Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar patroli skala besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Patroli ini dipimpin Ka Siaga Posko Aman Nusa bersama Ka Posko, dengan melibatkan 116 personel.
Patroli dibagi di dua wilayah, yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Meski tidak melibatkan Brimob, pelaksanaan patroli tetap berjalan maksimal karena situasi dinilai kondusif.
“Walaupun kondisi sudah aman, kami senang bisa melaksanakan patroli ini. Semoga bermanfaat bagi masyarakat,” ujar AKBP Aritonang kepada wartawan, Senin (16/9/2025).
Aritonang menuturkan patroli digelar dengan pendekatan dialogis dan humanis. Anggota di lapangan tak hanya menjaga keamanan, tapi juga siap memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau ada masyarakat yang perlu bantuan, kami akan berupaya memberikan yang terbaik. Kami juga berdialog agar kehadiran polisi dirasakan langsung,” jelasnya.
Patroli ini, kata Aritonang, merupakan kewajiban rutin yang dilakukan pagi, siang, sore, hingga malam demi menjamin harkamtibmas.
“Kami ingin masyarakat terlayani dan merasa aman. Semoga ini jadi ibadah kami kepada masyarakat,” pungkasnya.
Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya S.H., S.I.K., M.Si., sampaikan hasil penyidikan para pelaku yang diamankan saat terjadi unjuk rasa yang berujung anarki di depan Mapolda dan kantor DPRD Provinsi Bali Denpasar pada 30 agustus 2025 lalu.
Konfrensi Pers selasa 16 september 2025 didepan para awak media Kapolda didampingi Dirreskrimum, Dirreskrimsus, Dirressiber, Kabid Humas, Kabid Propam dan Kabidlabfor Polda Bali, menyampaikan sesuai hasil penyidikan, pemeriksaan 24 orang saksi, termasuk rekaman CCTV di seputaran TKP dan barang bukti yang ada Polda Bali menetapkan 14 orang tersangka diantaranya 10 orang dewasa dan 4 orang anak-anak.
Ke 14 orang tersangka tersebut terbukti melakukan pengerusakan terhadap kantor Mapolda Bali dan Ditreskrumsus Polda Bali, termasuk pengerusakan kendaraan dinas Polri milik Sat Samapta Polresta Denpasar saat hendak memasuki kantor DPRD Renon untuk mengamankan aksi Unras disana dan mereka juga menjarah isi Randis Polri berupa peralatan PHH, serta mengambil beberapa amunisi Gas Airmata Polri dan mereka juga terbukti membawa barang-barang berbahaya seperti pertalite dan bahan bom molotov lainnya yang rencananya akan digunakan untuk membakar saat aksi Unras berlangsung.
Tak hanya itu mereka juga terbukti melakukan penyerangan terhadap para Personil Polri yang saat itu sedang bertugas mengamankan jalannya Unras (depan Mapolda dan DPRD Bali), yang berakibat 13 personil Polda Bali mengalami luka-luka serius hingga dilarikan ke IGD RS Bhayangkara dan RS Prof Ngoerah Sanglah untuk mendapat perawatan intensif.
Dari 14 orang tersangka diantaranya 10 orang dewasa yang saat ini sudah ditahan di Rutan Polda Bali dan 4 orang tersangka anak tidak dilakukan penahanan atau dikembalikan kepada orang tua masing-masing namun anak yang berhadapan dengan hukum sesuai sistem peradilan pidana wajib melaksanakan proses DIVERSI dan dalam penelitian kemasyarakatan oleh Bapas.
