Category: Uncategorized

  • Polsek Cikarang Pusat Gelar Operasi Kejahatan Jalanan Antisipasi 3C

    Senin malam, 23 September 2025, tepat pukul 23.40 WIB, Polsek Cikarang Pusat menggelar Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) untuk mengantisipasi tindak kejahatan berupa curat, curas, dan curanmor (3C) di wilayah hukumnya. Operasi ini dipimpin langsung oleh Iptu Akhmad Surbakti, SH., dengan melibatkan personel dari berbagai satuan seperti Reskrim, Samapta, Binmas, dan Lantas. Kegiatan berlangsung intensif dengan sasaran kendaraan bermotor yang melintas di kawasan tersebut.

    Dalam operasi ini, petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap kendaraan yang melewati wilayah hukum Polsek Cikarang Pusat. Metode body system yang melibatkan Intel dan Reskrim diterapkan untuk memeriksa secara ketat barang bawaan pengendara, guna antisipasi penyelundupan senjata tajam, bahan peledak, maupun narkoba. Pengawasan ini diharapkan mampu mencegah potensi tindak kriminal yang membahayakan keamanan masyarakat.

    Hasil operasi mencatat satu unit sepeda motor Honda Vario warna abu metalik diamankan karena tidak dilengkapi dengan surat kendaraan resmi (STNK). Pengendaranya kemudian diarahkan untuk melengkapi dokumen kendaraan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penertiban sekaligus menjaga ketertiban dalam berlalu lintas.

    Setelah operasi selesai, Polsek Cikarang Pusat melanjutkan patroli mobile sebagai langkah preventif menghadapi potensi gangguan keamanan seperti tawuran dan kejahatan jalanan lainnya. Situasi di wilayah hukum saat ini dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif, dengan pengawasan ketat dari aparat kepolisian setempat.

  • SINERGI DUA JALUR PEMBENAHAN POLRI: MENJAWAB KRITIK TERHADAP TIM BENTUKAN KAPOLRI

    Pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuai kritik karena dianggap eksklusif dan tidak melibatkan masyarakat sipil.

    Menurut Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi, kritik tersebut sesungguhnya lahir dari kesalahpahaman mengenai mandat, ruang lingkup, dan tujuan tim yang dibentuk oleh Kapolri.

    “Tim ini tidak dapat disamakan dengan Tim Reformasi Polri yang dibentuk oleh Presiden, karena keduanya memiliki karakteristik, komposisi, dan sasaran yang berbeda,” kata Haidar Alwi, Senin (22/9/2025) malam.

    Menurutnya, tim bentukan Kapolri adalah tim internal yang ditugaskan untuk mengkaji, merancang, dan melaksanakan perubahan di tubuh Polri berdasarkan mandat konstitusional dan kebutuhan organisasi.

    Fokus utamanya adalah melakukan evaluasi mendalam terhadap struktur kelembagaan, sistem manajemen, mekanisme pengawasan internal, serta tata kelola sumber daya manusia.

    “Dengan kata lain, tim ini bekerja dari dalam untuk menyiapkan kerangka teknokratis dan operasional reformasi Polri, sehingga pembenahan (reformasi) tidak berhenti pada wacana, tetapi memiliki pijakan nyata di tingkat kelembagaan,” ungkap Haidar Alwi.

    Sementara itu, Tim Reformasi Polri bentukan Presiden memiliki pendekatan yang berbeda-beda karena melibatkan berbagai unsur, baik sipil masyarakat, akademisi, tokoh masyarakat, hingga lembaga negara lainnya.

    Mandatnya lebih luas karena ditujukan untuk memberikan masukan strategis dari luar institusi kepolisian, menjamin keterbukaan, serta mengawal agar proses reformasi sejalan dengan harapan masyarakat.

    “Tim ini berfungsi sebagai penyeimbang dan pemberi perspektif eksternal sehingga tidak terjadi bias kepentingan internal yang berpotensi merusak tujuan pembenahan (reformasi),” ujar Haidar Alwi.

