Depok – Pada hari Selasa, 4 November 2025 sekitar pukul 10.00 WIB, Piket Reskrim, Piket SPKT, dan Pawas Polsek Cinere mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dugaan tindak pidana pencurian di dalam angkot yang terjadi di Jl. Cinere Raya, dekat Bank BNI KCP Cinere, Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, Kota Depokyang terjadi pada hari Senin, 3 November 2025 Sekitar pukul 11.30 WIB dengan korban seorang perempuan berusia sekitar 40 tahun yang belum diketahui identitasnya.
Berdasarkan keterangan saksi bernama Sdr. Bager, yang saat itu tengah berjualan kaos kaki di dekat Bank BNI Cinere, sekitar pukul 11.30 WIB ia melihat seorang perempuan turun dari angkot 102 jurusan Parung Bingung – Pondok Labu sambil membawa sebuah tas tangan.
Beberapa saat setelah berjalan sekitar lima meter ke arah Perempatan Markisa, perempuan tersebut berteriak meminta tolong dan menyampaikan bahwa handphone miliknya telah hilang.
Saksi Sdr. Bager kemudian menghampiri korban dan menanyakan apa yang terjadi. Korban menjelaskan bahwa handphone miliknya diduga dicopet oleh salah satu penumpang angkot yang sebelumnya ia tumpangi.
Mengetahui hal tersebut, saksi menyarankan korban untuk mengejar angkot tersebut menggunakan angkot lain, dan korban pun segera naik angkot berikutnya dengan maksud mengejar pelaku.
Dari pengamatan saksi, ia menaruh kecurigaan terhadap salah satu penumpang laki-laki yang berada di dalam angkot tersebut dengan ciri-ciri sebagai berikut: • Berbadan gemuk, • Menggunakan jaket jeans, • Membawa tas ransel, • Memakai masker.
Saksi menuturkan bahwa sebelum korban menyadari kehilangan barangnya, ia sempat melihat laki-laki tersebut memasukkan sesuatu ke dalam tas ransel yang dibawanya. Kejadian tersebut sempat terlihat jelas karena angkot berhenti di dekat lokasi saksi berjualan kaos kaki.
Mendapat laporan tersebut, petugas Piket Reskrim, SPKT, dan Pawas Polsek Cinere segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP awal, mencatat keterangan saksi, serta melakukan penelusuran terhadap angkot dan pelaku yang diduga melakukan pencurian.
Hingga saat ini, Unit Reskrim Polsek Cinere masih melakukan penyelidikan lanjutan guna mengidentifikasi korban, mencari keberadaan pelaku, serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Polsek Cinere – Polres Metro Depok mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap barang bawaan saat berada di transportasi umum, dan segera melaporkan kejadian serupa kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.
Depok – Kepolisian Sektor (Polsek) Cinere terus mengintensifkan komunikasi dengan masyarakat melalui program unggulan Ngopi Kamtibmas (Ngobrol Santai Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Kegiatan dialogis yang digelar dalam suasana santai ini kali ini dilaksanakan di Poskamling Ketapang, Jalan Sungai RT 002/RW 02, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok, pada Senin (3/11/2025) pukul 22.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Jati Baru Aiptu Edwien Andriansyahbersama Panit Binmas Polsek Cinere Ipda Jarot. Keduanya berinteraksi langsung dengan warga setempat, mendengarkan berbagai masukan, keluhan, serta membahas potensi kerawanan di lingkungan sekitar.
Aiptu Edwien Andriansyah menjelaskan bahwa Ngopi Kamtibmas merupakan bentuk nyata komitmen Polri untuk hadir dan dekat di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk bertukar informasi. Kami tidak hanya memberikan imbauan kamtibmas, tetapi juga mendengar langsung aspirasi dan kekhawatiran warga. Dengan duduk bersama sambil ngopi santai, diharapkan tidak ada lagi jarak antara polisi dan masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ipda Jarot menekankan pentingnya partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama melalui kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).
