KOLOM PRESISI

  • Warga Tambun Rengas Kini Dukung Pembangunan RDF Setelah Dialog dan Sosialisasi

    Jakarta — Warga Kampung Tambun Rengas, Cakung Timur, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). Yang sebelumnya melakukan aksi penolakan terhadap rencana pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) kini menyatakan dukungan setelah melalui rangkaian dialog dan sosialisasi bersama pemerintah daerah dan pihak pengelola.

    Penolakan sempat terjadi beberapa waktu lalu karena kekhawatiran warga terkait dampak lingkungan, mulai dari potensi pencemaran udara, bau tidak sedap, hingga risiko kesehatan. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.

    Namun situasi mulai berubah setelah digelarnya pertemuan terbuka yang melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan ibu-ibu warga. Dalam forum tersebut, pemerintah memaparkan secara rinci mekanisme kerja teknologi RDF, sistem pengolahan tertutup, serta pengendalian emisi yang diklaim telah memenuhi standar lingkungan.

    Perwakilan warga menyampaikan bahwa penjelasan teknis yang lebih komprehensif membantu meluruskan sejumlah informasi yang sebelumnya simpang siur. Selain itu, komitmen transparansi dan pengawasan bersama menjadi poin penting yang meningkatkan kepercayaan masyarakat.“Kami awalnya menolak karena belum memahami secara utuh. Setelah dijelaskan dan ada jaminan pengawasan, kami melihat ini bisa menjadi solusi pengelolaan sampah jangka panjang,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat Sdr. Lutfi.

    Pemerintah daerah juga menyampaikan bahwa fasilitas RDF dirancang untuk mengurangi volume sampah yang selama ini menjadi persoalan serius di wilayah tersebut. Selain aspek lingkungan, keberadaan fasilitas ini diharapkan membuka peluang kerja dan memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.

    Meski kini menyatakan dukungan, warga menegaskan akan tetap mengawal proses pembangunan dan operasional RDF agar berjalan sesuai komitmen yang telah disepakati bersama.Perubahan sikap warga Tambun Rengas ini dinilai sebagai contoh pentingnya dialog terbuka dan partisipasi masyarakat dalam setiap proyek pembangunan, sehingga keputusan yang diambil dapat diterima secara kolektif dan berkelanjutan.

  • Tim SAR Brimob Metro Jaya Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Tangerang

    Tangerang – Banjir setinggi sekitar 1 meter merendam kawasan Perumahan Duren Villa, Ciledug, Kota Tangerang, Minggu (8/3/2026) pagi. Tim SAR Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya turun langsung ke lokasi untuk membantu mengevakuasi warga yang terdampak.

    Sebanyak 12 personel Tim SAR dipimpin Ipda M. Adi Mulyono diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 07.30 WIB setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai banjir yang merendam kawasan tersebut.

    Berdasarkan data di lapangan, banjir berdampak pada sekitar 180 kepala keluarga (KK). Sementara itu, sedikitnya 80 warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko dari genangan air.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan personel Brimob diterjunkan untuk membantu evakuasi warga sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak banjir.

    “Personel kami di lapangan langsung membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir. Polri melalui jajaran Brimob terus hadir membantu masyarakat dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan bencana,” ujarnya.

  • Banjir 2 Meter Rendam Bangka V Jaksel, Brimob Evakuasi Warga

    Jakarta – Banjir dengan ketinggian hingga sekitar 2 meter merendam kawasan Jalan Bangka V, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026) siang. Personel Satuan Brimob Polda Metro Jaya langsung diterjunkan untuk membantu mengevakuasi warga dari rumah mereka yang terendam air.

    Sebanyak 10 personel Tim SAR Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kondisi banjir di kawasan tersebut. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 10.20 WIB dan langsung melakukan pemantauan sekaligus membantu proses evakuasi warga.

    Berdasarkan pemantauan di lapangan, ketinggian air di sejumlah titik mencapai sekitar 200 sentimeter, sehingga menyulitkan aktivitas warga dan membuat sebagian masyarakat harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

    Personel Brimob kemudian membantu warga keluar dari rumah mereka menuju lokasi yang lebih aman. Selain melakukan evakuasi, petugas juga terus memantau perkembangan situasi banjir guna mengantisipasi kemungkinan meningkatnya debit air.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan kehadiran personel Brimob merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

    “Personel kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga. Kami berupaya membantu proses evakuasi serta memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak banjir,” kata Budi.

    Ia menambahkan, jajaran Polda Metro Jaya terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan banjir dapat berjalan dengan cepat dan masyarakat yang terdampak dapat segera mendapatkan bantuan.