    Dengan demikian, kedua tim tersebut bukanlah bentuk duplikasi, melainkan saling melengkapi. Tim internal yang dibentuk Kapolri bekerja pada tingkat teknis-operasional untuk membenahi jantung organisasi.

    Sedangkan tim bentukan Presiden bertugas memberikan pengawasan dan Arah normatif agar reformasi benar-benar menyentuh aspek transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada masyarakat.

    Kritik yang menyamakan keduanya sebagai langkah eksklusif justru dapat mereduksi esensi pembenahan Polri. Reformasi institusi sebesar Polri memang membutuhkan dua jalur sekaligus: pembenahan internal yang sistematis serta partisipasi eksternal yang inklusif.

    “Tanpa sinergi keduanya, pembenahan (reformasi) hanya akan menjadi slogan kosong yang terjebak dalam kepentingan politik maupun birokratis,” ungkap Haidar Alwi.

    Apabila masyarakat memahami perbedaan mandat dan fungsi antara tim bentukan Kapolri dan tim bentukan Presiden, maka kritik yang menuduh eksklusivitas akan kehilangan relevansinya. Yang diharapkan bukan penolakan, melainkan pengawalan agar kedua tim ini dapat berjalan paralel, saling mengisi, dan berakhir pada pembenahan Polri yang benar-benar kredibel.

    “Sebab, kepercayaan publik tidak dibangun semata-mata oleh narasi, melainkan oleh kerja nyata yang ditopang oleh kolaborasi internal dan eksternal secara simultan,” pungkas Haidar Alwi.

  • Kapolri Dorong Polantas Tingkatkan Pelayanan Humanis, Dekat dengan Masyarakat

    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas) meningkatkan pelayanan yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Pesan itu disampaikan Sigit saat menghadiri syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 di Auditorium Mutiara STIK/PTIK, Jakarta Selatan, Senin (22/9/2025).

    “Harapan kita untuk Korlantas jauh lebih bisa humanis, jauh lebih bisa dekat dengan masyarakat,” ujar Sigit.

    Menurutnya, polantas adalah garda terdepan Polri yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat di jalan raya. Karena itu, pelayanan yang mengedepankan nilai kemanusiaan menjadi prioritas.

    “Karena kita tahu pada saat berinteraksi dengan masyarakat di jalan, baik pagi, siang, malam kita menghadapi situasi masyarakat yang mungkin sedang capek, sedang buruk. Sehingga tentunya pelayanannya pun juga harus lebih humanis,” tuturnya.

    Sigit juga menekankan pentingnya prinsip senyum, sapa, dan salam dalam pelaksanaan tugas-tugas Polantas di lapangan. “Jadi tadi disampaikan bahwa senyuman adalah markah utama,” ucapnya.

    Dia menilai komunikasi yang baik merupakan kunci penyelesaian persoalan di lapangan, termasuk saat terjadi selisih paham antara petugas dan masyarakat.

    “Komunikasi yang bagus itu bisa mengubah, karena apapun seluruh pengguna jalan adalah masyarakat yang harus kita berikan hak yang sama. Sehingga tentunya kita hindari memberikan teguran yang sifatnya sanksi, tapi bagaimana kemudian membangunkan kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga keselamatan dan keamanan berlalu lintas di jalan,” jelas Sigit.

    Kapolri juga mengapresiasi pemanfaatan teknologi yang dilakukan Korps Lalu Lintas Polri melalui aplikasi Digital Korlantas. Menurutnya, inovasi itu mempermudah masyarakat mengakses layanan sekaligus memperkecil ruang birokrasi yang rawan penyalahgunaan.

    “Sehingga pelayanan yang diberikan tentunya mempermudah, memperkecil ada ruang-ruang birokrasi yang berpotensi terjadi penyalahgunaan,” ujarnya.

