Polri Bersama Gekrafs Lakukan MoU, Komitmen Lindungi Karya dan Dorong Potensi Ekraf

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) 2026 di Sampoerna Strategic Building, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).

Kerja sama ini menjadi salah satu agenda strategis dalam puncak HEKRAFNAS 2026 yang mengusung semangat Rekacipta, kolaborasi, dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional. Kolaborasi GEKRAFS dan Polri diharapkan dapat membuka ruang sinergi antarlembaga dalam mendukung perkembangan industri kreatif Indonesia.

Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menyampaikan apresiasinya kepada para pelaku ekonomi kreatif yang dinilai memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan bangsa. Ia juga menegaskan komitmen Polri untuk mendukung dan menjaga perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Saya sangat berbahagia bisa hadir di tengah orang-orang hebat, orang-orang kreatif yang bisa membawa Indonesia semakin luar biasa. Saya senang karena kalau banyak orang kreatif, Indonesia aman,” ujar Suyudi dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa Polri siap mengambil peran dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif, termasuk melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, kreativitas dan inovasi merupakan modal penting untuk membangun Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju dan berdaya saing.

“Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin meyakinkan bahwa Polri berada di depan untuk menjaga ekonomi kreatif,” tegasnya.

Suyudi juga meyakini bahwa kreativitas dan inovasi yang dimiliki masyarakat dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun masa depan Indonesia. Dengan dukungan terhadap orang-orang kreatif, ia optimistis Indonesia mampu tumbuh menjadi bangsa yang kuat dan bermartabat.

“Karena memang ketika Indonesia diemban oleh orang-orang yang kreatif, penuh dengan inovasi, saya yakin bangsa ini menjadi bangsa yang hebat, kuat, bermartabat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP GEKRAFS sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, mengatakan bahwa penguatan ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar potensi kreativitas masyarakat dapat berkembang dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Presiden Prabowo sangat komitmen dengan ekonomi kreatif, bahkan di Asta Cita dua kali beliau menyebutkan ekonomi kreatif. Tentunya perhatian beliau luar biasa dan ini tentunya menjadi semangat kita bersama. Masih banyak lagi yang kita perjuangkan,” kata Kawendra.

Penandatanganan MoU dengan Polri merupakan bagian dari rangkaian agenda puncak HEKRAFNAS 2026. Dalam kegiatan yang sama, GEKRAFS juga menandatangani nota kesepahaman dengan KJRI Pakistan dan Kementerian Hukum RI, serta meluncurkan maskot GEKRAFS Krafa Krafi dan EKRAF Awards.

Melalui semangat Rekacipta, Polri dan GEKRAFS diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk melindungi karya, mengembangkan potensi pelaku ekonomi kreatif, serta mendorong ekonomi kreatif menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.

Polisi Bersama Masyarakat, Polda Metro Jaya Gelar Bakti Kesehatan dan Salurkan 1.000 Paket Sembako di Kampung Ambon

JAKARTA — Polda Metro Jaya menggelar bakti kesehatan dan menyiapkan 1.000 paket sembako bagi warga Kampung Ambon, Kompleks Permata, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang dihadiri Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto ini merupakan bagian dari program Polisi Bersama Masyarakat, sekaligus bentuk kepedulian kepolisian terhadap warga setelah serangkaian penindakan peredaran narkoba di kawasan tersebut.

Pelayanan kesehatan meliputi pengobatan umum dan khitan massal. Sebanyak 10 tenaga medis dilibatkan dengan sasaran 100 penerima layanan kesehatan. Bantuan sosial berupa 1.000 paket sembako juga disiapkan bagi masyarakat RW 07 dan sekitarnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan sosial di Kampung Ambon, yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan rawan peredaran narkoba dan telah menjadi sasaran penindakan intensif kepolisian. Setelah langkah penegakan hukum dilakukan, Polda Metro Jaya melanjutkan pendekatan melalui pelayanan kesehatan, bantuan sosial, dan pendampingan warga untuk mendukung pemulihan lingkungan.

