KOLOM PRESISI

  • Gunakan NST, 14.582 Siswa Bersaing dalam Seleksi Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara

    JAKARTA — Sebanyak 14.582 pelajar dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi penerimaan Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara, sekolah unggulan berasrama yang diinisiasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI). Seleksi ini digelar secara nasional dan berjenjang untuk menjaring calon pemimpin muda bangsa berbasis potensi, meritokrasi, dan kualitas sumber daya manusia.

    Rangkaian seleksi nasional diawali dengan pelaksanaan Nusantara Standard Test (NST) atau Tes Potensi Akademik (TPA) yang berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 08.30 WIB, di Gedung Badhawa STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan.

    Pelaksanaan NST juga dihadiri sejumlah tokoh pendidikan dan mitra strategis, di antaranya Dewan Pembina YPKBI Miftah Nur Sabri, COO Jakarta Intercultural School Easy Arisarwindha, Senior Director Putera Sampoerna Foundation Elan Merdy, Kepala Divisi Digital Retail Banking PT BRI Dr. Kaspar Situmorang, Ketua Umum ILUNI UI periode 2022–2025 Dr. Ir. Didit Ratam, MBA, serta perwakilan dunia pendidikan dan industri lainnya.

    Dalam keterangannya, Wakapolri menegaskan bahwa seleksi Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung penjaringan talenta nasional.

    “Hari ini kita melihat dukungan nyata dari berbagai kementerian dan pemangku kepentingan. Kehadiran langsung Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Menteri Komunikasi dan Digital menjadi bukti keseriusan negara dalam membangun ekosistem pendidikan yang adil, transparan, dan berorientasi pada kualitas sumber daya manusia masa depan,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

    Ia menjelaskan, mekanisme seleksi dirancang berlapis dan berkeadilan. Tahap awal dilakukan di daerah melalui Polda masing-masing dengan menyaring 20 persen peserta dengan nilai tertinggi. Dari proses tersebut, 400 peserta terbaik akan mengikuti Seleksi Pusat di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang pada akhir Maret hingga awal April 2026 untuk memperebutkan 180 kursi siswa terpilih.

    “Akpol menjadi lokasi seleksi akhir. Di sana para peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, tes psikologi, penelitian personel, hingga tes kesamaptaan jasmani. Kami ingin memastikan siswa terpilih tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap secara mental, fisik, serta memiliki karakter dan budi pekerti yang kuat,” tegas Wakapolri.

    Animo masyarakat terhadap SMA Kemala Taruna Bhayangkara terus meningkat. Pada seleksi Angkatan Kedua ini, jumlah pendaftar melonjak signifikan dibandingkan Angkatan Pertama tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 11.765 peserta dengan 120 siswa terpilih. Peningkatan tersebut mencerminkan tumbuhnya kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan dan pola pembinaan yang dikembangkan.

    SMA Kemala Taruna Bhayangkara menerapkan kurikulum berbasis International Baccalaureate (IB) sebagai standar akademik internasional. Kurikulum ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kemandirian belajar, serta wawasan global, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kepemimpinan.

    Seluruh rangkaian seleksi Angkatan Kedua dijadwalkan berakhir dengan pengumuman kelulusan pada Mei 2026. Para siswa terpilih akan mengikuti pendidikan unggulan berasrama sebagai kontribusi nyata Polri bersama YPKBI dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

  • Nusantara Standard Test 2026 Perkuat Seleksi Nasional Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara

    JAKARTA — Nusantara Standard Test (NST) Tahun 2026 menjadi instrumen utama dalam proses seleksi penerimaan siswa baru Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB). Tes Potensi Akademik (TPA) ini diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), Sabtu (10/1/2026), sebagai bagian dari upaya penjaringan talenta nasional berbasis potensi dan meritokrasi.

    Pelaksanaan NST 2026 berlangsung di Gedung Badhawa STIK-PTIK, Jakarta, mulai pukul 08.30 WIB dengan sistem pengawasan digital berlapis. Sebanyak 176 operator pengawas pusat diterjunkan dengan rasio satu proktor untuk 23 peserta, guna memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.

