajib menyampaikan surat pemberitahuan secara tertulis dan formal.

    “Aturan hukum kita secara tegas mengamanatkan bahwa surat pemberitahuan kegiatan aksi harus disampaikan langsung oleh penanggung jawab kegiatan kepada kepolisian, dan wajib sudah diterima oleh Polri setempat selambat-lambatnya 3×24 jam sebelum kegiatan dimulai. Hal ini sangat krusial agar Polri dapat memetakan manajemen risiko, menyiapkan pelayanan pengamanan yang proporsional, serta mengantisipasi agar hak-hak pengguna jalan lainnya tidak terganggu. Namun, sampai dengan kegiatan aksi berlangsung, tidak ada surat pemberitahuan resmi fisik yang kami terima,” jelas Kapolres secara tegas.

    Meskipun terdapat kelalaian prosedur administrasi dari pihak penyelenggara, Polres Metro Jakarta Pusat bersama jajaran Polda Metro Jaya tetap mengedepankan pendekatan humanis dengan menerjunkan personel pengamanan di sekeliling kawasan Bundaran HI guna mengawal jalannya penyampaian aspirasi agar tidak disusupi oleh oknum anarkis. Pihak kepolisian berkomitmen menjamin hak warga negara sepanjang dilakukan sesuai koridor hukum.

    “Polri senantiasa menghormati hak setiap warga negara dalam berserikat dan berkumpul. Oleh karena itu, berdasarkan flyer konsolidasi yang beredar di media sosial beberapa hari sebelumnya, kami langsung sigap menyiapkan pelayanan pengamanan di lokasi. Kami meminta ke depan seluruh elemen mahasiswa dapat bertindak lebih cermat dan patuh pada aturan demi menjaga situasi kamtibmas Jakarta yang kondusif,” pungkasnya.

    Menutup pernyataan tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat mengimbau kepada seluruh masyarakat dan elemen demonstran untuk selalu mengutamakan komunikasi yang transparan dengan aparat penegak hukum sebelum menggelar kegiatan massa. Peserta unjuk rasa diminta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berkembang di ruang digital. Jika masyarakat membutuhkan informasi arus lalu lintas, pengawalan, atau ingin melaporkan adanya potensi gesekan di lapangan, silakan menghubungi kantor polisi terdekat atau menggunakan layanan darurat Call Center resmi Polri 110.