Kapolda Metro Jaya menegaskan, penanganan persoalan narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Diperlukan langkah menyeluruh yang menyentuh kondisi sosial, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat agar persoalan serupa tidak terus berulang.

“Kawasan ini menjadi studi kasus bagaimana penanganan permasalahan tidak hanya dilakukan pada tataran permukaan atau bersifat simptomatis, tetapi juga secara fundamental hingga menyentuh akar persoalannya,” kata Kapolda.

Kapolda juga meminta jajarannya terus mendampingi masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga, serta memastikan berbagai kegiatan memberikan manfaat nyata. “Kita harus memastikan apakah program ini benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menambahkan, kegiatan bakti kesehatan dan bantuan sosial merupakan wujud kepedulian Kepolisian terhadap masyarakat yang terus dilakukan seiring dengan upaya penegakan hukum terhadap peredaran narkoba.

“Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat dan Kerja Melayani Jakarta, kami ingin kehadiran polisi tidak hanya dirasakan dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian dan pendampingan yang nyata. Kami mengajak seluruh warga bersama-sama menjaga lingkungan agar Kampung Ambon semakin aman, sehat, dan nyaman bagi keluarga serta anak-anak kita,” tuturnya.

Kapolda Jambi Pimpin Penanaman Pohon di SPN, Wujudkan Komitmen Green Policing dan Pelestarian Lingkungan

JAMBI – Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., memimpin kegiatan penanaman pohon di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi, Jumat (23/10/2026) pagi. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polda Jambi dalam mendukung program Green Policing guna menjaga kelestarian lingkungan, memperluas penghijauan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap alam.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Subandi, S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, S.I.K., M.Si., Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang, S.I.K., M.M., serta Ka SPN Jambi Kombes Pol. Dili Yanto, S.I.K., S.H., M.H.

Penanaman pohon tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian institusi Polri terhadap lingkungan hidup sekaligus mendukung program prioritas 100 hari Kapolri. Melalui kegiatan ini, Polda Jambi berupaya menciptakan lingkungan yang hijau, bersih, asri, dan berkelanjutan.

Selain melaksanakan penanaman pohon, Kapolda Jambi bersama para pejabat utama Polda Jambi juga memberikan arahan kepada 46 siswa SPN Jambi di Aula Sultha Taha sekitar pukul 09.05 WIB. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepada calon anggota Polri agar memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa program Green Policing merupakan wujud komitmen Polri untuk tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian Polda Jambi terhadap kelestarian lingkungan sekaligus langkah nyata untuk mendukung program Green Policing. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama, sehingga lingkungan tetap hijau, bersih, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji

Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini, termasuk kepada para siswa SPN Jambi yang nantinya akan menjadi anggota Polri dan bertugas melayani masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh personel Polri, khususnya para calon anggota Polri, dapat menjadi teladan dalam menjaga kebersihan, merawat lingkungan, dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan alam. Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi bagi keberlangsungan lingkungan hidup,” tambahnya.

Polda Jambi berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas Polri yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Polres Metro Depok Gelar Apel Siaga Kesiapan Pengamanan Unjuk Rasa

Depok – Polres Metro Depok melaksanakan apel siaga dalam rangka memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi serta mengamankan kegiatan unjuk rasa yang berlangsung di wilayah hukum Polres Metro Depok.

Apel siaga tersebut dipimpin oleh Wakapolres Metro Depok, AKBP Dr. Samian, S.I.K., M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran personel Polres Metro Depok yang terlibat dalam pengamanan.

Dalam arahannya, Wakapolres Metro Depok menekankan pentingnya kesiapsiagaan, kedisiplinan, serta pelaksanaan tugas secara profesional dan humanis. Seluruh personel diminta memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta mengedepankan komunikasi dalam setiap pelaksanaan pengamanan.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap mengedepankan sikap humanis, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jaga keselamatan diri serta ciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tegas AKBP Dr. Samian.