    Saat ini, Tim SAR Brimob Polda Metro Jaya masih berada di lokasi untuk membantu warga serta melakukan pemantauan kondisi banjir di kawasan tersebut.

  • Polairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Pondok Karya Jaksel

    Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan siaga Search and Rescue (SAR) untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir di kawasan Pondok Karya, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026) pagi.

    Sebanyak 15 personel Ditpolairud yang dipimpin AKP Hamdannallah dikerahkan dalam kegiatan kemanusiaan tersebut dengan menggunakan satu unit perahu skiffboard guna mengevakuasi warga dari rumah-rumah yang terdampak genangan air.

    Direktur Polairud Polda Metro Jaya Kombes Pol Mustofa mengatakan pihaknya fokus membantu kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, balita, perempuan, serta warga yang sedang sakit untuk segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

    “Personel kami dikerahkan untuk memberikan bantuan kemanusiaan melalui evakuasi warga yang terdampak banjir, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang sakit agar dapat segera berada di tempat yang aman,” ujar Kombes Mustofa.

    Ia menjelaskan ketinggian air di kawasan Pondok Karya bervariasi mulai dari sekitar 75 sentimeter hingga mencapai 190 sentimeter. Kondisi cuaca di lokasi juga masih mendung dengan hujan ringan hingga sedang.

    Menurutnya, banjir terjadi akibat hujan yang turun sejak Jumat (7/3) hingga Minggu dini hari, serta adanya kiriman air dari kawasan Katulampa, Bogor, Jawa Barat.

    “Hingga saat ini personel Ditpolairud Polda Metro Jaya masih berada di lokasi dan kegiatan evakuasi warga terus berlangsung,” katanya.

  • Pererat Silaturahmi Ramadan, Kapolres Metro Depok dan Wali Kota Tarawih Keliling di Limo

    Depok – Kegiatan tarawih keliling yang dilaksanakan Pemerintah Kota Depok bersama jajaran kepolisian berlangsung khidmat di Masjid Al Mutmainah, Kecamatan Limo, Kota Depok.

    Kapolres Metro Depok, Abdul Waras, bersama Wali Kota Depok, Supian Suri, melaksanakan salat tarawih berjamaah sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat di Masjid Al Mutmainah, Jalan Raya Meruyung, Kecamatan Limo, Depok. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat selama bulan suci Ramadan.

    Dalam sambutannya, Wali Kota Depok Drs. H. Supian Suri, M.M menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT sehingga seluruh masyarakat masih diberikan kesehatan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan tahun ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga Kecamatan Limo yang telah mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah Kota Depok.

    Supian Suri menuturkan bahwa Pemerintah Kota Depok terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui program sekolah gratis bagi warga Depok yang telah berjalan. Ia juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk menghadirkan program PAUD gratis bagi masyarakat Kota Depok pada tahun ini sebagai bagian dari peningkatan akses pendidikan sejak usia dini.

    Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan rencana pembangunan Kantor Kelurahan Meruyung yang akan direalisasikan pada tahun ini guna meningkatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat setempat.

    Pada kesempatan tersebut, Supian Suri juga mengingatkan masyarakat agar tidak lupa menunaikan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai bentuk partisipasi warga dalam mendukung pembangunan daerah di Kota Depok.

    Sementara itu, Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Abdul Waras menyampaikan bahwa kegiatan tarawih keliling ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban selama bulan Ramadan.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Kecamatan Limo yang antusias mengikuti rangkaian ibadah dan silaturahmi tersebut.

  • Kapolri Apresiasi Progam Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni di Jabar: Jawab Harapan Masyarakat Terhadap Polri

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan dan Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Kosasih terkait program pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) buat masyarakat Jawa Barat.

    Hal ini disampaikan Kapolri dalam acara silaturahmi Ramadhan di Polda Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

    “Terima kasih pak Gubernur, pak Kapolda, Pangdam yang terus bersinergi membuat program yang tentunya menyentuh masyarakat kelas bawah yang membutuhkan,” kata Sigit.

    Menurut Sigit, program pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ia pun menyebut program ini menjawab harapan masyarakat terhadap institusi Polri.

    “Polri harus bisa melaksanakan dan mendengar apa yang menjadi aspirasi dan harapan masyarakat sehingga kemudian makin hari institusi Polri bisa melaksanakan tugas sesuai dengan harapan dan apa yang diinginkan masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Barat,” ucapnya.

