KOLOM PRESISI

  • Polres Metro Depok Ungkap Kasus Ganja 78 Kilogram, Enam Tersangka Diamankan

    Depok – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Depok berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jenis ganja dengan total barang bukti mencapai 78,657 kilogram.

    Dalam pengungkapan tersebut, enam tersangka berinisial RDN, DNM, AJ, RDG, AMS, dan MAR diamankan di lokasi serta waktu berbeda. Selain ganja, polisi juga menyita dua unit timbangan, empat koper besar, dan enam handphone yang digunakan untuk transaksi narkoba.

    Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini dilakukan selama sebulan penuh, yakni periode 5 Agustus hingga 5 September 2025.

    “Awalnya, kami mengamankan dua tersangka di sebuah rumah di Jalan Swadarma Raya, Blok B, Kelurahan Sukamaju, Cilodong, Depok pada Selasa (5/8/2025). Dari hasil pengungkapan ini kemudian anggota mengembangkan kembali,” ujar Waras saat konferensi pers, Kamis (25/9/2025).

    Dari pengembangan kasus tersebut, polisi kembali mengamankan tersangka lainnya di wilayah Kelurahan Makasar, Jakarta Timur pada Kamis (7/8/2025).

    Polisi mengungkapkan bahwa dari enam tersangka, RDN dan DNM berperan sebagai bandar, sementara AJ, RDG, AMS, dan MAR berperan sebagai kurir.

    Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 2 dan atau Pasal 111 Ayat 2 Juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling sedikit 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

  • Brimob Polda Metro Jaya Tunjukkan Pengamanan Humanis di Aksi Unjuk Rasa Jakarta

    Brimob Polda Metro Jaya Tunjukkan Pengamanan Humanis di Aksi Unjuk Rasa Jakarta

    Jakarta, 22 September 2025 – Suasana berbeda tampak dalam pengamanan aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin (22/9/2025). Di tengah riuh orasi dan padatnya barisan massa, personel Brimob Polda Metro Jaya justru hadir dengan pendekatan humanis.

    Bukan dengan tameng atau pengeras suara, melainkan dengan senyum ramah, roti, dan air mineral yang dibagikan kepada peserta aksi. Langkah sederhana itu langsung mencairkan ketegangan, membuat barisan massa perlahan lebih tertib.

    Tak berhenti di situ, momen haru terjadi ketika aparat bersama peserta aksi melantunkan shalawat dengan penuh kekhusyukan. Harmoni doa yang menyatu di tengah panas terik siang hari menggambarkan kedekatan antara aparat dan masyarakat.

    “Pengamanan ini menyejukkan hati. Rasanya seperti kita saling menjaga, bukan berhadapan,” ungkap Damar, salah satu peserta aksi.

    Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., Komandan Brimob Polda Metro Jaya, menegaskan bahwa pendekatan penuh kepedulian menjadi kunci terciptanya suasana kondusif. “Kami percaya tugas pengamanan bukan hanya menjaga ketertiban, tetapi juga menghormati kemanusiaan. Dengan sikap terbuka dan empati, kami ingin memastikan setiap warga yang menyampaikan aspirasi merasa dihargai. Semoga cara ini menjadi teladan bahwa dialog dan kepedulian dapat membangun kedamaian,” ujarnya.

    Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pagi pun berakhir aman hingga sore hari. Kehadiran Brimob bukan sekadar pelaksana tugas, tetapi juga pembawa pesan bahwa demokrasi di Indonesia dapat dijaga dengan hati yang teduh dan tindakan yang menebar kebaikan.

  • Cooling System: Satu Jam Mengaji Bersama Polisi Polda Metro Jaya, Wujud Nyata Jaga Jakarta

    Cooling System: Satu Jam Mengaji Bersama Polisi Polda Metro Jaya, Wujud Nyata Jaga Jakarta

    Jakarta – Direktorat Binmas Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Cooling System melalui program Satu Jam Mengaji Bersama Polisi yang berlangsung khidmat. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan antara anggota kepolisian dan masyarakat dalam mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan menjaga keamanan dan ketertiban.

    Acara diisi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah, serta doa bersama yang dipimpin oleh ustaz dan diikuti para personel kepolisian serta masyarakat. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat nilai spiritual sekaligus menjadi benteng moral dalam menghadapi tantangan sosial di Ibu Kota.