Apel siaga ini juga menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya aksi unjuk rasa.

Dengan kesiapan personel yang optimal, Polres Metro Depok berkomitmen memberikan pelayanan dan pengamanan secara maksimal, sehingga penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

Kaops Damai Cartenz-2026 Tinjau Pos Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz di Sinak, Perkuat Pendekatan Humanis Bersama Masyarakat

Jayapura – Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., bersama para Pejabat Utama Operasi Damai Cartenz-2026 melaksanakan kegiatan asistensi dan peninjauan Pos Satgas Kepolisian yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan peninjauan ke Pos Satgas Tindak, Pos Satgas Gakkum, serta Polsek Sinak. Dalam kesempatan tersebut, Kaops berdialog langsung dengan personel guna memastikan kesiapan operasional, mengevaluasi kondisi fasilitas pendukung, serta memastikan kebutuhan logistik dan perlengkapan personel terpenuhi dengan baik.

Kaops juga memberikan motivasi kepada seluruh anggota agar tetap menjaga semangat pengabdian, meningkatkan disiplin, memperkuat soliditas, serta melaksanakan tugas secara profesional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Tugas yang kita emban merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dan negara. Laksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap profesional, jaga soliditas, serta hadir memberikan rasa aman melalui pelayanan yang humanis kepada masyarakat,” kata Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H.

Selain kegiatan asistensi, personel Satgas Kepolisian yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 turut melaksanakan kegiatan humanis bersama masyarakat Distrik Sinak. Personel membagikan makanan kepada anak-anak, berinteraksi dengan warga, serta membeli hasil bumi yang dijual oleh mama-mama Papua sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Suasana hangat dan penuh keakraban tampak selama kegiatan berlangsung. Kehadiran personel disambut positif oleh masyarakat yang menilai pendekatan tersebut mampu mempererat hubungan antara aparat keamanan dan warga.

Salah seorang mama Papua yang berjualan di sekitar lokasi menyampaikan apresiasinya atas kepedulian personel.

“Kami senang bapak-bapak polisi datang, membeli hasil kebun kami, dan menyapa masyarakat dengan baik. Semoga keadaan tetap aman supaya kami bisa terus bekerja dan mencari nafkah dengan tenang,” ungkapnya.

Menutup kegiatan, Kaops menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Operasi Damai Cartenz tidak hanya diukur dari aspek penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga dari kemampuan seluruh personel dalam membangun komunikasi yang baik serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

“Keberhasilan tugas bukan hanya tercermin dari terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif, tetapi juga dari kepercayaan masyarakat kepada Polri. Karena itu, teruslah hadir dengan sikap yang profesional, proporsional, dan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Kaops Damai Cartenz-2026.

Melalui kegiatan asistensi, pengecekan kesiapan personel, evaluasi dukungan logistik, serta pelaksanaan kegiatan sosial bersama masyarakat, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 terus memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun kemitraan yang harmonis dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Tanah Papua.

Universitas Palangka Raya Perkuat SDM Polri Lewat Pusat Studi Kepolisian

Palangka Raya, 6 Agustus 2026 – Polri terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya yang telah dibentuk pada 10 Maret 2026. Memasuki fase operasionalisasi, pusat studi tersebut diarahkan menjadi ruang kolaborasi antara Polri dan perguruan tinggi untuk menghasilkan riset, inovasi, serta rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan langsung dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Penguatan tersebut dibahas dalam pertemuan strategis Tim Asistensi Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri yang terdiri atas Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., dan Irjen Pol. Dr. Barito Mulyo Ratmono, M.Si., bersama Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Drs. Yosi Muhammartha, serta jajaran Universitas Palangka Raya yang dihadiri Prof. Bayu Rama selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Ir. Herry, M.P. selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Fransisco, S.H., LL.M. selaku Ketua Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya, dan Andika Wijaya, S.H., M.H. selaku Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Hukum.