    Pada program di Jawa Barat, tercatat ada 168 pembangunan rumah tidak layak huni. Rinciannya 67 telah selesai pembangunan dan 101 masih dalam proses pembangunan.

    Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini meminta masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan. Apalagi situasi global yang tak pasti dan eskalasi di timur tengah yang meningkat.

    “Situasi yang sedang kita hadapi dampak global yang kita hadapi tentunya ini butuhkan kebersamaan persatuan. Itu adalah kunci utama menjaga agar stabilitas kamtibmas tetap terjaga,” katanya.

    Lebih lanjut, Sigit menuturkan, apapun kondisi global yang dihadapi Indonesia, pemerintah tetap melaksanakan amanatnya untuk mendukung mendorong terjadinya pertumbuhan dan menyejahterakan masyarakatnya. Semua itu, katanya, bisa dilalui apabila bersatu.

    “Tentunya apa yang menjadi program terkait masalah ketahanan pangan, program ketahanan energi tentunya jugaharus kita kawal. Karena ini sebagai bagian dari upaya kita untuk hadapi dinamika global yang ada,” katanya.

  • SIARAN PERS POLRI

    Green Policing Polda Aceh, Tanam 10 Ribu Mangrove untuk Perkuat Ketahanan Ekologi dan Ekonomi Desa Pesisir

    BANDA ACEH – Polda Aceh menginisiasi penanaman 10 ribu bibit mangrove di kawasan pesisir sebagai bagian dari program Green Policing atau Polisi Hijau. Kegiatan yang dipusatkan di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh ini menjadi langkah konkret Polri dalam memperkuat ketahanan ekologis sekaligus mendorong ketahanan ekonomi desa pesisir.

    Program tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPR RI dari dapil Aceh, Nasir Djamil, yang menilai langkah Kapolda Aceh sebagai pendekatan strategis dalam mitigasi bencana berbasis ekologi.

    “Inisiatif Kapolda Aceh yang menanam 10 ribu tanaman mangrove patut mendapat dukungan dari semua pihak di Aceh. Mangrove itu banyak manfaatnya. Selain tempat tinggal ikan dan berbagai jenis binatang laut lainnya, pohon mangrove juga bisa meredam gelombang besar seperti tsunami. Karena itu, penanaman 10 ribu mangrove adalah model mitigasi bencana melalui pendekatan ekologi,” ujar Nasir, Selasa (3/3/2026).

    Menurutnya, keberadaan mangrove tidak hanya berfungsi menahan abrasi dan mengurangi dampak gelombang pasang serta tsunami, tetapi juga memiliki dimensi edukatif bagi masyarakat pesisir, khususnya generasi muda.

    “Inisiatif ini dalam pandangan kami ingin mendekatkan kembali masyarakat pesisir dengan lingkungannya, terutama generasi muda yang mungkin belum banyak tahu tentang tanaman mangrove,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Nasir menambahkan bahwa mangrove yang tumbuh dengan baik akan memberi nilai tambah bagi desa, baik dari sisi kualitas udara maupun potensi ekonomi melalui pengembangan wisata edukasi dan lingkungan.

    “Mangrove yang tumbuh dengan baik akan menjadi nilai tambah berupa udara yang lebih bersih di sekitarnya dan juga bisa menjadi sumber pendapatan bagi desa jika dikembangkan sebagai wisata edukasi dan lingkungan,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa konsep Green Policing dapat menyesuaikan karakteristik wilayah masing-masing, namun memiliki tujuan yang sama, yakni menyelamatkan lingkungan dari kerusakan akibat pertambangan dan penebangan liar. Ia mendorong pemerintah daerah agar turut mendukung melalui pengalokasian anggaran demi keberlanjutan program tersebut.

    Sementara itu, Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa program Polisi Hijau merupakan wujud komitmen nyata Polri dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, khususnya di kawasan pesisir yang memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana.

    “Kawasan pesisir memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa penanaman mangrove adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.

    “Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10 ribu bibit mangrove. Ke depan, saya memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa,” tegasnya.

    Melalui program ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam merawat kelestarian lingkungan sebagai fondasi keberlanjutan hidup bersama.

    Program Green Policing menjadi bukti bahwa transformasi Polri tidak hanya menyentuh aspek pelayanan dan penegakan hukum, tetapi juga kepedulian terhadap masa depan ekologi dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

  • KAPOLRES METRO DEPOK HADIRI TARAWIH KELILING DI MASJID JAMI AL MUKHLISHUN SUKMAJAYA DEPOK

    Depok – Kapolres Metro Depok Abdul Waras menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) hari kedua di Masjid Jami Al Mukhlishun, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Senin (2/3/2026) malam.