“Poskamling adalah ujung tombak keamanan. Kami mengajak seluruh warga untuk terus mengaktifkan Siskamling, mewaspadai potensi pencurian, kenakalan remaja, dan peredaran narkoba. Segera laporkan kepada kami jika menemukan hal-hal mencurigakan,” imbaunya.
Kegiatan Ngopi Kamtibmas di Poskamling Ketapang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Polsek Cinere dan masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar patroli malam di sejumlah wilayah Jakarta, khususnya kawasan Jakarta Pusat pada Selasa (04/11/2025). Sebanyak 50 personel gabungan dari Polri dan Satpol PP DKI Jakarta diturunkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga Ibu Kota.
Kabawaskon Biro Logistik Polda Metro Jaya, AKBP Harry Gunawan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
“Pada malam hari ini kami melaksanakan patroli dengan kekuatan 50 personel menuju wilayah pusat. Dalam pelaksanaannya, kami berkomitmen untuk meningkatkan rasa aman sekaligus memberikan kenyamanan kepada masyarakat,” ujar Harry.
Selain melakukan patroli di titik-titik rawan, petugas juga melaksanakan kegiatan dialogis dengan masyarakat yang sedang melintas di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI). Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi warga sekaligus memberikan imbauan kamtibmas secara langsung agar masyarakat turut berperan aktif menjaga ketertiban di lingkungannya.
Harry menambahkan, kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bukan hanya sebagai langkah pencegahan tindak kriminalitas, tetapi juga bentuk nyata pelayanan Polri agar warga dapat beraktivitas dengan aman dan tenang.
Patroli malam ini juga menjadi bagian dari agenda rutin yang sejalan dengan arahan Kapolda Metro Jaya, guna memastikan Jakarta tetap aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warganya.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, mari bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Jakarta,” pungkas Harry.
Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memberikan penghargaan kepada Rahmad Fauzi, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam program Ojol Kamtibmas, atas aksi cepat dan kepeduliannya membantu kepolisian dalam menggagalkan tindak pidana pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Timur.
Penghargaan diberikan pada saat apel yang digelar di Halaman Mako Polres Metro Jakarta Timur, Senin (3/11/2025) pagi.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menjelaskan bahwa pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus menjadi mitra kepolisian dalam mencegah tindak kejahatan di wilayahnya.
“Tadi pagi kita melaksanakan apel sekaligus memberikan penghargaan kepada salah satu rekan kita, Ojol Kamtibmas, yang telah membantu kepolisian dalam mencegah tindak pidana pencurian sepeda motor di wilayah Jakarta Timur,” ujarnya.
lanjut, Program Ojol Kamtibmas tersebut dicanangkan oleh Bapak Kapolri pada 23 Oktober lalu di Monas. Para ojol ini menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta berperan aktif dalam pencegahan kejahatan di jalanan.
Diketahui, Ahmad Fauzi berhasil menggagalkan aksi pencurian sepeda motor dengan mengamankan barang bukti dan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian, hingga pelaku berhasil diamankan.
“Beliau sigap melihat adanya kejadian pencurian, kemudian mengamankan barang bukti, berkoordinasi dengan polisi, dan turut membantu dalam proses penangkapan pelaku. Ini adalah tindakan luar biasa yang patut diapresiasi,” tuturnya
sementara, Rahmad Fauzi mengaku tidak menyangka akan mendapat penghargaan langsung dari Kapolda Metro Jaya.
“Saya hanya ingin membantu agar lingkungan aman. Saat melihat ada kejadian, saya langsung lapor ke polisi dan bantu amankan pelakunya sampai petugas datang. Saya berterima kasih atas penghargaan ini,” ucapnya dengan penuh haru.
tidak hanya itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan apresiasi terhadap aksi heroik Rahmad Fauzi tersebut merupakan bukti nyata kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.