Forum tersebut menandai tahapan baru pengembangan Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya. Fokus pembahasan bergeser dari pembentukan kelembagaan menuju implementasi program melalui penyusunan roadmap riset, pengembangan Police Science, penguatan pendidikan kepolisian, publikasi ilmiah, serta penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis evidence-based policing. Agenda riset juga diarahkan pada isu-isu strategis seperti transformasi digital kepolisian, keamanan siber, Green Policing, ketahanan pangan, manajemen bencana, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan bahwa penguatan jejaring Pusat Studi Kepolisian merupakan strategi Polri dalam membangun organisasi pembelajar (learning organization) yang mampu menjawab tantangan keamanan masa depan.

“Polri membutuhkan kehadiran kampus, begitu juga kampus membutuhkan ruang implementasi bagi hasil risetnya. Pusat Studi Kepolisian menjadi titik temu keduanya. Di sinilah ilmu pengetahuan bertemu pengalaman lapangan untuk melahirkan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Wakapolri.

Menurut Wakapolri, tantangan kepolisian berkembang jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, kejahatan siber, perubahan iklim, hingga dinamika sosial menuntut Polri memiliki sumber daya manusia yang tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, melakukan analisis, dan mengembangkan inovasi.

“Pusat Studi Kepolisian adalah ruang untuk membangun polisi yang cerdas. Hasil penelitian tidak boleh berhenti menjadi karya akademik, tetapi harus menjadi dasar penyusunan kebijakan, pengembangan model pemolisian, dan inovasi pelayanan kepada masyarakat. Reformasi Polri harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan,” tegas Wakapolri.

Penguatan Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya merupakan bagian dari pengembangan jejaring nasional yang terus diperluas Polri. Hingga Agustus 2026, Polri telah menjalin 79 Nota Kesepahaman (MoU) dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 38 kerja sama telah ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan menghasilkan 54 Pusat Studi Kepolisian, termasuk Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri.

Jejaring tersebut dibangun sebagai ekosistem nasional Police Science yang menghubungkan akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah daerah, dan praktisi kepolisian. Setiap Pusat Studi Kepolisian didorong mengembangkan keunggulan sesuai karakteristik daerah, kemudian saling berbagi hasil riset, inovasi, dan praktik terbaik agar dapat diterapkan secara lebih luas dalam mendukung tugas kepolisian.

Bagi Polri, penguatan jejaring Pusat Studi Kepolisian bukan sekadar memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi, tetapi membangun ekosistem yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praktik kepolisian. Melalui jejaring ini, Polri ingin memastikan setiap hasil riset dapat diterjemahkan menjadi inovasi, model pemolisian, dan rekomendasi kebijakan yang menjawab tantangan nyata di lapangan.

Pusat Studi Kepolisian juga menjadi instrumen pengembangan Police Science yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan personel Polri dalam satu ruang kolaborasi. Dari ruang inilah diharapkan lahir gagasan baru untuk memperkuat transformasi digital kepolisian, keamanan siber, Green Policing, ketahanan pangan, pelayanan publik, hingga pengembangan sumber daya manusia Polri.

Melalui penguatan jejaring yang kini telah mencakup 79 Nota Kesepahaman (MoU), 38 Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 54 Pusat Studi Kepolisian, Polri menegaskan bahwa reformasi kelembagaan tidak hanya dibangun melalui regulasi dan teknologi, tetapi juga melalui budaya riset, inovasi, dan pembelajaran berkelanjutan. Tujuannya adalah menghadirkan personel Polri yang tidak hanya profesional dalam bertugas, tetapi juga mampu berpikir kritis, menghasilkan solusi, dan mengambil keputusan berbasis ilmu pengetahuan untuk memberikan pelayanan yang semakin efektif kepada masyarakat

Kunjungi Dankorps Brimob Polri, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Perkuat Soliditas TNI-Polri

DEPOK – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si., bersama Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando Korps Brimob Polri di Kelapa Dua, Depok, Kamis (6/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat soliditas dan sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan Jakarta sebagai ibu kota negara sekaligus mendukung berbagai agenda strategis nasional.