    Kehadiran Kapolres dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat di bulan suci Ramadan, sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif.

    Dalam kesempatan itu, Abdul Waras mengingatkan masyarakat untuk senantiasa bersyukur tidak hanya atas nikmat iman dan kesehatan, tetapi juga nikmat keamanan yang sering kali terlupakan.

    “Sering kali kita bersyukur atas iman Islam dan kesehatan yang diberikan Allah SWT. Namun, kadang kita lupa bahwa nikmat aman juga merupakan karunia besar yang harus disyukuri,” ujarnya di sela-sela kegiatan Tarling.

    Ia menekankan bahwa suasana aman menjadi faktor utama yang membuat umat Muslim dapat menunaikan Salat Tarawih dengan khusyuk dan nyaman. Tanpa kondisi yang kondusif, ibadah pun tidak akan terasa nikmat.

    “Bisa Salat Tarawih dengan khusyuk dan nyaman itu karena adanya rasa aman. Kalau situasi rusuh, tentu ibadah pun tidak lagi terasa nikmat,” jelasnya.

    Kapolres juga menegaskan bahwa keamanan di Kota Depok bukan semata hasil kerja aparat kepolisian atau pemerintah, melainkan buah dari kerja sama seluruh elemen masyarakat.

    Dengan kondisi yang aman dan tertib, lanjutnya, masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal.

    “Insya Allah dengan kondisi yang aman, semua bisa bekerja dengan tenang, program-program bisa berjalan, dan kita bisa terus menjaga keamanan bersama,” tambah Abdul Waras.

    Di akhir penyampaiannya, ia mengajak masyarakat untuk menghindari berbagai hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain serta terus memperkuat sinergi dengan aparat keamanan.

    “Semoga sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat semakin kuat demi terciptanya Kota Depok yang aman dan kondusif,” pungkasnya.

  • Kamp KKB di Nabarua Dibongkar Aparat Gabungan, Ratusan Amunisi dan Puluhan Juta Rupiah Diamankan

    NABIRE — Aparat gabungan TNI-Polri menggelar konferensi pers terkait perkembangan upaya penegakan hukum terhadap target daftar pencarian orang (DPO) kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nabire yang digelar di Polres Nabire pada Senin (2/3/2026) pukul 16.00 WIT.

    Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat TNI–Polri, diantaranya Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., Wapangops Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., Danrem 173/Praja Vira Braja Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. I Gede Era Adhinata, S.I.K., Kasatgas Tindak Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Patria Yuda Rahadian, S.I.K., M.I.K., serta Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K.

    Operasi yang melibatkan Satgas Operasi Damai Cartenz dari Polri dan Satgas Rajawali Mambri dari TNI itu dilakukan menyusul terdeteksinya aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Kali Nabarua yang diduga merencanakan gangguan keamanan.

    Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H. menjelaskan bahwa penegakan hukum tersebut didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire Polda Papua Tengah.

    “Para pelaku yang saat ini dilakukan pengejaran disangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 458 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. Selain itu, Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengatur tentang pembunuhan berencana atau pembunuhan yang disertai tindak pidana lain dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” tegasnya.

    Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan, kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin DPO berinisial AK diketahui berpindah dari wilayah Kimi menuju Nabarua dan menempati sebuah camp di area Kali Nabarua. Di lokasi tersebut, kelompok diduga melakukan pertemuan internal, penggalangan dukungan logistik, serta merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Nabire.

    Pemantauan lapangan oleh personel gabungan menemukan adanya aktivitas sejumlah orang bersenjata, keberadaan senjata api laras panjang, serta bangunan yang diduga menjadi markas kelompok tersebut.

    Tim Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Rajawali Mambri kemudian menyusun rencana operasi dan strategi penindakan. Personel bergerak melalui beberapa titik penyekatan dan melakukan pengamatan intensif di sekitar Kali Nabarua.

    “Saat tim mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata. Tim bantuan turut disiagakan untuk memperkuat personel di lapangan,” ungkap Kombes Pol Gustav.

    Setelah tindakan penegakan hukum dilakukan, aparat gabungan berhasil menguasai lokasi camp dan mengamankan situasi. Sementara itu, kelompok bersenjata melarikan diri ke wilayah hutan dan hingga kini masih dalam pengejaran.

    Dari hasil operasi tersebut, aparat mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata, antara lain 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 buah magazen, 12 unit telepon genggam, 5 unit alat komunikasi, uang tunai puluhan juta rupiah, bendera dan perlengkapan lainnya, serta tiga tas berisi perlengkapan kelompok.