“Program Ojol Kamtibmas ini adalah bentuk kemitraan Polri dengan masyarakat. Pak Kapolda memberikan penghargaan sebagai bentuk terima kasih kepada warga yang berkontribusi nyata dalam pencegahan kejahatan. Saudara Rahmad Fauzi telah menjadi contoh bahwa kepedulian bisa menyelamatkan banyak orang,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan Polda Metro Jaya akan memperluas pembinaan Ojol Kamtibmas ke seluruh wilayah hukum jajaran Polda Metro Jaya.
“Kami ingin semakin banyak pengemudi ojol yang menjadi mitra Polri. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan humanis,” imbuhnya.
Melalui penghargaan ini, Polda Metro Jaya berharap agar masyarakat semakin bersemangat untuk berkolaborasi dengan kepolisian. Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen warga.
“Apa yang dilakukan Saudara Ahmad Fauzi menjadi contoh bagi kita semua. Ketika masyarakat peduli dan mau berbuat, maka Jakarta akan menjadi kota yang aman dan nyaman untuk semua,” pungkasnya
Denpasar, 30 Oktober 2025 — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan pembenahan menyeluruh dalam pelayanan publik, menjawab tuntutan masyarakat akan kinerja kepolisian yang cepat, adil, dan transparan. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau langsung implementasi Pamapta dan peningkatan pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Polresta Denpasar, Polda Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri yang menjadi tonggak penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.
Sesuai dengan instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., seluruh pelayanan kepolisian di SPKT — baik di tingkat Polsek, Polres, hingga Polda di seluruh Indonesia — harus direvitalisasi secara menyeluruh. Revitalisasi ini dilakukan dengan mengaktifkan kembali peran Pamapta sebagai sistem komando terintegrasi yang mampu merespons laporan masyarakat secara cepat, mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara), serta menindaklanjuti laporan kejahatan dan gangguan kamtibmas secara tepat dan terukur. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan publik Polri yang modern, responsif, dan akuntabel. Melalui revitalisasi tersebut, setiap laporan masyarakat akan langsung terhubung ke jaringan pengawasan terpadu dari Mabes hingga kewilayahan, memastikan respon cepat dan penanganan yang transparan di seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Polri, antara lain Irjen Pol. Umar Effendi, S.I.K., M.Si. selaku Kasatgas Penjamin Mutu Akselerasi Transformasi Polri dan Dosen Kepolisian Utama PTIK Lemdiklat Polri; Irjen Pol. Iman Prijantoro, S.H. selaku Analis Kebijakan Utama Bidang Manajemen Operasional Itwasum Polri; Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. selaku Kapolda Bali; serta jajaran pejabat utama Polda dan Polresta Denpasar. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan keseriusan Polri dalam memastikan bahwa transformasi pelayanan publik berjalan nyata hingga ke tingkat terdepan.
Wakapolri menegaskan bahwa peningkatan pelayanan publik merupakan prioritas utama Polri dalam mewujudkan lembaga kepolisian yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat. Dalam arahannya, ia menyoroti pentingnya penguatan fungsi SPKT dan Pamapta. “Pamapta harus berani dan tegas memimpin serta mengarahkan piket fungsi, karena Pamapta adalah Kapolres di luar jam dinas,” ujarnya. Ia juga menekankan perlunya penyesuaian pola patroli berdasarkan tingkat kerawanan wilayah agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Sebagai langkah konkret, Polri akan meluncurkan pilot project penerapan Pamapta pada pelaksanaan Apel Kasatwil mendatang sebagai model nasional dalam meningkatkan efektivitas pengawasan dan respon cepat di lapangan.
Dalam tinjauannya, Wakapolri juga memberikan perhatian terhadap peningkatan fasilitas di SPKT agar masyarakat merasa nyaman saat melapor. Polri tengah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain ruang bermain anak, ruang laktasi bagi ibu menyusui, serta ruang KASPKT yang dilengkapi perlengkapan operasional seperti rompi, senjata listrik, body vest, jas hujan, dan Quick Response Set Sabhara. Semua ini dirancang untuk menciptakan pelayanan yang ramah, humanis, dan inklusif bagi seluruh masyarakat yang datang ke kantor polisi.