Adapun inisial dan peran dari ke 14 orang tersangka yaitu : *Tersangka Dewasa ; 1.an. FI, laki-laki 19 tahun, pekerjaan Ojol alamat Jl. A Yani Link Wanasari Denut Peran : Pelaku melakukan pelemparan batu ke gedung Ditrekrimsus Polda Bali 2.an. AT, laki-laki 20 tahun, Mahasiswa, alamat Desa Seribu Dolok, Simalungun, Sumatera Utara Peran : Pelaku mengambil peluru gas air mata yang terjatuh dan memasukkan kedalam tasnya 3.an. MT laki-laki 25 tahun, Pekerjaan Ojol, alamat Banjar Tengah Negara Jembrana Peran : Pelaku merusak dan melempari kendaraan Randis Polri dengan batu dan mengenai korban anggota Polri (Driver) hingga terluka dan mengambil barang barang yg ada didalam box Randis Polri 4.an. AS laki-laki 18 tahun, Pelajar, alamat Jl.Marlboro IX Buagan Pemecutan Kelod Denbar Peran : Pelaku merusak dan melempari kendaraan Randis Polri dengan batu dan mengenai korban anggota Polri (Driver) hingga terluka dan mengambil barang barang yg ada didalam Box Randis Polri 5.an. NR laki-laki 18 tahun, Pelajar, alamat Br. Busana Kaja Baha Mengwi Badung. Peran : Pelaku merusak dan melempari kendaraan Randis Polri dengan batu dan mengenai korban anggota Polri (Driver) hingga terluka dan mengambil barang barang yg ada didalam box Randis Polri 6.an. KM laki-laki 19 tahun, Pelajar, alamat Dusun Penarukan Peninjoan Tembuku Bangli Peran : Pelaku merusak dan melempari kendaraan Randis Polri dengan batu dan mengenai korban anggota Polri (Driver) hingga terluka dan mengambil barang barang yg ada didalam box Randis Polri 7.an PB laki-laki 18 tahun, Pelajar alamat Jl. IndraJaya, Gg. I Ubung Kaja Denpasar Utara. Peran : Pelaku merusak dan melempari kendaraan Randis Polri dengan batu dan mengenai korban anggota Polri (Driver) hingga terluka dan mengambil barang barang yg ada didalam box Randis Polri 8.an. RI. laki-laki 18 tahun, Pedagang, alamat Kel Dangin Puri Kaja Denpasar Utara Peran : Pelaku merusak dan melempari kendaraan Randis Polri dengan batu dan mengenai korban anggota Polri (Driver) hingga terluka dan mengambil barang barang yg ada didalam box Randis Polri 9.an. MR laki-laki 18 tahun Pelajar, alamat Jl. Gn Batukaru, Gg. III Denpasar Barat Peran : Pelaku membawa Bom Molotov saat aksi unjuk rasa (namun belum digunakan) 10.an. MF laki-laki 18 tahun, belum bekerja, alamat Br. Carik Padang, Ds. Nyambu Kediri Tabanan Peran : Pelaku membeli bahan, meracik/membuat serta membawa Bom Molotov (belum digunakan).
*Tersangka anak yang berhadapan hukum dalam proses DIVERSI, yaitu; 1.an. PY umur 15 tahun laki-laki, pelajar 2.an. KW umur 16 tahun laki-laki, pelajar 3.an. KA umur 16 tahun laki-laki, pelajar 4.an. KL umur 17 tahun laki-laki, pelajar Peran Para pelaku anak : ikut merusak dan melempari kendaraan Randis Polri dengan batu dan mengenai korban anggota Polri (Driver) hingga terluka dan mengambil barang barang yg ada didalam box Randis Polri.
Kepada para tersangka dijerat dengan Pasal : a.Tindak pidana pengerusakan secara bersama-sama terhadap orang dan barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHP. b.Tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ke-2e KUHP. c.Tindak pidana membahayakan keamanan umum bagi orang atau barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat 1 UU Darurat no 12 th 1951 dan pasal 187 bis KUHP jo pasal 55 KUHP.
Tentunya kita semua sangat menyesalkan kejadian tersebut dan kami menghimbau seluruh lapisan masyarakat Bali mari kita aktif menjaga situasi keamanan di lingkungan masing-masing agar Bali yang kita cintai tetap aman dan kondusif, serta menjaga anak-anak kita jangan sampai terprovokasi dengan hal-hal negatif hingga berujung bermasalah dengan hukum, ungkap Kapolda Bali.
Jakarta Pusat – Sebanyak 85 kepala keluarga terdampak kebakaran di Jalan Pasar Senen Dalam VIII, Kelurahan Senen, Jakarta Pusat, menerima bantuan sosial dari jajaran Polsek Senen. Kebakaran hebat yang terjadi beberapa hari lalu menghanguskan 36 rumah dan membuat sekitar 335 warga kehilangan tempat tinggal.
Sebagai bentuk kepedulian dan empati, Polsek Senen menggelar kegiatan bantuan sosial (bansos) pada Selasa (16/9/2025) sore, yang berlangsung di lokasi penampungan warga terdampak, tepatnya di kawasan RPTRA Planet Senen.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Senen, AKP Andre Try Putra, bersama jajaran dan Bhayangkari Polsek Senen. Bantuan yang disalurkan meliputi:
150 buah kasur
270 selimut
200 celana pendek
300 pakaian dalam pria
300 pakaian dalam wanita
500 kaos
Penyaluran dilakukan langsung ke tenda-tenda pengungsian dengan suasana penuh kehangatan. Warga menyambut bantuan tersebut dengan rasa haru dan ucapan terima kasih.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menyampaikan dukungan dan apresiasinya terhadap jajaran Polsek Senen.
“Tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kemanusiaan. Dalam setiap musibah, kami harus hadir tidak hanya dengan seragam, tapi juga dengan hati,” Ujar Kombes Susatyo.
Ia menegaskan bahwa Polri harus menjadi simbol harapan di tengah masyarakat, khususnya saat mereka berada dalam kondisi paling sulit.
“Di saat warga kehilangan tempat tinggal dan merasa kehilangan arah, kehadiran kami adalah bentuk nyata bahwa mereka tidak sendiri. Ini bukan sekadar tugas, tapi kewajiban moral sebagai manusia dan pelindung masyarakat,” tambah Susatyo.
Sementara itu, Kapolsek Senen, AKP Andre Try Putra, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk solidaritas antara kepolisian dan masyarakat.
“Kami datang bukan hanya membawa barang, tapi membawa pesan bahwa warga tidak sendiri. Polsek Senen ada bersama mereka, dalam susah maupun senang,” ucapnya usai menyalurkan bantuan.
“Ini bukan soal formalitas, tapi soal kepedulian. Ketika masyarakat jatuh, kami ingin menjadi tangan yang membantu mereka bangkit. Karena pada akhirnya, rasa kemanusiaanlah yang mengikat kita semua,” tambahnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Polsek Senen, Ny. Sarah, yang bersama para anggota Bhayangkari turut membagikan bantuan secara langsung kepada para ibu dan anak-anak di lokasi.
Salah satu korban, Ibu Rina (47), menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan.
“Kami merasa diperhatikan dan tidak ditinggalkan. Terima kasih kepada bapak polisi dan ibu Bhayangkari. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 16.18 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan penuh kehangatan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam situasi krisis ini menjadi bukti bahwa pengayoman bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal rasa kemanusiaan.
Pasca bencana banjir yang melanda wilayah Bali beberapa waktu lalu, Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo berkesempatan mengunjungi tempat-tempat pengungsian guna menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) dari Seruni (Solidaritas Perempuan Untuk Indonesia) Kabinet Merah Putih kepada masyarakat yang terdampak, Senin (15/9/2025).
Kegiatan ini turut diikuti oleh Kapolda Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., Ketua Bhayangkari Daerah Bali, Ny. Didit Daniel, Wakapolda Bali, Brigjen. Pol. I Komang Sandi Arsana, S.I.K, M.H., Ny. Sari Komang Sandi, Pejabat Utama (PJU) Polda Bali dan Bhayangkari.
Adapun tempat pengungsian yang dikunjungi adalah Bale Banjar Tohpati, Perumahan Kalista Wiraraja Ubung Kaja, Bale Banjar Alangkajeng, Pemecutan, Denpasar, Bale Banjar Gelogor, Pemecutan, Denpasar dan Asrama Polri Polsek Kuta.
Bantuan sosial ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi yang terdampak bencana banjir dan memberikan memberikan motivasi, suport, semangat kepada korban dan keluarga terdampak bencana.
Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo juga berkesempatan meninjau fasilitas kesehatan Polri guna mengecek kondisi masyarakat yang terdampak banjir.
Nagekeo, NTT – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) terus mengintensifkan langkah tanggap darurat pascabencana di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. Selain menerjunkan personel yang sudah ada di lokasi, Polda NTT juga mengirimkan bantuan personel tambahan (BKO) untuk memperkuat upaya penanganan.
Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, menyampaikan bahwa kekuatan tambahan tersebut sudah diberangkatkan sejak pagi dan tengah dalam perjalanan menuju lokasi terdampak.
“Saat ini kami masih terus menerjunkan anggota kami di lapangan. Selain itu, kami juga mengirimkan bantuan personel tambahan atau BKO dari Polda, di luar kekuatan yang sudah dikerahkan oleh Polres Nagekeo, Polres Ende, dan polres-polres sekitarnya,” jelas Irjen Rudi.
Selain penguatan personel, Polda NTT juga menurunkan tim dengan anjing pelacak untuk mempercepat proses pencarian korban. Hal ini dilakukan karena hingga kini masih ada tiga korban yang belum ditemukan.
“Kami juga akan menurunkan tim dengan anjing pelacak, mengingat masih ada tiga korban yang belum ditemukan. Kami berharap besok anjing pelacak tersebut sudah tiba di sini sehingga bisa segera digunakan untuk membantu proses pencarian,” ungkapnya.