    Acara syukuran tersebut juga dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Karkorlantas Irjen Agus Suryonugroho, Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Dek Gam, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait. Komunitas pengemudi ojek online dan masyarakat turut hadir memeriahkan peringatan bertema “Lalu Lintas Modern yang Berkeselamatan.”

  • Hadiri Syukuran HUT Lalu Lintas ke-70, Kapolri Luncurkan Digital Korlantas dan Sematkan Pin Emas

    Jakarta. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 tahun 2025 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Senin (22/9/2025). Acara ini mengusung tema “Lalu Lintas Modern yang Berkeselamatan Menuju Indonesia Emas.”

    Jenderal Sigit langsung meninjau pameran syukuran HUT Lalu Lintas ke-70 saat tiba di lokasi. Setelah itu, Kapolri memasuki ruang acara dan berfoto bersama, diikuti dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Polantas, dan pemutaran video selayang pandang Korlantas dari masa ke masa.

    Dalam peringatan HUT Lalu Lintas ke-70 ini, Kapolri berharap Korlantas terus melakukan pelayanan yang terbaik. Jenderal Sigit pun mengapresiasi Korlantas yang terus memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memberikan pelayanan.

    “Sehingga pelayanan yang diberikan tentunya mempermudah, memperkecil ada di ruang-ruang birokrasi yang tentunya potensi terjadi penyalahgunaan itu tentunya akan kita lakukan kekajian,” ungkap Kapolri.

    Diharapkan Kapolri, Korlantas akan lebih humanis dan dekat dengan masyarakat. Sebab, Korlantas menjadi salah satu Satker yang terus berinteraksi dengan masyarakat di jalan dan menghadapi berbagai situasi.

    “Jadi tadi disampaikan bahwa senyuman adalah markah utama. Jadi saya harapkan dengan hal-hal yang sifatnya dialog, lalu kemudian komunikasi yang bagus itu bisa merubah karena apapun seluruh pengguna jalan adalah masyarakat yang harus kita berikan hak yang sama, sehingga tentunya kita hindari memberikan teguran yang sifatnya sanksi, tapi bagaimana kemudian membangunkan kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga keselamatan dan keamanan berlalu lintas di jalan,“ jelas Kapolri.

    Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho pun dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap seluruh jajaran lalu lintas yang telah berinovasi untuk pelayanan masyarakat. Ia pun memberikan Pin Emas Kapolri kepada tokoh yang dinilai berkontribusi pada kemajuan layanan lalu lintas.

    Penyematan Pin Emas Kapolri diberikan kepada: Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si. (Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI); Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Aan Suhanan, M.Si. (Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI); dan Dr. Drs. Rivan Achmad Purwantono, S.H., M.H. (Direktur Utama PT Jasa Marga).

    Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada anggota berprestasi, yaitu Aipda Mardison Debataraja dari Polres Jayawijaya, Papua, yang menjadi korban penembakan KKB saat bertugas.

    Peluncuran aplikasi “Digital Korlantas” menjadi sorotan utama acara. Platform ini mengintegrasikan seluruh layanan Korlantas Polri dalam satu sistem terpadu dengan keamanan tingkat tinggi. Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui Play Store dan App Store.

    Digital Korlantas diharapkan mempermudah dan mempercepat proses pelayanan SIM, STNK, BPKB, dan layanan lainnya. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur Digital ID untuk mendigitalisasi dokumen fisik, serta membantu petugas memverifikasi keaslian data.

    Acara syukuran turut diwarnai prosesi pemotongan tumpeng di 70 titik secara serentak. Kapolri menyerahkan tumpeng kepada dua anggota berprestasi, yakni Brigadir Rian Hendris Saputra, S.H. (Juara 1 Kejuaraan Internasional Brazilian Jujitsu di Jakarta) dan Brigadir Rizka Dyah Febriyanti, S.Kom. (Peserta World Police and Fire Games Open Tournament 2025 di Alabama).