Dari sisi teknologi, Polri terus mengembangkan sistem digitalisasi pelayanan publik. Sistem pelaporan akan dilengkapi fitur identifikasi pelapor — berupa foto, nama, dan lokasi — yang dapat dipantau langsung oleh petugas on duty. Operator di SPKT juga dapat mengarahkan kamera, melakukan video tour di titik rawan, dan memantau situasi lalu lintas secara real-time melalui video drone. Sistem ini akan segera diintegrasikan dengan aplikasi Mabes Polri guna membentuk data tunggal tanpa duplikasi, mempercepat proses analisis, serta memastikan setiap laporan dapat direspons dengan akurat.
Wakapolri menegaskan bahwa seluruh inovasi dan sistem pelayanan digital ini tidak boleh berhenti pada tataran formalitas. “Semua aplikasi dan perangkat yang dibangun harus benar-benar digunakan untuk melayani masyarakat, bukan sekadar menjadi simbol modernisasi. Polri harus hadir dengan bukti kerja, bukan hanya janji,” tegasnya. Ia juga mendorong penggunaan body camera sebagai alat pengawasan dan bukti otentik dalam setiap kegiatan kepolisian di lapangan.
Langkah-langkah tersebut menjadi jawaban konkret Polri terhadap berbagai kritik dan isu negatif yang berkembang di masyarakat mengenai pelayanan kepolisian yang dinilai belum maksimal. Melalui transformasi digital, penguatan peran Pamapta, dan revitalisasi SPKT secara nasional, Polri menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berkeadilan.
“Polri harus berubah dan terus berbenah. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik, dan Polri harus hadir dengan wajah humanis, profesional, dan mampu memberikan rasa aman,” ujar Wakapolri menutup arahannya.
Dengan implementasi terukur dan komitmen berkelanjutan dari seluruh jajaran, Polri optimistis ke depan pelayanan SPKT di seluruh Indonesia akan menjadi simbol nyata dari transformasi Polri menuju institusi yang modern, transparan, dan dipercaya rakyat.
Jakarta Pusat – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Korps Brimob Polri, Satuan Brimob Polda Metro Jaya melaksanakan bakti kesehatan hari keempat di RW 05 Kelurahan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/10/2025). Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB di Aula RW 05 dan berlangsung aman, tertib, serta mendapat sambutan antusias dari warga.
Kegiatan dipimpin oleh AKP Ali Muryanto, S.Kep., dengan melibatkan tim medis dan personel Brimob. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pendaftaran, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium sederhana, konsultasi kesehatan, pemberian obat dan vitamin, serta pembagian paket sembako.
Sebanyak 218 warga mengikuti kegiatan ini. Dari hasil pemeriksaan, tercatat 53 warga mengalami hipertensi, 8 diabetes, 20 flu, 20 hiperkolesterol, 26 myalgia, 12 asam urat, dan 4 gastritis. Selain itu, 53 warga menjalani pemeriksaan laboratorium. Kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan Brimob di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan dampak nyata, selain menjalankan tugas menjaga keamanan.
Program ini juga mendukung kebijakan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si., melalui program Jaga Jakarta, yang menekankan pentingnya menjaga warga, lingkungan, aturan, serta amanah melalui pelayanan publik yang humanis dan berkesinambungan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Brimob Polda Metro Jaya semakin mempererat hubungan dengan masyarakat serta menunjukkan pengabdian nyata melalui pelayanan kesehatan dan kepedulian sosial bagi warga Jakarta.
Dr. Devie Rahmawati: Setiap Anggota Polri Adalah Humas yang Menjaga Kepercayaan Publik
Jakarta, 30 Oktober 2025 – Di tengah derasnya arus informasi dan banjir konten digital, peran Humas Polri menjadi semakin strategis sebagai garda depan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Devie Rahmawati, Associate Professor Universitas Indonesia, dalam Dialog Kebangsaan Divhumas Polri T.A. 2025 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-74 Humas Polri, bertempat di STIK-PTIK Lemdiklat Polri Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025).
