KOLOM PRESISI

  • Pengungkapan Kasus AKN: Polisi Dalami Bukti Ilmiah dan Menunggu Hasil DNA

    Pengungkapan Kasus AKN: Polisi Dalami Bukti Ilmiah dan Menunggu Hasil DNA

    Jakarta — Polres Metro Jakarta Selatan resmi menetapkan AI sebagai tersangka dalam kasus hilangnya anak berinisial AKN. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers pada Senin (24/11/2025) malam.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa penyidik telah melakukan penyelidikan secara menyeluruh sejak laporan awal diterima pada 7 Maret 2025. Berbagai langkah dilakukan mulai dari pemeriksaan saksi, olah TKP, hingga analisa digital dan koordinasi lintas wilayah.

    “Kasus ini menjadi perhatian masyarakat sehingga seluruh proses kami pastikan berjalan akurat dan transparan. Semua temuan diverifikasi melalui metode penyidikan yang terukur,” kata Kombes Budi.

    Dari rangkaian penyidikan yang dilakukan, polisi menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada dugaan keterlibatan AI. Informasi tersebut diperkuat dengan keterangan saksi-saksi serta hasil penelusuran digital yang memetakan aktivitas terakhir tersangka.

    AI sebelumnya mengakui bahwa dirinya membawa AKN dari sebuah masjid di kawasan Bintaro, lalu melakukan tindakan bekam yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ia kemudian menyampaikan bahwa jasad korban dibuang di sekitar Jembatan Cilalay, Tenjo.

    Sementara itu, Tim Forensik RS Polri Kramat Jati menerima dua kantong jenazah yang diduga berkaitan dengan kasus ini. Salah satunya berisi pakaian, dan satu kantong lainnya berisi potongan tulang manusia.

    “Hasil awal menunjukkan tulang tersebut berasal dari individu laki-laki dengan karakteristik ras mongoloid. Kami telah mengambil sampel DNA dari salah satu tulang panjang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar dr Farah dari Tim Forensik RS Polri. Ia menambahkan bahwa identifikasi gigi tidak dapat dilakukan karena bagian rahang tidak ditemukan.

    Polisi kini menunggu hasil pemeriksaan DNA sebagai penentu identitas kerangka secara ilmiah. penyidikan tetap berlanjut untuk memastikan konstruksi peristiwa secara menyeluruh dan memberikan kepastian kepada keluarga.

    “Kami berkomitmen menyelesaikan kasus ini secara profesional dan objektif. Setiap perkembangan akan kami sampaikan kepada publik,” tegas Kombes Budi

  • Guru BK Jadi Garda Terdepan: Densus 88 AT Polri dan Disdik DKI Jakarta Bersatu Lawan Kekerasan dan Radikalisme di Sekolah

    Guru BK Jadi Garda Terdepan: Densus 88 AT Polri dan Disdik DKI Jakarta Bersatu Lawan Kekerasan dan Radikalisme di Sekolah

    Jakarta, 25 November 2025 – Densus 88 AT Polri bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas bagi 400 Guru Bimbingan Konseling (BK) SD, SMP, dan SMA/SMK se-Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan aman dan bebas dari kekerasan maupun paparan paham radikal.

    “Sekolah perlu menjadi benteng nilai kebangsaan dengan memastikan seluruh warganya—guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik—berperan aktif menjaga lingkungan belajar dari pengaruh intoleransi, kekerasan, serta konten negatif digital,” kata Dr. Nahdiana, S.Pd., M.Pd., Kadisdik Prov. DKI Jakarta.

    Direktur Pencegahan Densus 88 AT Polri yang diwakilkan oleh Kombespol Moh Dofir, S.Ag., M.H., sebagai Kasubdit Kontra Ideologi Ditcegah Densus 88 AT Polri, menegaskan bahwa perundungan (bullying) tidak boleh lagi dianggap masalah ringan. “Bullying, trauma, dan kerentanan ekstremisme harus ditangani sejak dini,” ujarnya.

    Dr. Naomi Soetikno, S.Psi., M.Pd., Psikolog, menekankan bahwa memahami dinamika psikologis anak adalah fondasi penting dalam menangani kerentanan yang berpotensi dimanfaatkan kelompok radikal. “Guru BK diharapkan mampu menjadi early detector terhadap kondisi psikologis siswa,” katanya.

    Prima Dea Pangestu, M.Pd., perwakilan kementerian PPPA, menegaskan bahwa guru BK memegang peran krusial sebagai garda terdepan dalam perlindungan anak, pencegahan eksploitasi, serta penguatan sikap moderasi beragama di lingkungan sekolah.