    Pameran HUT Lalu Lintas ke-70 juga menampilkan beragam inovasi teknologi Korlantas Polri seperti ERI, Anjungan Mandiri SIGNAL, RFID, aplikasi SINAR, e-BPKB, TAA, ETLE-FR, TAR, Smart City, Algoritma Road Safety, K3i, hingga program “Polantas Menyapa”. Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan modern menuju Indonesia Emas 2045.

  • Polda Metro Jaya Gelar Patroli Humanis Untuk Jaga Jakarta

    Jakarta – Polda Metro Jaya terus berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui patroli skala besar yang dikemas dengan pendekatan humanis. Kali ini, patroli dilaksanakan di dua kelompok wilayah, yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.

    Kasiaga 3 Bagdalops Biro Operasi Polda Metro Jaya, AKBP Dr. S.F. Aritonang, S.Sos., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan nyata terhadap program Jaga Jakarta+.

    “Patroli ini kami lakukan dengan melibatkan personel Gabungan, Kami mengedepankan metode dialogis, termasuk menghadirkan personel Polwan, agar lebih dekat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar AKBP Aritonang, Senin (22/9/2025).

    Ia menambahkan, kehadiran polisi di jalan bukan sekadar untuk pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. “Kami ingin terlihat dan benar-benar bermanfaat buat masyarakat. Semoga dengan patroli ini, potensi kerawanan, tindak kejahatan, maupun gangguan ketertiban bisa dicegah sejak dini,” katanya.

    Selain itu, AKBP Aritonang menegaskan bahwa kegiatan ini juga berorientasi pada pelayanan cepat terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan di jalan. “Kami siap melayani, sekaligus membangun hubungan baik dengan masyarakat. Inilah cara kami mendukung program Jaga Jakarta, demi mewujudkan ibu kota yang aman, tertib, dan nyaman untuk semua,” pungkasnya.

    Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi menyampaikan patroli skala besar ini menjadi salah satu agenda rutin Polda Metro Jaya untuk memastikan Jakarta tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.

    “Patroli ini merupakan kegiatan rutin dan dilakukan di seluruh wilayah hukum Polda Metro. Sesuai perintah Pak Kapolda, kami akan terus melakukan patroli untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Brigjen Ade Ary.

  • Wakapolres Metro Jakarta Utara Gelar “Minggu Kasih” di Gereja GPSI Soteria Tanjung Priok

    Jakarta Utara – Polres Metro Jakarta Utara melaksanakan program Minggu Kasih di Gereja GPSI Soteria, Jalan Gembira Terusan, Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, pada Minggu (21/9/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP James H. Hutajulu, S.I.K., S.H., M.H., M.I.K., dan dihadiri jajaran Polres serta Polsek Tanjung Priok bersama pengurus gereja.

    Dalam sambutannya, AKBP James H. Hutajulu menyampaikan bahwa Minggu Kasih merupakan inisiatif Kapolri yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai wadah silaturahmi, komunikasi, dan penyampaian himbauan Kamtibmas kepada masyarakat.

    “Kami hadir di tengah Bapak Ibu untuk menyampaikan beberapa perhatian penting terkait keamanan di wilayah Jakarta Utara. Ada tiga hal utama, yaitu pencegahan tawuran remaja, pemberantasan narkoba, dan penanggulangan premanisme,” ungkap Wakapolres.

    Ia menekankan pentingnya peran keluarga, lingkungan, sekolah, dan juga lembaga keagamaan dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif. Selain itu, masyarakat juga diimbau aktif melaporkan segala bentuk gangguan Kamtibmas melalui layanan darurat Polri di nomor 110 yang tersedia 24 jam tanpa biaya.

    Pengurus Gereja GPSI Soteria menyambut baik kehadiran Polri. Sekretaris Gereja, Debbei Barra Ruru, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian jajaran kepolisian. “Kami berharap pesan-pesan Kamtibmas ini bisa semakin memperkuat rasa aman dan kondusif di tengah jemaat,” ujarnya.