    Seleksi Angkatan Kedua ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan seleksi Angkatan Pertama pada tahun sebelumnya yang menjaring 120 siswa terpilih dari lebih dari 11 ribu pendaftar secara nasional. Pengalaman tersebut menjadi dasar penyempurnaan sistem seleksi, baik dari aspek teknis pelaksanaan maupun penguatan instrumen penilaian berbasis potensi akademik.

    Antusiasme masyarakat terhadap SMA Kemala Taruna Bhayangkara terus menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun ini, jumlah pendaftar tercatat mencapai 14.582 peserta terverifikasi, meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Seiring meningkatnya minat tersebut, kuota penerimaan Angkatan Kedua ditetapkan sebanyak 180 siswa terbaik dari seluruh Indonesia.

    Pelaksanaan seleksi NST 2026 juga ditinjau langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Ketua Pembina YPKBI Dirgayuza Setiawan. Kehadiran lintas kementerian dan pemangku kepentingan tersebut menegaskan kuatnya dukungan negara terhadap program penjaringan dan pembinaan talenta nasional melalui pendidikan menengah unggulan.

    Dalam keterangannya, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pelaksanaan NST 2026 menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem pendidikan nasional yang berorientasi pada kualitas dan keadilan.

    “Kami bersama Mas Dirgayuza sangat bersemangat hari ini. Kehadiran langsung Bapak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Ibu Menteri Komunikasi dan Digital merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap program seleksi yang kami selenggarakan,” ujar Wakapolri.

    Menurutnya, NST dirancang untuk memastikan proses seleksi tidak bergantung pada latar belakang sekolah maupun wilayah asal peserta, melainkan murni pada kemampuan berpikir kritis, logika formal, dan daya nalar tingkat tinggi. Hal ini menjadi fondasi penting bagi calon siswa yang nantinya akan menempuh kurikulum International Baccalaureate (IB) Diploma.

    “Melalui NST, kami ingin memastikan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan potensi terbaiknya. Ini adalah bagian dari komitmen bersama dalam menyiapkan generasi unggul yang berdaya saing global,” jelasnya.

    Program SMA Kemala Taruna Bhayangkara selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan kualitas sumber daya manusia. Polri bersama YPKBI dan para pemangku kepentingan berkomitmen menghadirkan sistem seleksi dan pembinaan yang kredibel, adaptif, serta relevan dengan tantangan masa depan, sebagai kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

  • Cegah Risiko ISPA, Polres Aceh Selatan Terjunkan Water Cannon Bersihkan Debu Sisa Banjir

    Aceh Selatan— Sebagai langkah preventif menjaga kesehatan masyarakat pasca-bencana, Polres Aceh Selatan melakukan aksi penyemprotan dan pembersihan jalan protokol pada Sabtu (10/1). Fokus utama kegiatan ini adalah menghilangkan tumpukan lumpur kering yang memicu polusi debu di sepanjang jalan utama Kabupaten Aceh Selatan.

    Banjir yang melanda wilayah tersebut selama hampir satu bulan menyisakan material lumpur tebal. Saat mengering, lumpur ini berubah menjadi debu yang beterbangan ketika dilintasi kendaraan, sehingga sangat berisiko memicu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

    Untuk mengatasinya, Polres Aceh Selatan mengerahkan unit Water Cannon guna menyisir jalan-jalan protokol. Penyemprotan air bertekanan tinggi ini efektif mengangkat sisa lumpur kering yang membandel dan menurunkan kadar debu di udara secara signifikan.

    Wakapolres Aceh Selatan, Kompol Edwin Aldro menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respon langsung terhadap rekomendasi dari petugas kesehatan Polri. Kehadiran tim di lapangan bertujuan untuk memastikan kualitas udara kembali layak bagi aktivitas warga.

    “Penyiraman dan pembersihan debu ini kami lakukan untuk meminimalisir dan menghilangkan debu di jalan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan sehat,” ujar Kompol Edwin Aldro.

    Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara tindakan kepolisian dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan selama masa pemulihan.

    Selain melakukan pembersihan fisik, Polres Aceh Selatan turut mengeluarkan himbauan kepada warga yang beraktivitas di luar rumah:

    • Selalu menggunakan masker saat berkendara atau berjalan di area terdampak.
    • Meningkatkan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap perubahan kualitas lingkungan.

    Langkah preventif dan humanis ini merupakan bagian dari komitmen Polres Aceh Selatan untuk terus hadir di tengah masyarakat hingga kondisi lingkungan benar-benar pulih pasca-bencana.

  • Sentuhan Kemanusiaan Polri, Tim SAR Korpolairud Bantu Warga Batang Anai Lewat Pembuatan Sumur Bor

    Padang Pariaman — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus menunjukkan komitmen hadir di tengah masyarakat terdampak bencana. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, Tim SAR Korpolairud Polri melaksanakan kegiatan Bantuan Kendali Operasi (BKO) di wilayah hukum Polres Padang Pariaman, tepatnya di Kecamatan Batang Anai.

    Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut melibatkan 28 personel gabungan dari Direktorat Polisi Perairan, Direktorat Polisi Udara, serta tenaga kesehatan Korpolairud. Seluruh personel didukung peralatan SAR darat dan air, serta sarana prasarana inventaris Polres Padang Pariaman.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel. Selanjutnya, tim melaksanakan pengoperasian dapur lapangan atau manase untuk memenuhi kebutuhan logistik personel BKO yang bertugas di lokasi bencana. Selain itu, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat, Tim SAR Korpolairud juga melakukan pembuatan sumur bor di wilayah Batang Anai guna membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga terdampak.

    Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan.

    “Polri tidak hanya fokus pada pencarian dan penyelamatan korban, tetapi juga berupaya membantu pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. Pembuatan sumur bor ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih dan meringankan beban mereka,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

    Ia menambahkan, kehadiran personel Polri di lapangan merupakan bentuk komitmen institusi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di saat-saat sulit akibat bencana alam.

    “Polri akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan bencana dapat berjalan optimal dan masyarakat dapat segera bangkit,” pungkasnya.

  • Brimob Hadirkan Sanitasi Layak bagi Korban Banjir di Desa Tolang Julu

    Tapanuli Selatan — Personel Brimob Batalyon C Polda Sumatera Utara bersama masyarakat setempat melaksanakan pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi warga terdampak banjir di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya dalam penyediaan sarana sanitasi yang layak dan sehat bagi masyarakat. Pembangunan MCK dilakukan secara gotong royong sebagai wujud sinergi antara Polri dan warga dalam mempercepat pemulihan lingkungan permukiman.

    Kegiatan pembangunan MCK dengan tahapan pengerjaan meliputi pemasangan plafon, pemasangan pintu WC, serta proses pengecatan yang terus dilanjutkan.

    Iptu Roy Sandri Pohan menyampaikan bahwa pembangunan MCK menjadi kebutuhan mendesak bagi warga pascabanjir, terutama untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.
    “Fasilitas MCK ini kami bangun bersama masyarakat agar dapat segera dimanfaatkan. Harapannya, warga memiliki akses sanitasi yang layak sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan dengan lebih nyaman dan sehat,” ujarnya.

    Masyarakat Desa Tolang Julu menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi keterlibatan personel Brimob yang bekerja berdampingan dengan warga. Kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan rasa kebersamaan dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana banjir.

  • Patroli Malam Brimob Cegah Tawuran dan Kejahatan Jalanan di Jakarta Timur

    Jakarta Timur — Brimob Polda Metro Jaya kembali hadir di tengah masyarakat melalui patroli cipta kondisi sebagai bagian dari implementasi Program Jaga Jakarta yang dicanangkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri. Kegiatan ini digelar sepanjang malam hingga dini hari di wilayah Jakarta Timur dan menjadi langkah berkelanjutan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada jam-jam rawan yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.