Kapolda menegaskan bahwa Polri akan terus memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki demi membantu masyarakat terdampak, baik dalam proses pencarian korban maupun pemulihan kondisi pascabencana.
“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin, dengan segala sumber daya yang ada, untuk membantu pencarian korban dan pemulihan pascabencana,” pungkas Irjen Rudi.
Depok – Seorang wanita bernama Tasya Khairani diketahui membuat laporan palsu terkait tindak pidana begal yang diklaim menimpanya. Kasus ini terungkap setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Awalnya, Tasya melaporkan ke Polsek Beji bahwa dirinya menjadi korban begal dan kehilangan sepeda motor. Namun setelah ditelusuri, ternyata motor tersebut tidak hilang, melainkan dijual kepada tetangganya seharga Rp13 juta. Uang hasil penjualan motor itu digunakan untuk melunasi hutang pinjaman online (pinjol).
Ironisnya, setelah membuat laporan polisi, Tasya juga menyebarkan informasi palsu itu kepada seseorang yang kemudian melaporkannya ke media, sehingga kabar tersebut sempat menjadi viral dan menimbulkan keresahan di masyarakat.
Kapolsek Beji menyayangkan tindakan Tasya yang membuat laporan palsu, karena tidak hanya menyulitkan pihak kepolisian, tetapi juga dapat menimbulkan keresahan publik. Polisi menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas siapapun yang terbukti menyebarkan berita bohong atau membuat laporan palsu.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak menyalahgunakan layanan kepolisian demi kepentingan pribadi. Selain merugikan banyak pihak, tindakan seperti ini juga dapat berimplikasi hukum bagi pelakunya.
Jakarta – Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah memberikan apresiasi terhadap kinerja Polri dalam menangani rangkaian aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai kota belakangan ini.
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengatakan bahwa meski aksi unjuk rasa tersebut diwarnai tragedi yang menelan korban jiwa, Polri tetap mampu menunjukkan langkah taktis dan terukur. Menurutnya, upaya tersebut berhasil mencegah potensi konflik horizontal maupun tindakan anarkistis yang lebih besar.
“Kami mengapresiasi kinerja Polri terutama dalam penanganan aksi demo yang terjadi. Meski ada tragedi memilukan, kerja-kerja taktis Polri dalam menghadapi aksi yang ditunggangi banyak kepentingan tetap bisa dikendalikan dengan baik,” kata Dzulfikar di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).
Wakil Menteri Pekerja Migran Indonesia itu menambahkan, eskalasi aksi yang berujung kerusuhan di sejumlah daerah memperlihatkan adanya infiltrasi agenda politik dari pihak-pihak tertentu. Dalam situasi seperti ini, menurutnya Polri telah mengambil langkah yang tepat untuk menjaga agar kondisi tidak semakin memburuk.
“Kerusuhan yang terjadi jelas sudah disusupi agenda politik, bukan lagi semata tuntutan rakyat. Di titik inilah kita melihat kerja Polri patut diapresiasi karena mampu menjaga agar kondisi tidak semakin memburuk,” tegas Dzulfikar.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti langkah cepat Polri dalam menangani dugaan pelanggaran prosedur oleh oknum anggota di lapangan. Respons cepat ini dinilainya sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Langkah tegas dan cepat terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum anggota patut diapresiasi. Itu menunjukkan Polri serius menjaga profesionalitasnya,” ujarnya.
Dzulfikar pun berharap seluruh elemen bangsa, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat, dapat bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif. Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat harus disampaikan dengan cara-cara damai tanpa harus menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum.
Jakarta – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar, memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran kepolisian dan aparat keamanan atas langkah cepat mereka mengendalikan situasi pasca kericuhan yang terjadi di berbagai kota pada akhir Agustus lalu.
“Alhamdulillah, kehidupan kini terasa normal kembali. Untuk itu kami sampaikan terima kasih dan rasa hormat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan seluruh jajaran kepolisian, juga aparat keamanan lainnya yang telah bekerja dengan luar biasa hingga situasi bisa kembali kondusif,” ujar Anwar dalam keterangan tertulis, Minggu (14/9/2025).
Anwar mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak yang dilindungi konstitusi, namun harus dilakukan secara damai.
“Kalau ada aspirasi, silakan disampaikan dengan damai. Mari kita jaga ketenangan, mari kita rawat kondusifitas agar kehidupan masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada seluruh jajaran kepolisian di semua tingkatan yang telah bekerja keras memulihkan keadaan.