Rombongan disambut langsung oleh Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat didampingi Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., Danpas Pelopor Korbrimob Polri Brigjen Pol. Gatot Mangkurat PPJ, S.I.K., serta Danpas Gegana Korbrimob Polri Brigjen Pol. Mulyadi, S.I.K., M.H. Turut mendampingi Kapolda dan Pangdam, Asrendam Jaya Brigjen TNI Chandra Ariyadi P., S.I.P., M.Tr.(Han), Asintel Kasdam Jaya Brigjen TNI Sri Marantika Beruh, S.Sos., M.I.Pol., Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., serta Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban dengan membahas penguatan sinergi antarsatuan, peningkatan koordinasi, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai dinamika kamtibmas di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Mengawali pertemuan, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat menegaskan kesiapan Korps Brimob Polri untuk terus mendukung Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya dalam menjaga keamanan ibu kota melalui kolaborasi yang erat dan kesiapsiagaan personel.

“Korps Brimob Polri siap bersinergi dan mendukung setiap langkah Polda Metro Jaya maupun Kodam Jaya dalam menjaga keamanan Jakarta. Dengan kemampuan dan kesiapan yang kami miliki, Korps Brimob siap dilibatkan kapan pun dibutuhkan demi menjaga stabilitas keamanan serta memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat,” kata Komjen Pol. Ramdani Hidayat.

Selanjutnya, Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan Jakarta membutuhkan sinergi yang terbangun secara utuh di seluruh tingkatan organisasi, sehingga setiap kebijakan dan pelaksanaan tugas dapat berjalan selaras di lapangan.

“Jakarta memiliki arti yang sangat strategis bagi bangsa dan negara. Karena itu, sinergitas TNI dan Polri harus terbangun kuat, mulai dari tingkat pimpinan hingga seluruh personel di lapangan. Soliditas dari atas sampai bawah menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan NKRI sekaligus memastikan seluruh aktivitas masyarakat dan agenda nasional dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Letjen TNI Deddy Suryadi.

Menutup rangkaian pertemuan, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menegaskan bahwa soliditas TNI-Polri tidak hanya menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan, tetapi juga merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

“TNI dan Polri merupakan kekuatan sekaligus pilar utama kebangsaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, soliditas, komunikasi, dan koordinasi harus terus kita pelihara agar negara senantiasa hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga stabilitas nasional,” tegas Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

Kunjungan tersebut semakin memperkuat komitmen Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Korps Brimob Polri untuk terus meningkatkan koordinasi, interoperabilitas, dan soliditas antarsatuan. Dengan sinergi yang semakin kokoh, TNI dan Polri siap menjaga Jakarta tetap aman, kondusif, serta mendukung kelancaran berbagai agenda strategis nasional.

TNI PRIMA
POLRI PRESISI
JAGA JAKARTA UNTUK INDONESIA

PENGGANTIAN KAPOLRI “DIHEMBUS OLEH PIHAK PIHAK TERGANGGU KENYAMANANNYA”

Pasca penetapan Febrie Adriansyah menjadi tersangka oleh penyidik Polri, berhembus kencang isu untuk melakukan penggantian Kapolri. Memperkuat isu tersebut muncul isu tambahan, calon pengganti Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pun sudah sempat dipanggil untuk menghadap salah satu pejabat penting dan berpengaruh di Republik ini, namanya isu tentu kebenarannya masih belum dapat dipertanggungjawabkan. Namun bisa juga mengandung kebenaran.