    Sejalan dengan Program Jaga Jakarta yang menekankan kehadiran aktif personel Polri di ruang-ruang publik, patroli menyasar sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya remaja, jalur rawan balap liar, serta kawasan yang berpotensi terjadi kejahatan jalanan seperti tawuran dan pencurian dengan kekerasan. Kehadiran personel Brimob di lapangan dilakukan secara preventif dan humanis, dengan mengedepankan langkah pencegahan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

    Dalam rangkaian patroli tersebut, petugas mendapati sekelompok pemuda yang menunjukkan gelagat mencurigakan di salah satu kawasan pemukiman. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah barang berbahaya berupa senjata tajam dan benda lain yang diduga akan digunakan untuk aksi tawuran. Temuan ini memperkuat efektivitas Program Jaga Jakarta dalam mencegah potensi konflik sosial sebelum berkembang dan mengganggu ketertiban umum.

    Selain itu, patroli juga berhasil mengamankan beberapa remaja yang terlibat dalam aktivitas konvoi kendaraan roda dua pada dini hari. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah balap liar dan potensi gangguan keselamatan pengguna jalan lainnya. Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan diserahkan kepada fungsi kewilayahan untuk penanganan lebih lanjut.

    Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan patroli ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap Program Jaga Jakarta Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, sekaligus wujud pelayanan Polri dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Brimob, menurutnya, akan terus hadir dalam setiap dinamika keamanan, baik melalui patroli rutin maupun kegiatan pengamanan lainnya.

    “Brimob Polda Metro Jaya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memastikan setiap sudut wilayah tetap kondusif, serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini,” tegasnya.

    Melalui patroli cipta kondisi yang dilaksanakan secara konsisten dan bersinergi dengan jajaran kewilayahan, Brimob Polda Metro Jaya berharap situasi keamanan di Jakarta Timur tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat beristirahat dan beraktivitas tanpa rasa khawatir. Hingga berakhirnya kegiatan, kondisi wilayah terpantau aman dan terkendali.

  • Sentuhan Kemanusiaan Polri, Layanan Kesehatan Pusdokkes Jangkau Warga Hingga Pelosok Aceh Terdampak Bencana

    Aceh, 10 Januari 2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri terus menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Tim dokter dan tenaga kesehatan diterjunkan ke sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, hingga Bener Meriah.

    Bakti kesehatan ini menjadi bagian dari respons cepat Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Tim medis Pusdokkes Polri disebar secara merata ke lokasi pengungsian maupun permukiman warga, termasuk wilayah pelosok, agar layanan kesehatan dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan.

    Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan dan pemberian obat-obatan, penanganan luka ringan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan guna mencegah potensi munculnya penyakit pascabencana.

    Kepala Pusdokkes Polri melalui Kabid Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa pengerahan tim medis ini bertujuan untuk menjamin kesehatan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya krisis kesehatan di wilayah terdampak.

    “Pusdokkes Polri bersama Biddokkes Polda Aceh menurunkan sebanyak 191 dokter dan tenaga kesehatan yang terbagi dalam tiga gelombang penugasan,” ujar dr. Dafianto.

    Ia menambahkan, hingga 7 Januari 2026, tim Pusdokkes Polri telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 25.034 orang, yang terdiri dari 2.276 personel Polri (PNPP) dan 22.759 warga masyarakat. Tim medis juga memastikan layanan kesehatan menjangkau daerah-daerah terpencil di wilayah terdampak bencana.

    Pelaksanaan bakti kesehatan ini dilakukan secara terpadu dan bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan setempat, serta para relawan, sehingga pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara optimal di seluruh wilayah terdampak.

    Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, terutama pada situasi darurat bencana.

    “Pusdokkes Polri dan Polda Aceh hadir membantu masyarakat sebagai wujud komitmen Polri,” pungkasnya.

  • Gerak Cepat Polres Bener Meriah, Jalan Lintas Bireuen–Takengon Kembali Aman Pascabencana

    Bener Meriah — Pascabencana banjir dan tanah longsor yang sempat mengganggu arus lalu lintas, Polres Bener Meriah bersama personel Satuan Brimob Polda Aceh bergerak cepat melaksanakan bakti sosial pembersihan Jalan Lintas Bireuen–Takengon. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan akses transportasi sekaligus menjamin keselamatan para pengguna jalan.