    Dirbinmas Polda Metro Jaya menegaskan, kegiatan religius ini merupakan bagian dari strategi Cooling System untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas. “Melalui kegiatan mengaji bersama, kami ingin menanamkan pesan damai, mempererat ukhuwah, dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama Jaga Jakarta,” ujarnya.

    Polda Metro Jaya berkomitmen menghadirkan suasana kondusif dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Dengan semangat Jaga Jakarta, kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmoni, menolak segala bentuk provokasi, dan memperkuat persaudaraan demi terciptanya keamanan serta kedamaian di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

  • Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Cilincing, Satu Remaja Diamankan

    Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Cilincing, Satu Remaja Diamankan

    Jakarta Utara, – Polisi berhasil menggagalkan aksi tawuran remaja di kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (21/9/2025) dini hari. Dalam operasi patroli rutin KRYD (Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan), aparat Polsek Cilincing mengamankan seorang remaja berinisial MD (15) yang kedapatan membawa airsoft gun tanpa izin resmi.

    Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, S.T.K., S.I.K., menjelaskan peristiwa itu bermula saat tim patroli mendapati tiga remaja berboncengan dengan satu sepeda motor di sekitar Puri Dalam, Kalibaru. Pemeriksaan kemudian menemukan salah satu dari mereka membawa senjata airsoft gun lengkap dengan peluru gotri.

    “Dari hasil pendalaman, terungkap bahwa mereka sebelumnya sudah berjanji melalui media sosial Instagram untuk melakukan tawuran di wilayah Kalibaru. Beruntung sebelum bentrokan terjadi, anggota berhasil mencegah dan mengamankan mereka,” kata AKP Bobi di Jakarta, Selasa (23/9/2025).

    MD, yang diketahui sudah tidak bersekolah dan tidak memiliki pekerjaan, kini diamankan di Polsek Cilincing untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi menjeratnya dengan Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan airsoft gun, dengan tetap memperhatikan aspek perlindungan anak karena pelaku masih di bawah umur.

    AKP Bobi menegaskan, pihaknya akan terus memperketat patroli di titik rawan tawuran remaja. Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih peduli terhadap aktivitas anak-anak mereka, sehingga tidak mudah terjerumus dalam tindak kenakalan remaja.

  • Tinjau Langsung SPPG Pabelan, Kapolri Tekankan Perkuat Food Security

    Semarang – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pabelan, Polres Semarang, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, Sigit meminta jajarannya untuk memperkuat pengawasan kualitas makanan atau Quality Control melalui penerapan Food Security.

    Langkah ini, kata dia, untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersaji aman dan higienis bagi para penerima manfaat.

    “Saya selalu sampaikan pesan ke jajaran agar terkait dengan proses masak, distribusi sampai dengan di tempat selalu dilakukan Quality Control dengan melaksanakan tes Food Security. Sehingga memastikan bahwa pada saat makanan sampai di sekolah semua dalam keadaan higienis siap saja karena itu menjadi penekanan kita khususnya di jajaran SPPG di bawah naungan Mabes Polri dan Polda jajaran,” ujar Sigit.

    Sigit mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 617 SPPG Polri dengan rincian 103 SPPG telah operasional, 31 SPPG tahap persiapan operasional, dan 483 SPPG masih dalam tahap pembangunan. Jika seluruhnya beroperasi, layanan tersebut diperkirakan dapat menjangkau 2.159.500 penerima manfaat dan menyerap 30.850 tenaga kerja.

    Menurutnya, SPPG Pabelan Polres Semarang mulai beroperasi pada 22 September 2025 dengan melibatkan 50 orang pekerja untuk melayani 3.497 penerima manfaat, mulai dari pelajar, ibu menyusui, hingga ibu hamil.

    Dalam kesempatan yang sama, Sigit juga meninjau kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyalurkan beras SPHP. Hingga 22 September 2025, Polri tercatat telah menyalurkan 72.567 ton beras SPHP pada 54.454 lokasi di seluruh Indonesia.

    “Polri berkomitmen untuk terus mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai modal utama menggapai visi bersama Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Sigit.

  • Polsek Cikarang Pusat Gelar Operasi Kejahatan Jalanan Antisipasi 3C

    Senin malam, 23 September 2025, tepat pukul 23.40 WIB, Polsek Cikarang Pusat menggelar Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) untuk mengantisipasi tindak kejahatan berupa curat, curas, dan curanmor (3C) di wilayah hukumnya. Operasi ini dipimpin langsung oleh Iptu Akhmad Surbakti, SH., dengan melibatkan personel dari berbagai satuan seperti Reskrim, Samapta, Binmas, dan Lantas. Kegiatan berlangsung intensif dengan sasaran kendaraan bermotor yang melintas di kawasan tersebut.