Menanggapi isu itu Prof Dr. Juanda, SH.MH. Guru Besar Hukum Tata Negara Esa Unggul Jakarta menyatakan bahwa jika isu itu menjadi kenyataan. dan terjadi penggantian Kapolri , maka secara hukum tidak ada yang salah dan itu memang yurisdiksi kompetensi Presiden.

Namun yang tidak bisa diterima hukum akal sehat kita di dalam negara hukum seperti Indonesia ini adalah mengapa terhadap Kapolri yang jelas jelas sedang berjuang dan konsisten menjalankan tugas dan wewenangnya dalam memberantas korupsi harus diganti, dianggap salah atau dinilai tidak loyal dengan Presiden, ini merupakan sikap Anomali, negara hukum apa ini , sementara Presiden Prabowo sendiri dari sebelum manjabat Presiden saat kampanye dulu sampai sudah terpilih menjabat Presiden dengan selalu lantang dan tegas menyatakan Bapak Presiden Prabowo akan melawan dan memberantas korupsi, korupsi itu musuh rakyat oleh karena itu bila perlu akan mengejar para koruptor koruptor itu sampai ke antartika. Bahkan siap mati untuk membela kepentingan rakyat. Demikian semangat dan komitmen Presiden Prabowo untuk memberantas Korupsi.

Prof Juanda, merasa aneh dan tidak percaya jika Presiden melakukan penggantian Kapolri di saat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya tegak lurus melaksanakan arahan Presiden dalam pemberantasan korupsi, apalagi kasus dugaan korupsi ini sangat besar nilainya dan tersangkanya adalah eks pejabat tinggi penegak hukum yang sangat strategis. Apa yang dilakukan Kapolri tersebut sepantasnya atau selayaknya Presiden memberikan dukungan penuh dan memberikan penghargaan sebagai prestasi. Sebab sudah barang tentu untuk.membongkar kasus ini sebesar ini tidaklah gampang dan harus memiliki ketangguhan mental yang prima serta didukung tingkat profesionalitas dan alat bukti yang kuat secara hukum.

Jika isu penggantian Kapolri dihembus oleh pihak pihak yang merasa terganggu kenyamanannya akibat ditetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka, tentu Kapolri dan jajarannya tidak perlu ragu dan mundur dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia. Rakyat pasti mendukung dan selalu bersama sama Kapolri dan Penegak hukum lainnya untuk melawan Korupsi dan kita berharap saatnya Presiden membuktikan konsistensi antara ucapan dan tindakan, rakyat menanti itu dan pasti mengawal kasus ini sampai tuntas. jelas Prof Juanda Ketua Dewan Pembina DPP PERADI MAJU mengakhiri.

PENGGANTIAN KAPOLRI “KOMPETENSI ABSOLUT PRESIDEN”

Pasca penetapan Febrie Adriansyah menjadi tersangka oleh penyidik Polri, berhembus kencang isu untuk melakukan penggantian Kapolri. Memperkuat isu tersebut muncul isu tambahan, calon pengganti Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pun sudah sempat dipanggil untuk menghadap salah satu pejabat penting dan berpengaruh di Republik ini, namanya isu tentu kebenarannya masih belum dapat dipertanggungjawabkan. Namun bisa juga mengandung kebenaran.

Menanggapi isu itu Prof Dr. Juanda, SH.MH. Guru Besar Hukum Tata Negara Esa Unggul Jakarta menyatakan bahwa jika isu itu menjadi kenyataan. dan terjadi penggantian Kapolri , maka secara hukum tidak ada yang salah dan itu memang yurisdiksi kompetensi Absolut Presiden.