    Kegiatan pembersihan berlangsung di wilayah Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Jumat (9/1/2026). Dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Bener Meriah IPTU Zulkarnel, personel gabungan bahu-membahu membersihkan material sisa bencana berupa lumpur, bebatuan, dan kayu yang menutupi badan jalan.

    Dengan menggunakan peralatan manual, pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar jalur penghubung vital antarwilayah tersebut dapat kembali dilalui dengan aman dan lancar. Jalan lintas Bireuen–Takengon merupakan akses strategis bagi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah tengah Aceh.

    IPTU Zulkarnel mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat pascabencana sekaligus mencegah risiko kecelakaan lalu lintas.

    “Jalan ini merupakan akses utama masyarakat. Oleh karena itu, kami bergerak cepat membersihkan material longsor agar aktivitas warga kembali normal dan pengguna jalan merasa aman,” ujar IPTU Zulkarnel.

    Selain pembersihan, personel kepolisian juga memberikan imbauan humanis kepada masyarakat dan pengguna jalan agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu bencana susulan. Di sejumlah titik rawan, petugas turut memasang police line sebagai langkah preventif guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan.

    Ia menambahkan, Polres Bener Meriah akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan siap melakukan langkah lanjutan apabila terjadi gangguan kembali akibat cuaca ekstrem.

    “Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintas dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu pemulihan dan menjaga keselamatan pascabencana alam.

  • Tim SAR Korpolairud BKO Polda Jabar Bangun Jembatan Sementara di Padang Pariaman, Akses Warga Patamuan Kembali Terhubung

    Padang Pariaman — Polri terus memperkuat upaya penanganan bencana alam di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pada Rabu (7/1/2026), Tim SAR Korpolairud BKO Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan penanganan bencana di wilayah hukum Polres Padang Pariaman, tepatnya di Jembatan Sungai Durian, Kecamatan Patamuan.

    Kegiatan kemanusiaan tersebut melibatkan sebanyak 28 personel gabungan yang terdiri dari 10 personel Selam Olah Gerak dan Penyelamatan (Silongmat) Direktorat Polair, 15 personel Silongmat Direktorat Poludara, serta 4 personel tenaga kesehatan Korpolairud. Seluruh personel didukung peralatan SAR dari Ditpolair, Ditpoludara, serta inventaris Polres setempat.

    Fokus utama kegiatan adalah pembangunan jembatan sementara guna memulihkan kembali akses mobilitas masyarakat yang terdampak bencana, khususnya bagi warga di Kecamatan Patamuan yang sebelumnya terputus akibat kerusakan jembatan.

    Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menyampaikan bahwa kehadiran Tim SAR Korpolairud merupakan bentuk kesiapsiagaan dan sinergi Polri lintas wilayah dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana.

    “Polri bergerak cepat dengan mengerahkan personel dan peralatan SAR untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Pembangunan jembatan sementara ini diharapkan dapat segera memulihkan akses warga, memperlancar distribusi bantuan, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

    Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terkoordinasi dengan Polres Padang Pariaman dan instansi terkait di lapangan, sehingga proses pembangunan jembatan sementara dapat berjalan aman dan lancar.

    Melalui upaya ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam penanganan dan pemulihan bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

  • Tiga Kabupaten Terdampak Hidrometeorologi, Polri Bergerak Cepat Lakukan Penyelamatan dan Pemenuhan Kebutuhan Pengungsi

    Ternate — Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Provinsi Maluku Utara. Sedikitnya tercatat satu kejadian banjir bandang, empat kejadian tanah longsor, serta 15 kejadian banjir yang berdampak pada tiga kabupaten, yakni Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kota Tidore Kepulauan. Sejak awal kejadian, jajaran Polri langsung bergerak cepat untuk melakukan evakuasi warga, penyelamatan korban, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

    Berdasarkan data Polri per 7 Januari 2026, bencana tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, masing-masing dua korban di Kabupaten Halmahera Barat dan satu korban di Kabupaten Halmahera Utara. Selain korban jiwa, ribuan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan, dengan jumlah pengungsi mencapai sekitar 5.000 jiwa di Halmahera Barat dan 1.311 jiwa di Halmahera Utara. Sementara itu, kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp4,27 miliar dan masih terus didata oleh petugas di lapangan.