    “Sebagaimana yang kita lihat di depan rekan-rekan media, ini adalah daftar barang bukti yang diamankan di lokasi penegakan hukum kemarin di Kali Nabarua,” ujar Kombes Pol Gustav.

    Ia merinci, dua magazen yang ditemukan merupakan hasil rampasan dari kejadian di Lagari, Musyaro, PT Kristalin, termasuk dua telepon genggam milik korban dan satu unit iPhone. Selain itu, terdapat dua magazen lain yang merupakan hasil rampasan dari kejadian di Kilometer 128 pada akhir tahun 2025 yang menewaskan dua anggota aparat.

    “Untuk amunisi lainnya masih dalam penyelidikan oleh tim Satgas Damai Cartenz dan Rajawali Mambri guna pendalaman lebih lanjut,” katanya.

    Terkait dana tunai yang ditemukan di lokasi, pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber dukungan logistik kelompok tersebut.

    Pendalaman terhadap dana yang ditemukan masih dilakukan untuk melengkapi proses penyelidikan aparat gabungan TNI-Polri.

    Ia juga membenarkan bahwa dalam peristiwa di Lagari, selain dua korban jiwa, terdapat dua pucuk senjata api panjang dan satu senjata api pendek yang dirampas oleh kelompok tersebut.

    Wakil Panglima Operasi Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M. menyampaikan bahwa dalam kontak tembak tersebut satu anggota TNI mengalami luka akibat serpihan proyektil.

    “Korban tertembak ada satu anggota kita yang terkena rekoset di betis kanan. Antisipasi kami tentu apabila sudah terjadi perdarahan harus segera dilakukan evakuasi. Anggota tersebut langsung dievakuasi dan saat ini sudah tertangani. Kondisinya tidak terlalu serius karena hanya serpihan proyektil. Diperkirakan dalam waktu sekitar satu minggu sudah cukup membaik,” jelasnya.

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, BrigjenPol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya.

    “Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Aparat gabungan TNI-Polri akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut serta pengejaran terhadap para pelaku kejahatan. Jangan percaya pada informasi yang belum resmi sumbernya,” tegasnya.

    Sementara itu, Wakapolda Papua Tengah menegaskan komitmen aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah.

    “Kami menegaskan bahwa aparat gabungan masih terus melakukan pengejaran dan berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta keselamatan masyarakat,” pungkas Kombes Pol Gustav.

    Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar wilayah Kabupaten Nabire guna memastikan kelompok bersenjata tersebut tidak kembali melakukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

  • Bangun Kedekatan dengan Masyarakat, Satgas Damai Cartenz Intensifkan Patroli Humanis di Nduga

    Nduga – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, personel Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Sektor Nduga yang dipimpin, Briptu Tri Setyo Abdi Pamungkas, melaksanakan patroli jalan kaki sekaligus menyambangi warga di sekitar Pos Koteka, Kabupaten Nduga, Senin (2/3/2026).

    Patroli tersebut dilakukan secara humanis dengan menyapa anak-anak dan berdialog langsung bersama warga setempat. Langkah ini bertujuan untuk membangun rasa simpati, mempererat hubungan emosional, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 di wilayah Kabupaten Nduga.

    Dalam kesempatannya, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan humanis menjadi salah satu strategi dalam menjaga keamanan di Papua Pegunungan.

    “Personel di lapangan kami dorong untuk terus mengedepankan pendekatan humanis melalui patroli dialogis dan sambang kepada masyarakat. Dengan membangun komunikasi yang baik, kehadiran Polri dapat dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Ka Ops Damai Cartenz 2026.

    Ia menambahkan, kegiatan patroli jalan kaki dinilai efektif untuk menjangkau masyarakat secara langsung, mendengar aspirasi warga, serta memetakan potensi gangguan keamanan sejak dini.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa stabilitas keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan sosial yang berkelanjutan dan berbasis kepercayaan masyarakat.

    “Keamanan yang berkelanjutan lahir dari kedekatan dan komunikasi yang intens antara aparat dan masyarakat. Oleh karena itu, kami menekankan agar setiap personel di lapangan hadir secara humanis, mendengar langsung aspirasi warga terkait situasi keamanan di sekitar,” tegasnya.

    Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Nduga untuk terus menjaga kebersamaan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu situasi kamtibmas.

    Satgas Ops Damai Cartenz 2026 berkomitmen untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Nduga melalui langkah-langkah preventif dan preemtif, sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.