Dr. Devie menegaskan bahwa dunia komunikasi kini memasuki era Experience Economy dan Attention Economy. Dalam era ini, perhatian publik menjadi aset paling berharga, dan keberhasilan sebuah institusi tidak lagi hanya diukur dari apa yang disampaikan, tetapi dari bagaimana pesan itu dihadirkan dan dirasakan oleh masyarakat.
“Tantangan terbesar Humas Polri saat ini bukan sekadar bagaimana menarik perhatian publik, tetapi bagaimana mempertahankannya agar pesan institusi tidak tenggelam di tengah kebisingan digital,” ujar Dr. Devie. “Setiap anggota Polri sejatinya adalah humas. Polisi bukan berdiri untuk masyarakat, tetapi adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.”
Menurut Dr. Devie, komunikasi publik Polri perlu dibangun di atas empat elemen utama: hiburan (entertainment), pendidikan (educational), estetika (aesthetic), dan keaslian (authentic). Ia menekankan, hiburan dalam konteks komunikasi bukan berarti sekadar menyenangkan, melainkan menenangkan dan menuntun pada kebenaran. Estetika mencerminkan profesionalisme dan kenyamanan pelayanan, sedangkan keaslian menunjukkan ketulusan serta karakter sejati institusi Polri.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa fenomena “lost in the scroll” yang diungkap Forbes menjadi tantangan nyata bagi lembaga seperti Humas Polri. Di tengah derasnya arus konten media sosial, perhatian publik sangat mudah teralihkan. Karena itu, komunikasi Polri perlu disajikan secara menarik, ringkas, dan relevan agar pesan penting tidak hilang di tengah kebisingan digital.
“Pesan apa pun, termasuk dari Polri, jika tidak disampaikan dengan cara yang sesuai dengan pola konsumsi digital masyarakat, akan mudah terlewatkan,” jelasnya. “Judul yang kuat, kalimat pembuka yang menarik, serta visual yang bermakna menjadi kunci agar pesan Polri dapat diterima dengan baik.”
Dr. Devie juga menegaskan bahwa membangun citra positif Polri tidak dapat dilakukan hanya melalui strategi komunikasi formal, tetapi melalui praktik komunikasi yang hidup dalam keseharian anggota di lapangan. Masyarakat menilai kinerja Polri bukan hanya dari keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga dari cara setiap anggota berbicara, bersikap, dan berinteraksi.
“Komunikasi bukan pekerjaan tambahan, tetapi bagian dari tugas inti Polri,” tegasnya. “Kepercayaan publik tidak dimulai dari seragam, pangkat, atau jabatan—melainkan dari tutur kata dan empati dalam berinteraksi.”
Sebagai penutup, Dr. Devie mengingatkan bahwa di era digital, komunikasi bukan lagi tentang siapa yang paling sering berbicara, melainkan siapa yang paling tulus dan autentik dalam menyampaikan pesan.
“Dunia tidak kekurangan informasi, melainkan kekurangan makna,” ujarnya. “Setiap pesan Humas Polri harus membawa nilai, kejujuran, dan empati. Karena pada akhirnya, Polri tidak hanya bekerja untuk masyarakat — Polri adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.”
Kabupaten Bekasi — Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan serikat pekerja, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Mustofa, S.I.K., M.H., turun langsung memimpin pelayanan keberangkatan massa buruh FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia)/Garda Metal Kabupaten Bekasi menuju Gedung JICC Senayan, Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Keberangkatan sekitar 100 orang buruh dari kawasan Industri MM 2100, Desa Danau Indah, Kecamatan Cikarang Barat, ini bertujuan menghadiri agenda konsolidasi dan pendalaman isu ketenagakerjaan serta hubungan industrial. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari aspirasi buruh terkait berbagai regulasi yang dianggap belum berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Metro Bekasi didampingi Wakasat Intelkam Kompol Sigit Pangarso, S.Sos., Kapolsek Cikarang Barat AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya, S.I.K., M.H., dan Kanit Intelkam AKP Anwar Firdaus, S.H. Adapun pengamanan kegiatan melibatkan 19 personel gabungan dari Polsek Cikarang Barat, Satuan Intelkam, dan Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi.