    Hujan deras yang berlangsung sejak Senin (5/1/2026) hingga Kamis (8/1/2026) dini hari juga berdampak pada infrastruktur vital. Jembatan Ake Aru yang menghubungkan Tobelo–Loloda di Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, dilaporkan terputus akibat derasnya arus banjir. Kondisi ini menghambat mobilitas warga serta distribusi logistik. Polri pun melakukan pengamanan di lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan dan pemulihan akses.

    Di tengah upaya penyelamatan, Polri juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak. Di Kabupaten Halmahera Barat, Polres setempat bersama pemerintah desa menyalurkan bantuan logistik berupa 1.000 dus mi instan dan 1.000 sak beras ukuran 5 kilogram. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap ke lokasi terdampak dan tempat pengungsian, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

    Sejak menerima laporan awal bencana, jajaran Polri di Maluku Utara—mulai dari Polsek hingga Polda—langsung diterjunkan ke lokasi terdampak. Fokus penanganan diarahkan pada evakuasi warga di titik rawan, pemberian pertolongan pertama bagi korban luka, pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), serta pembukaan akses jalan yang tertutup banjir dan material longsor. Seluruh langkah dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan medan yang berat.

    Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., menegaskan bahwa kecepatan dan sinergi menjadi kunci dalam penanganan bencana.
    “Personel kami bergerak dari satuan terdekat dengan membawa perlengkapan yang dibutuhkan dan bekerja bersama unsur terkait. Prioritas utama adalah keselamatan warga, penanganan korban, serta memastikan para pengungsi mendapatkan perhatian dan kebutuhan dasar yang layak,” ujarnya.

    Untuk mendukung operasi di lapangan, Polri mengerahkan personel dan sarana secara terpadu. Di Kabupaten Halmahera Barat, dikerahkan dua unit truk R6, tiga unit kendaraan R4 double cabin, serta 60 personel Polres Halmahera Barat. Sementara di Kabupaten Halmahera Utara, Polres setempat menurunkan tiga unit truk R6, empat unit kendaraan R4 double cabin, dan 90 personel guna menjangkau wilayah terdampak hingga ke desa-desa. Dukungan juga diberikan oleh Polres Ternate dengan satu unit truk R6 dan 12 personel Samapta, serta Polresta Tidore Kepulauan dengan satu unit truk R6 dan 12 personel Samapta.

    Unsur SAR turut diperkuat oleh Sat Brimob Polda Maluku Utara yang mengerahkan dua unit truk R6, satu unit kendaraan R6 box, satu unit kendaraan R4 double cabin, 10 set peralatan SAR, serta 38 personel Brimob. Di wilayah perairan, Ditpolairud Polda Maluku Utara menurunkan satu unit kapal patroli SBU beserta empat personel ABK untuk pemantauan dan evakuasi.

    Dalam penanganan pengungsi, Polda Maluku Utara berkoordinasi dengan Forkopimda dan instansi terkait untuk mendirikan dan mengelola posko pengungsian. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta keamanan terus diupayakan agar tetap terpenuhi. Polri juga menyiagakan jajaran Polres lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

    Kapolda Maluku Utara turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia serta empati kepada seluruh masyarakat terdampak. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta menghindari kawasan rawan bencana. Layanan darurat Polri 110 juga disiagakan dan dapat diakses selama 24 jam untuk pelaporan kondisi darurat maupun permintaan bantuan.

    Polda Maluku Utara memastikan seluruh jajaran tetap siaga penuh, terus memantau perkembangan situasi, serta bekerja bersama seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat agar proses pemulihan dapat berjalan optimal dan aktivitas warga kembali normal.