Namun yang tidak bisa diterima hukum akal sehat kita di dalam negara hukum seperti Indonesia ini adalah mengapa terhadap Kapolri yang jelas jelas sedang berjuang dan konsisten menjalankan tugas dan wewenangnya dalam memberantas korupsi harus diganti, dianggap salah atau dinilai tidak loyal dengan Presiden, ini merupakan sikap Anomali, negara hukum apa ini , sementara Presiden Prabowo sendiri dari sebelum manjabat Presiden saat kampanye dulu sampai sudah terpilih menjabat Presiden dengan selalu lantang dan tegas menyatakan Bapak Presiden Prabowo akan melawan dan memberantas korupsi, korupsi itu musuh rakyat oleh karena itu bila perlu akan mengejar para koruptor koruptor itu sampai ke antartika. Bahkan siap mati untuk membela kepentingan rakyat. Demikian semangat dan komitmen Presiden Prabowo untuk memberantas Korupsi.

Prof Juanda, merasa aneh dan tidak percaya jika Presiden melakukan penggantian Kapolri di saat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya tegak lurus melaksanakan arahan Presiden dalam pemberantasan korupsi, apalagi kasus dugaan korupsi ini sangat besar nilainya dan tersangkanya adalah eks pejabat tinggi penegak hukum yang sangat strategis. Apa yang dilakukan Kapolri tersebut sepantasnya atau selayaknya Presiden memberikan dukungan penuh dan memberikan penghargaan sebagai prestasi. Sebab sudah barang tentu untuk.membongkar kasus ini sebesar ini tidaklah gampang dan harus memiliki ketangguhan mental yang prima serta didukung tingkat profesionalitas dan alat bukti yang kuat secara hukum.

Jika isu penggantian Kapolri dihembus oleh pihak pihak yang merasa terganggu kenyamanannya akibat ditetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka, tentu Kapolri dan jajarannya tidak perlu ragu dan mundur dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia. Rakyat pasti mendukung dan selalu bersama sama Kapolri dan Penegak hukum lainnya untuk melawan Korupsi dan kita berharap saatnya Presiden membuktikan konsistensi antara ucapan dan tindakan, rakyat menanti itu dan pasti mengawal kasus ini sampai tuntas. jelas Prof Juanda Ketua Dewan Pembina DPP PERADI MAJU mengakhiri.

Polres Metro Depok Dukung Ketahanan Pangan Lewat Monitoring Pertanian dan Penanaman Pohon di Yonif TP 899/BSG

DEPOK – Polres Metro Depok menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menghadiri kegiatan monitoring lahan pertanian, peternakan, penebaran benih ikan, dan penanaman pohon yang digelar di kawasan Yonif TP 899/BSG, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Kamis (30/7/2026).

Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Dr. Christian Rony Putra, S.I.K., M.H., hadir bersama Irdam Jaya Brigjen TNI Arie Tri Hedhianto, Dandim 0508/Depok Kolonel Inf. Ginanjar Wahyutomo, Wali Kota Depok Dr. Supian Suri, serta jajaran Forkopimda dan tamu undangan lainnya dalam kegiatan yang menjadi wujud sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, sambutan, dilanjutkan penebaran benih ikan dan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah.

Dalam sambutannya, Danyonif TP 899/BSG Letkol Inf. Satriyo Pinandito menyampaikan bahwa kehadiran Yonif TP bertujuan memperkuat pertahanan teritorial sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah, swasembada, dan ketahanan pangan. Ia juga mengapresiasi dukungan TNI, Polri, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat terhadap pembangunan satuan baru tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Depok Dr. Supian Suri berharap keberadaan Yonif TP dengan fungsi teritorialnya dapat mempercepat pembangunan di wilayah Cipayung, termasuk mendukung rencana pembangunan akses keluar dan masuk Tol Cipayung guna meningkatkan konektivitas serta mempermudah mobilitas masyarakat.

Melalui kehadiran dalam kegiatan ini, Polres Metro Depok menegaskan dukungannya terhadap program-program strategis pemerintah yang berorientasi pada ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta penguatan sinergitas lintas sektor demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta tersebut berakhir pada pukul 09.15 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta kondusif.