Sebelum rombongan berangkat menggunakan tiga unit bus Astina Trans, Kapolres menyampaikan pesan dan imbauan kamtibmas kepada para peserta aksi agar menjaga ketertiban selama perjalanan dan tidak mudah terprovokasi.
“Terima kasih kepada rekan-rekan Garda Metal yang sudah hadir pagi ini. Mohon dilakukan pengecekan terhadap anggota sebelum keberangkatan. Kami berharap perjalanan berjalan aman dan lancar, dan semuanya bisa kembali ke rumah dalam keadaan selamat,” ujar Kombes Pol Mustofa.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara peserta aksi dengan pihak kepolisian. “Apabila ada kendala di lapangan, silakan langsung berkoordinasi dengan anggota Intelkam Polres. Kami siap membantu dan memastikan kegiatan berlangsung kondusif,” tambahnya.
Adapun isu-isu yang diangkat dalam konsolidasi FSPMI kali ini meliputi penolakan terhadap sistem outsourcing, tuntutan kenaikan Upah Minimum 2026 sebesar 8,5–10,5%, revisi regulasi ketenagakerjaan, pembentukan Satgas PHK, hingga reformasi pajak perburuhan.
Dengan pengawalan dan pelayanan yang dilakukan jajaran Polres Metro Bekasi, keberangkatan massa buruh berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga rombongan meninggalkan kawasan industri MM2100 menuju JICC Senayan Jakarta.
Denpasar, 30 Oktober 2025 — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendukung Program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan gizi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di seluruh wilayah Indonesia.
Salah satu wujud nyata dukungan tersebut diwujudkan melalui Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) — dapur bergizi gratis yang dikelola Polri. Di antara 692 unit yang telah dibangun di seluruh Indonesia, SPPG Plawa Polda Bali menjadi salah satu dapur percontohan yang telah beroperasi, menunjukkan kinerja konsisten dalam pelayanan pangan bergizi yang higienis, lezat, dan bernilai gizi tinggi.
Dalam kunjungan kerja ke SPPG Plawa pada Kamis, 30 Oktober 2025 pukul 13.00 WITA, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menyoroti pentingnya inovasi menu bergizi lokal yang disesuaikan dengan selera anak-anak penerima manfaat. Menurutnya, cita rasa merupakan jembatan penting agar anak-anak tidak hanya makan karena kebutuhan, tetapi juga karena menikmati dan menyukai makanannya.
“Kandungan gizi yang tinggi akan lebih bermakna jika diolah dengan rasa yang disukai anak-anak. Inovasi menu lokal bukan hanya menjaga keberagaman kuliner Indonesia, tetapi juga memastikan anak-anak makan dengan senang hati setiap hari,” ujar Wakapolri.
Wakapolri menegaskan, setiap SPPG Polri harus memiliki menu khas daerah yang menjadi identitas dan simbol inovasi. Dengan begitu, setiap dapur bergizi Polri tidak hanya menjadi pusat distribusi pangan sehat, tetapi juga ruang edukasi tentang pentingnya gizi seimbang yang dikemas dengan cita rasa lokal.
Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri didampingi: • Irjen Pol. Iman Prijantoro, S.H., Analis Kebijakan Utama Bidang Manajemen Operasional Itwasum Polri; • Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., Kapolda Bali; dan • Brigjen Pol. I Komang Sandi Arsana, S.I.K., M.H., Wakapolda Bali.