    Dalam operasi ini, petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap kendaraan yang melewati wilayah hukum Polsek Cikarang Pusat. Metode body system yang melibatkan Intel dan Reskrim diterapkan untuk memeriksa secara ketat barang bawaan pengendara, guna antisipasi penyelundupan senjata tajam, bahan peledak, maupun narkoba. Pengawasan ini diharapkan mampu mencegah potensi tindak kriminal yang membahayakan keamanan masyarakat.

    Hasil operasi mencatat satu unit sepeda motor Honda Vario warna abu metalik diamankan karena tidak dilengkapi dengan surat kendaraan resmi (STNK). Pengendaranya kemudian diarahkan untuk melengkapi dokumen kendaraan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penertiban sekaligus menjaga ketertiban dalam berlalu lintas.

    Setelah operasi selesai, Polsek Cikarang Pusat melanjutkan patroli mobile sebagai langkah preventif menghadapi potensi gangguan keamanan seperti tawuran dan kejahatan jalanan lainnya. Situasi di wilayah hukum saat ini dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif, dengan pengawasan ketat dari aparat kepolisian setempat.

  • SINERGI DUA JALUR PEMBENAHAN POLRI: MENJAWAB KRITIK TERHADAP TIM BENTUKAN KAPOLRI

    Pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuai kritik karena dianggap eksklusif dan tidak melibatkan masyarakat sipil.

    Menurut Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi, kritik tersebut sesungguhnya lahir dari kesalahpahaman mengenai mandat, ruang lingkup, dan tujuan tim yang dibentuk oleh Kapolri.

    “Tim ini tidak dapat disamakan dengan Tim Reformasi Polri yang dibentuk oleh Presiden, karena keduanya memiliki karakteristik, komposisi, dan sasaran yang berbeda,” kata Haidar Alwi, Senin (22/9/2025) malam.

    Menurutnya, tim bentukan Kapolri adalah tim internal yang ditugaskan untuk mengkaji, merancang, dan melaksanakan perubahan di tubuh Polri berdasarkan mandat konstitusional dan kebutuhan organisasi.

    Fokus utamanya adalah melakukan evaluasi mendalam terhadap struktur kelembagaan, sistem manajemen, mekanisme pengawasan internal, serta tata kelola sumber daya manusia.

    “Dengan kata lain, tim ini bekerja dari dalam untuk menyiapkan kerangka teknokratis dan operasional reformasi Polri, sehingga pembenahan (reformasi) tidak berhenti pada wacana, tetapi memiliki pijakan nyata di tingkat kelembagaan,” ungkap Haidar Alwi.

    Sementara itu, Tim Reformasi Polri bentukan Presiden memiliki pendekatan yang berbeda-beda karena melibatkan berbagai unsur, baik sipil masyarakat, akademisi, tokoh masyarakat, hingga lembaga negara lainnya.

    Mandatnya lebih luas karena ditujukan untuk memberikan masukan strategis dari luar institusi kepolisian, menjamin keterbukaan, serta mengawal agar proses reformasi sejalan dengan harapan masyarakat.

    “Tim ini berfungsi sebagai penyeimbang dan pemberi perspektif eksternal sehingga tidak terjadi bias kepentingan internal yang berpotensi merusak tujuan pembenahan (reformasi),” ujar Haidar Alwi.

    Dengan demikian, kedua tim tersebut bukanlah bentuk duplikasi, melainkan saling melengkapi. Tim internal yang dibentuk Kapolri bekerja pada tingkat teknis-operasional untuk membenahi jantung organisasi.

    Sedangkan tim bentukan Presiden bertugas memberikan pengawasan dan Arah normatif agar reformasi benar-benar menyentuh aspek transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada masyarakat.

    Kritik yang menyamakan keduanya sebagai langkah eksklusif justru dapat mereduksi esensi pembenahan Polri. Reformasi institusi sebesar Polri memang membutuhkan dua jalur sekaligus: pembenahan internal yang sistematis serta partisipasi eksternal yang inklusif.

    “Tanpa sinergi keduanya, pembenahan (reformasi) hanya akan menjadi slogan kosong yang terjebak dalam kepentingan politik maupun birokratis,” ungkap Haidar Alwi.