    Pendeta Dr. Kalvin Sinain M.Th juga menyoroti persoalan premanisme yang masih terjadi di masyarakat. “Kami berharap kepolisian cepat menindaklanjuti agar tidak mengganggu ketertiban di sekitar lingkungan,” katanya.

    Sementara itu, Ketua 1 Gereja, Paulus Moko Daser, menyinggung pengalaman jemaat terkait kasus curanmor tahun lalu. Menanggapi hal itu, AKBP James H. Hutajulu mendorong pemasangan CCTV dan penggunaan kunci ganda sebagai langkah pencegahan.

    Kegiatan Minggu Kasih diakhiri dengan foto bersama antara jajaran Polres, Polsek, dan pengurus Gereja GPSI Soteria. Hingga selesai, acara berjalan aman dan kondusif.

  • Wakapolri Tinjau Pembangunan SPPG Polri Polda Jateng

    Wakapolri Tinjau Pembangunan SPPG Polri Polda Jateng

    Semarang – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.) meninjau secara langsung pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang berada di Jl. Empu Sendok Raya, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.

    Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Hingga hari ini, pembangunan SPPG ini telah mencapai 98,5 persen dan telah memasuki tahap akhir persiapan sebelum dapat dioperasikan penuh.

    SPPG di lokasi ini nantinya akan melayani sedikitnya 4.000 penerima manfaat, yang terdiri dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan pelajar. Untuk mendukung operasionalnya, telah disiapkan sebanyak 53 relawan yang akan bertugas dalam proses distribusi serta pendampingan gizi di lapangan.

    Pembangunan gedung SPPG Polri merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program Pemerintah dalam memberikan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada seluruh masyarakat Indonesia. Berdasarkan data terkini, Polri telah memiliki:
    • 102 unit SPPG yang telah beroperasi penuh dan melayani masyarakat di berbagai daerah.
    • 31 unit berada pada tahap persiapan pembangunan.
    • 484 unit lainnya sedang dalam tahap pembangunan.

    Dengan demikian, total terdapat 617 unit SPPG Polri yang telah masuk dalam peta pembangunan nasional. Angka ini mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan sosial bagi kelompok rentan.

    Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri menegaskan bahwa keberadaan SPPG Polri bukan hanya wujud dukungan terhadap kebijakan pemerintah, tetapi juga bentuk nyata dari kehadiran Polri untuk membentuk generasi emas 2045.

    “Program MBG Polri merupakan komitmen Polri untuk memastikan masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa, mendapatkan akses gizi yang layak dan terjangkau untuk mewujudkan generasi Indonesia emas 2045. Kami juga mendorong SPPG Polri segera beroperasi melayani masyarakat, terutama para penerima manfaat,” ujar Komjen Pol Dedi.

    Pembangunan SPPG ini diharapkan dapat segera diresmikan dalam waktu dekat, menyusul penyelesaian tahap akhir yang kini hampir rampung. Dengan progres yang terus berjalan di seluruh daerah, Polri menargetkan semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat dari program gizi berkelanjutan ini.

  • Libatkan Warga Sekitar, Wakapolri Sebut SPPG Polri di Gedawang Sebagai Bukti Kepedulian Polri Pada Masyarakat

    Libatkan Warga Sekitar, Wakapolri Sebut SPPG Polri di Gedawang Sebagai Bukti Kepedulian Polri Pada Masyarakat

    Polda Jateng, Kota Semarang | Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., meninjau langsung progres pembangunan Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) Polri yang berlokasi di Aspol Gedawang, Jalan Empu Sendok Raya, Banyumanik, Kota Semarang, Sabtu (20/9/2025).

    Dalam kesempatan itu, Wakapolri didampingi Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Wakapolda Brigjen Pol Latif Usman, para Pejabat Utama Polda Jateng, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi, serta jajaran PJU Polrestabes Semarang.

    Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa SPPG Gedawang akan memiliki kapasitas produksi yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah di sekitar lokasi.

    “Setiap harinya, SPPG ini mampu memproduksi hingga 4.100 porsi makanan bergizi yang akan didistribusikan kepada 1.840 siswa SD, 1.675 siswa SMP, dan 585 siswa SMA/SMK di wilayah Gedawang dan sekitarnya. Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak bangsa, tetapi juga memperkuat upaya pemerintah dalam penanggulangan stunting secara nasional,” ungkapnya.

    Kepala Proyek, Dwi Agung, SPPG Polri Gedawang menjelaskan bahwa dibangun di atas lahan seluas 1.535 m² dengan luas bangunan mencapai 611 m². Proses pembangunannya berlangsung cepat, hanya memakan waktu dua bulan sejak awal Agustus, dan ditargetkan rampung pada akhir September 2025. Dirinya menyebut pembangunannya selama ini telah berjalan sesuai dengan rencana dan diharapkan SPPG ini sudah mulai beroperasi pada awal Oktober mendatang.

    “Progres pembangunan sudah hampir selesai, dan kami optimistis SPPG ini dapat segera berproduksi sesuai jadwal,” jelasnya.

    Dalam operasionalnya, SPPG Gedawang tidak hanya mengedepankan kuantitas, tetapi juga kualitas. Hal itu ditegaskan Annisa Shafa, ahli gizi di SPPG Gedawang.

    “Sebagai ahli gizi, tugas kami memastikan menu yang disiapkan seimbang, bergizi, dan sesuai standar. Selain itu, kami juga mengawasi sanitasi dan kebersihan mulai dari proses produksi hingga makanan siap didistribusikan. Harapannya, SPPG ini memberi manfaat luas, tidak hanya untuk anak sekolah, tapi juga ibu hamil dan menyusui,” tuturnya.

    Selain memberi manfaat kesehatan, SPPG juga membuka lapangan kerja baru. Sebanyak 54 tenaga kerja lokal dari Kelurahan Gedawang dilibatkan sebagai pegawai, mulai dari tenaga produksi, administrasi, hingga distribusi.

    Salah satunya adalah Prinawati, warga Gedawang yang kini bertugas sebagai akuntan. Dirinya tertarik menjadi pegawai di SPPG Polri Gedawang usai mendapat informasi pekerjaan ini dari ketua RT dan kelurahan.

    “Saya tertarik bergabung karena ingin ikut mendukung program pemerintah memenuhi gizi anak-anak sekolah. Semoga program ini berjalan lancar dan bisa membantu mengentaskan stunting, sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya.

    Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan komitmen Polri untuk terus mendukung program-program strategis yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan hadirnya SPPG Polri Gedawang, diharapkan kualitas gizi generasi muda meningkat, masalah stunting dapat ditekan, sekaligus memberikan dorongan ekonomi bagi warga sekitar.

    “Keberadaan SPPG ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi Polri dengan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan rakyat. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta mendukung program ini, agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi generasi mendatang,”

  • Polda Metro Jaya Gelar Program Satu Jam Mengaji Bersama Polisi di Jagakarsa, Ajak Warga Jaga Jakarta

    Polda Metro Jaya Gelar Program Satu Jam Mengaji Bersama Polisi di Jagakarsa, Ajak Warga Jaga Jakarta

    Jakarta – Direktorat Binmas Polda Metro Jaya kembali melaksanakan program Satu Jam Mengaji Bersama Polisi sebagai bagian dari kegiatan cooling system untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Kegiatan berlangsung pada Jumat (19/9/2025) di Masjid Jami Al Mubarok, Jalan Raya Lenteng Agung No. 42, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    Program ini dipimpin oleh Kasubditbinpolmas Ditbinmas Polda Metro Jaya, AKBP H. Jajang Hasan Basri, S.Ag., M.Si., mewakili Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Harri Muharram Firmansyah, S.I.K. Ia didampingi beberapa personel Ditbinmas serta Bhabinkamtibmas Jagakarsa, Aipda Ronny.

    Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DKM Masjid Jami Al Mubarok, Ust. H. Duloh, pengurus masjid Ust. Sigit, Imam Masjid Ust. Toni, dan para jamaah.

    Rangkaian kegiatan dimulai dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan sambutan DKM Masjid, penyampaian materi program oleh AKBP Jajang Hasan Basri, sesi tanya jawab, penyerahan sarana kontak, hingga penutupan dengan doa dan foto bersama.

    Dalam materinya, AKBP Jajang menekankan pentingnya memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan umat sekaligus sarana menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). “Dengan memakmurkan masjid, umat akan terbantu kebutuhannya, sehingga situasi kamtibmas tetap kondusif. Mari bersama-sama kita Jaga Jakarta agar tetap aman, damai, dan sejuk,” ujarnya.

    Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi maupun menyebarkan hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan. Ia menyinggung peristiwa akhir Agustus lalu yang sempat menorehkan duka bagi bangsa, sebagai pelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyalurkan aspirasi.

    Program Satu Jam Mengaji Bersama Polisi menjadi salah satu wujud pendekatan humanis Polda Metro Jaya dalam merangkul masyarakat melalui kegiatan keagamaan. Diharapkan, kegiatan ini dapat terus digelar di masjid-masjid lainnya untuk mempererat persaudaraan, memperkuat ukhuwah, sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama Jaga Jakarta.

  • Rayakan HUT ke-77, Polwan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Gelar Bakti Sosial dan Santuni Anak Yatim

    Rayakan HUT ke-77, Polwan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Gelar Bakti Sosial dan Santuni Anak Yatim

    Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-77 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, jajaran Polwan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggelar kegiatan bakti sosial, doa bersama, serta pemberian santunan kepada anak yatim/piatu pada Jumat (19/9/2025).

    Acara berlangsung di halaman serta Musholla Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Sebanyak 300 orang menerima manfaat dari kegiatan tersebut, di antaranya 62 pekerja harian lepas (PHL), 33 pasukan kuning, 99 wartawan Forum Wartawan Polri (FWP), 7 tukang taman, 15 pengurus Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya, serta 84 anak yatim/piatu.

    Kegiatan diawali dengan doa bersama anak yatim yang dipimpin oleh Ustad Asep. Doa khusus dipanjatkan untuk kesehatan, keselamatan, dan kelancaran tugas seluruh keluarga besar Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, dan secara umum Polri semuanya.

    Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, SIK, MSi, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial Polri.
    “Bakti sosial ini adalah wujud rasa syukur sekaligus komitmen Polwan Ditreskrimsus untuk terus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya sekadar berbagi, tapi juga mempererat kebersamaan dan menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama,” ungkapnya.

    Bantuan yang diberikan berupa paket sembako beras 5 kilogram dan dana tali asih. Penyaluran bantuan disiapkan langsung oleh jajaran Ditreskrimsus di bawah arahan Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

    Salah satu penerima bantuan, Rani (12), anak yatim dari Jakarta Timur, mengaku senang dengan adanya kegiatan ini.
    “Terima kasih banyak kepada bapak dan ibu polisi. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk saya dan teman-teman. Kami merasa diperhatikan,” katanya dengan wajah ceria.

    Apresiasi juga datang dari salah satu wartawan Forum Wartawan Polri (FWP) yang turut menerima bantuan.
    “Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Ditreskrimsus, terutama Polwan yang selalu menunjukkan kepedulian. Ini bukti bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tapi juga peduli pada masyarakat,” ujarnya.

    Kegiatan bakti sosial dalam rangka HUT ke-77 Polwan RI ini berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Momen ini sekaligus menjadi refleksi bahwa Polwan bukan hanya menjadi garda terdepan dalam tugas kepolisian, tetapi juga memiliki peran penting dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.