Mereka meninjau langsung dapur, peralatan, ruang penyimpanan, serta mekanisme distribusi ompreng ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Wakapolri juga berdialog dengan para relawan dan tenaga dapur untuk memastikan standar food security dan higienitas dijalankan dengan ketat guna mencegah dampak negatif terhadap kesehatan penerima manfaat.
Kekhasan SPPG Polri terletak pada sistem ketahanan pangan (food security) yang terintegrasi dan diawasi secara berlapis. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan, semua melalui pengawasan ahli gizi dan inspeksi rutin oleh pengawas internal Polri. Langkah ini memastikan bahwa setiap makanan yang keluar dari dapur SPPG benar-benar aman, bergizi, dan layak konsumsi.
Selain itu, Polri juga menanamkan nilai akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran, termasuk dalam perbaikan sarana dan prasarana dapur, penyediaan air panas, pengering ompreng, serta kelayakan penyimpanan bahan pangan. Semua diarahkan agar pelayanan publik Polri melalui SPPG tetap konsisten dan berkelanjutan.
Hingga 30 Oktober 2025, Polri telah mengoperasikan 233 unit SPPG dari total 692 unit yang dibangun secara nasional, dengan 70 unit siap operasional dan 389 unit dalam tahap pembangunan. Di wilayah Provinsi Bali, terdapat 10 unit SPPG di bawah pembinaan Polda Bali, terdiri atas 2 unit operasional (termasuk SPPG Plawa), 4 unit siap operasional (100%), dan 4 unit dalam tahap pembangunan.
Wakapolri menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis Polri bukan hanya soal menyediakan makanan, tetapi tentang membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Melalui inovasi menu lokal yang digemari anak-anak, Polri menghadirkan wajah humanis institusi — menjaga keamanan sekaligus menyehatkan bangsa.
“Polri tidak hanya menjaga keamanan negara, tetapi juga memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dengan gizi yang cukup. Itulah bagian dari tugas mulia Polri hari ini dan ke depan,” pungkas Wakapolri.
Jakarta, 30 Oktober 2025 — Brimob Polda Metro Jaya memberikan dukungan layanan masyarakat secara humanis dalam aksi unjuk rasa damai yang digelar oleh Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN), dan Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) di Silang Selatan Monas dan Taman Aspirasi, Jakarta Pusat.
Pelayanan kegiatan ini dipimpin oleh IPTU Edianto Manurung dan IPDA Evan Budi Setiawan dengan pengendali Kompol Anisa Nimerorkena Imapuly, S.I.K., M.Si. selaku Danyon D Pelopor. Seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib, dan mendapat apresiasi dari peserta aksi atas pendekatan humanis Brimob. Sebagai bentuk pelayanan dan perhatian kepada para peserta aksi, personel Brimob juga membagikan makanan kepada peserta guna mendukung kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Aksi yang diikuti sekitar 8.000 peserta berjalan damai dengan penyampaian aspirasi mengenai kebijakan inpassing, sertifikasi, dan afirmasi ASN bagi guru swasta, khususnya madrasah. Massa juga melaksanakan istighosah dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara santun.
Pelaksanaan tugas ini sejalan dengan arahan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Drs. Asep Edi Suheri, S.H., M.H., yang menekankan pelayanan publik kepolisian yang humanis, responsif, dan profesional dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk penyampaian pendapat di muka umum.
Sepanjang kegiatan, personel Brimob mengedepankan pendekatan ramah, komunikatif, dan persuasif, memastikan kenyamanan massa serta kelancaran kegiatan sehingga situasi berjalan kondusif.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si. menyampaikan komitmen Brimob dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Brimob hadir memberikan pelayanan terbaik dengan pendekatan humanis dan profesional untuk mendukung kegiatan masyarakat demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama.”
Brimob Polda Metro Jaya akan terus hadir mendampingi dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga dalam setiap kegiatan kemasyarakatan, serta memastikan ruang demokrasi berjalan tertib, lancar, dan bermartabat.