    Apabila masyarakat memahami perbedaan mandat dan fungsi antara tim bentukan Kapolri dan tim bentukan Presiden, maka kritik yang menuduh eksklusivitas akan kehilangan relevansinya. Yang diharapkan bukan penolakan, melainkan pengawalan agar kedua tim ini dapat berjalan paralel, saling mengisi, dan berakhir pada pembenahan Polri yang benar-benar kredibel.

    “Sebab, kepercayaan publik tidak dibangun semata-mata oleh narasi, melainkan oleh kerja nyata yang ditopang oleh kolaborasi internal dan eksternal secara simultan,” pungkas Haidar Alwi.

  • Kapolri Dorong Polantas Tingkatkan Pelayanan Humanis, Dekat dengan Masyarakat

    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas) meningkatkan pelayanan yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Pesan itu disampaikan Sigit saat menghadiri syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 di Auditorium Mutiara STIK/PTIK, Jakarta Selatan, Senin (22/9/2025).

    “Harapan kita untuk Korlantas jauh lebih bisa humanis, jauh lebih bisa dekat dengan masyarakat,” ujar Sigit.

    Menurutnya, polantas adalah garda terdepan Polri yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat di jalan raya. Karena itu, pelayanan yang mengedepankan nilai kemanusiaan menjadi prioritas.

    “Karena kita tahu pada saat berinteraksi dengan masyarakat di jalan, baik pagi, siang, malam kita menghadapi situasi masyarakat yang mungkin sedang capek, sedang buruk. Sehingga tentunya pelayanannya pun juga harus lebih humanis,” tuturnya.

    Sigit juga menekankan pentingnya prinsip senyum, sapa, dan salam dalam pelaksanaan tugas-tugas Polantas di lapangan. “Jadi tadi disampaikan bahwa senyuman adalah markah utama,” ucapnya.

    Dia menilai komunikasi yang baik merupakan kunci penyelesaian persoalan di lapangan, termasuk saat terjadi selisih paham antara petugas dan masyarakat.

    “Komunikasi yang bagus itu bisa mengubah, karena apapun seluruh pengguna jalan adalah masyarakat yang harus kita berikan hak yang sama. Sehingga tentunya kita hindari memberikan teguran yang sifatnya sanksi, tapi bagaimana kemudian membangunkan kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga keselamatan dan keamanan berlalu lintas di jalan,” jelas Sigit.

    Kapolri juga mengapresiasi pemanfaatan teknologi yang dilakukan Korps Lalu Lintas Polri melalui aplikasi Digital Korlantas. Menurutnya, inovasi itu mempermudah masyarakat mengakses layanan sekaligus memperkecil ruang birokrasi yang rawan penyalahgunaan.

    “Sehingga pelayanan yang diberikan tentunya mempermudah, memperkecil ada ruang-ruang birokrasi yang berpotensi terjadi penyalahgunaan,” ujarnya.

    Acara syukuran tersebut juga dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Karkorlantas Irjen Agus Suryonugroho, Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Dek Gam, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait. Komunitas pengemudi ojek online dan masyarakat turut hadir memeriahkan peringatan bertema “Lalu Lintas Modern yang Berkeselamatan.”

  • Hadiri Syukuran HUT Lalu Lintas ke-70, Kapolri Luncurkan Digital Korlantas dan Sematkan Pin Emas

    Jakarta. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 tahun 2025 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Senin (22/9/2025). Acara ini mengusung tema “Lalu Lintas Modern yang Berkeselamatan Menuju Indonesia Emas.”

    Jenderal Sigit langsung meninjau pameran syukuran HUT Lalu Lintas ke-70 saat tiba di lokasi. Setelah itu, Kapolri memasuki ruang acara dan berfoto bersama, diikuti dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Polantas, dan pemutaran video selayang pandang Korlantas dari masa ke masa.

    Dalam peringatan HUT Lalu Lintas ke-70 ini, Kapolri berharap Korlantas terus melakukan pelayanan yang terbaik. Jenderal Sigit pun mengapresiasi Korlantas yang terus memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memberikan pelayanan.

    “Sehingga pelayanan yang diberikan tentunya mempermudah, memperkecil ada di ruang-ruang birokrasi yang tentunya potensi terjadi penyalahgunaan itu tentunya akan kita lakukan kekajian,” ungkap Kapolri.

    Diharapkan Kapolri, Korlantas akan lebih humanis dan dekat dengan masyarakat. Sebab, Korlantas menjadi salah satu Satker yang terus berinteraksi dengan masyarakat di jalan dan menghadapi berbagai situasi.