“Sekali lagi, terima kasih kepada Polri dan semua aparat keamanan. Semoga upaya ini menjadi amal baik dan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat,” kata Anwar.
JAKARTA – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menyampaikan apresiasi atas kinerja Polri dalam menangani rangkaian aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai kota belakangan ini.
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla menilai langkah taktis kepolisian mampu mencegah potensi konflik horizontal dan tindakan anarkistis yang lebih besar, meski aksi-aksi tersebut diwarnai tragedi yang menelan korban jiwa.
“Kami mengapresiasi kinerja Polri terutama dalam penanganan aksi demo yang terjadi. Meski ada tragedi memilukan, kerja-kerja taktis Polri dalam menghadapi aksi yang ditunggangi banyak kepentingan tetap bisa dikendalikan dengan baik,” kata Dzulfikar, Sabtu (13/9).
Pria yang juga menjabat Wakil Menteri Pekerja Migran Indonesia ini menyebut eskalasi kerusuhan di sejumlah kota menunjukkan adanya infiltrasi agenda politik dari pihak-pihak tertentu. Menurutnya, dalam kondisi tersebut Polri tetap berhasil menjaga situasi agar tidak semakin memburuk.
“Kerusuhan yang terjadi jelas sudah disusupi agenda politik, bukan lagi semata tuntutan rakyat. Di titik inilah kita melihat kerja Polri patut diapresiasi karena mampu menjaga agar kondisi tidak semakin memburuk,” lanjutnya.
Dzulfikar juga menyoroti respons cepat Polri dalam menangani dugaan pelanggaran prosedur oleh oknum anggotanya. Ia menilai proses hukum terhadap kasus polisi yang menabrak pengemudi ojek online berjalan transparan dan memberi kepastian hukum.
“Kami melihat Polri juga sigap menindak anggotanya yang bertindak di luar SOP. Contohnya kasus polisi yang menabrak ojol bisa ditangani dengan cepat dan transparan. Ini penting agar kepercayaan publik tetap terjaga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dzulfikar mendorong Polri untuk menuntaskan penyelidikan terhadap aktor intelektual atau dalang kerusuhan demi memastikan tragedi serupa tidak terulang.
“Kami mendorong Polri segera menuntaskan penyelidikan atas dalang kerusuhan yang menelan korban jiwa. Namun di sisi lain, kami berharap Polri bisa tegas membebaskan demonstran yang agenda perjuangannya tulus untuk memperbaiki kinerja pemerintahan,” ucapnya.
Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa.
“Pemuda Muhammadiyah mengajak semua elemen untuk tidak pernah lelah mencintai Indonesia. Mari kita dukung setiap kebijakan negara yang bertujuan mempertahankan persatuan dan keutuhan bangsa,” tutur Dzulfikar.
Jakarta — Polri menggelar Forum Belajar Bersama (FBB) bertema “Pemulihan Moril, Semangat, dan Profesional Polri Pasca Kekerasan Kolektif serta Riot Akhir Agustus” pada Jumat, 12 September 2025 Kegiatan ini dipimpin Wakaposko Presisi Brigjen Pol Dr. Indarto dan diikuti lebih dari 800 peserta dari seluruh jajaran kepolisian.
Forum menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Mahfud MD dan Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana.
Dalam paparannya, Komjen Chryshnanda menekankan pentingnya transformasi pendidikan Polri berbasis moralitas, literasi, dan dialog peradaban. “Polri harus mampu membentuk polisi yang profesional, berintegritas, dan adaptif di era digital serta post-truth. Smart policing dan media policing adalah kunci, namun yang terpenting adalah menjaga kepercayaan publik dengan menjauhi korupsi, arogansi, dan keberpihakan pada kejahatan,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Mahfud MD menyoroti tantangan moril anggota Polri yang kerap menghadapi tekanan publik dan media sosial. “Solusi fundamental bagi Polri adalah kembali pada jati dirinya. Tri Brata dan Catur Prasetya harus dihayati, dengan berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, agar Polri tetap dipercaya rakyat sebagai penjaga hukum dan NKRI,” tegasnya.
Forum ini menjadi wadah refleksi untuk memulihkan semangat, memperkuat profesionalisme, dan meneguhkan komitmen Polri sebagai institusi penegak hukum yang tegas sekaligus humanis, demi memperkokoh kepercayaan publik dan menjaga keutuhan NKRI.