    “Jadi tadi disampaikan bahwa senyuman adalah markah utama. Jadi saya harapkan dengan hal-hal yang sifatnya dialog, lalu kemudian komunikasi yang bagus itu bisa merubah karena apapun seluruh pengguna jalan adalah masyarakat yang harus kita berikan hak yang sama, sehingga tentunya kita hindari memberikan teguran yang sifatnya sanksi, tapi bagaimana kemudian membangunkan kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga keselamatan dan keamanan berlalu lintas di jalan,“ jelas Kapolri.

    Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho pun dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap seluruh jajaran lalu lintas yang telah berinovasi untuk pelayanan masyarakat. Ia pun memberikan Pin Emas Kapolri kepada tokoh yang dinilai berkontribusi pada kemajuan layanan lalu lintas.

    Penyematan Pin Emas Kapolri diberikan kepada: Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si. (Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI); Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Aan Suhanan, M.Si. (Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI); dan Dr. Drs. Rivan Achmad Purwantono, S.H., M.H. (Direktur Utama PT Jasa Marga).

    Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada anggota berprestasi, yaitu Aipda Mardison Debataraja dari Polres Jayawijaya, Papua, yang menjadi korban penembakan KKB saat bertugas.

    Peluncuran aplikasi “Digital Korlantas” menjadi sorotan utama acara. Platform ini mengintegrasikan seluruh layanan Korlantas Polri dalam satu sistem terpadu dengan keamanan tingkat tinggi. Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui Play Store dan App Store.

    Digital Korlantas diharapkan mempermudah dan mempercepat proses pelayanan SIM, STNK, BPKB, dan layanan lainnya. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur Digital ID untuk mendigitalisasi dokumen fisik, serta membantu petugas memverifikasi keaslian data.

    Acara syukuran turut diwarnai prosesi pemotongan tumpeng di 70 titik secara serentak. Kapolri menyerahkan tumpeng kepada dua anggota berprestasi, yakni Brigadir Rian Hendris Saputra, S.H. (Juara 1 Kejuaraan Internasional Brazilian Jujitsu di Jakarta) dan Brigadir Rizka Dyah Febriyanti, S.Kom. (Peserta World Police and Fire Games Open Tournament 2025 di Alabama).

    Pameran HUT Lalu Lintas ke-70 juga menampilkan beragam inovasi teknologi Korlantas Polri seperti ERI, Anjungan Mandiri SIGNAL, RFID, aplikasi SINAR, e-BPKB, TAA, ETLE-FR, TAR, Smart City, Algoritma Road Safety, K3i, hingga program “Polantas Menyapa”. Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan modern menuju Indonesia Emas 2045.

  • Polda Metro Jaya Gelar Patroli Humanis Untuk Jaga Jakarta

    Jakarta – Polda Metro Jaya terus berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui patroli skala besar yang dikemas dengan pendekatan humanis. Kali ini, patroli dilaksanakan di dua kelompok wilayah, yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.

    Kasiaga 3 Bagdalops Biro Operasi Polda Metro Jaya, AKBP Dr. S.F. Aritonang, S.Sos., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan nyata terhadap program Jaga Jakarta+.

    “Patroli ini kami lakukan dengan melibatkan personel Gabungan, Kami mengedepankan metode dialogis, termasuk menghadirkan personel Polwan, agar lebih dekat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar AKBP Aritonang, Senin (22/9/2025).

    Ia menambahkan, kehadiran polisi di jalan bukan sekadar untuk pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. “Kami ingin terlihat dan benar-benar bermanfaat buat masyarakat. Semoga dengan patroli ini, potensi kerawanan, tindak kejahatan, maupun gangguan ketertiban bisa dicegah sejak dini,” katanya.

    Selain itu, AKBP Aritonang menegaskan bahwa kegiatan ini juga berorientasi pada pelayanan cepat terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan di jalan. “Kami siap melayani, sekaligus membangun hubungan baik dengan masyarakat. Inilah cara kami mendukung program Jaga Jakarta, demi mewujudkan ibu kota yang aman, tertib, dan nyaman untuk semua,” pungkasnya.

    Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi menyampaikan patroli skala besar ini menjadi salah satu agenda rutin Polda Metro Jaya untuk memastikan Jakarta tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.

    “Patroli ini merupakan kegiatan rutin dan dilakukan di seluruh wilayah hukum Polda Metro. Sesuai perintah Pak Kapolda, kami akan terus melakukan patroli untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Brigjen Ade Ary.