    Solahudin, Akademisi & Peneliti jaringan Teror, menyoroti bahwa anak-anak saat ini hidup dalam dua dunia sekaligus fisik dan virtual di mana dunia virtual menyimpan ancaman yang lebih sulit dilihat oleh orang tua maupun guru.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sekolah sebagai ruang aman dan bebas ekstremisme, serta meningkatkan kemampuan guru BK dalam mendeteksi dini dan mencegah kekerasan dan radikalisme di lingkungan pendidikan.

  • SAT RESKRIM POLRES METRO DEPOK GELAR OPERASI SIKAT JAYA 2025 DI SEPANJANG JL. MARGONDA RAYA

    SAT RESKRIM POLRES METRO DEPOK GELAR OPERASI SIKAT JAYA 2025 DI SEPANJANG JL. MARGONDA RAYA

    Depok – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Metro Depok melaksanakan Operasi Sikat Jaya 2025 dengan mengintensifkan kegiatan patroli dan razia di sejumlah titik rawan kejahatan di wilayah Kota Depok, khususnya di sepanjang Jl. Margonda Raya, yang merupakan jalur utama dan pusat aktivitas masyarakat.

    Kegiatan operasi ini difokuskan pada pencegahan dan penindakan berbagai bentuk kejahatan jalanan (street crime) serta aksi kriminal yang berpotensi mengganggu kondusifitas wilayah. Adapun sasaran operasi meliputi:
    • Tindak pidana Curat (Pencurian dengan Pemberatan)
    • Curas (Pencurian dengan Kekerasan)
    • Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor)
    • Aksi premanisme disertai ancaman kekerasan
    • Perjudian dalam berbagai bentuk
    • Peredaran minuman keras ilegal
    • Serta berbagai kejahatan lain yang meresahkan masyarakat

    Patroli dan razia dilaksanakan dengan menyisir titik-titik rawan, pusat keramaian, pertokoan, dan jalur lintasan kendaraan yang sering menjadi lokasi tindakan kriminal.
    Kasat Reskrim Polres Metro Depok Kompol Made Gede Oka Utama menyampaikan bahwa Operasi Sikat Jaya 2025 merupakan upaya berkelanjutan Polres Metro Depok untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus menekan angka kejahatan di wilayah Kota Depok.

    “Jl. Margonda Raya menjadi fokus pengamanan karena merupakan jalur utama sekaligus pusat mobilitas warga Depok. Kami hadir untuk memastikan situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.

    Dengan pelaksanaan operasi ini, Polres Metro Depok berharap dapat mengurangi potensi gangguan kamtibmas serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi di tengah-tengah aktivitas warga.

  • POLRES METRO DEPOK AMANKAN SEORANG PRIA TERKAIT PEREDARAN OBAT DAFTAR G TANPA IZIN EDAR DI MERUYUNG, LIMO

    Depok — Pada hari Kamis, 20 November 2025 sekitar pukul 14.00 WIB, Unit 2 Subnit 2 Satnarkoba Polres Metro Depok berhasil mengamankan 1 (satu) orang laki-laki berinisial HW, terkait tindak pidana dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar serta tidak memiliki izin edar.

    Penangkapan dilakukan di pinggir jalan yang beralamatkan di Jl. Meruyung Raya, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok.
    Barang Bukti yang Diamankan
    • Tramadol : 340 butir
    • Trihexyphenidyl 2 mg : 20 butir
    • Excimer : 100 butir
    • 1 unit handphone Redmi Note 10S warna biru
    • Uang hasil penjualan: Rp 600.000,

    Tim Satnarkoba Polres Metro Depok menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya peredaran obat daftar G tanpa izin edar di wilayah Jl. Meruyung Raya, Limo.
    Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung melakukan pemantauan, pengamatan, dan mapping di sekitar lokasi. Setelah memastikan kebenaran informasi, petugas mendapati adanya aktivitas peredaran obat ilegal di tempat tersebut.

    Dari hasil interogasi, pelaku mengaku bernama HW yang telah menjalankan usaha ilegal ini sejak September 2025, dengan omset kotor sekitar Rp 200.000 per hari.
    Pelaku mengaku mendapatkan pasokan obat-obatan tersebut dari seseorang bernama inisial S namun ybs msh dalam proses pencarian lebih lanjut

    Tim selanjutnya melakukan penggeledahan dan kembali menemukan obat-obatan daftar G tanpa izin edar serta barang lain yang digunakan untuk aktivitas penjualan.
    Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Metro Depok. Penyidik masih melakukan pendalaman guna mengungkap jaringan dan pemasok obat ilegal tersebut.

  • Satgas Ops Damai Cartenz Berbagi Buku Bacaan kepada Anak-Anak Sekolah di Intan Jaya

    Intan Jaya, Papua Tengah — Dalam rangka mendukung peningkatan minat baca dan pembangunan sumber daya manusia di masa depan, sebanyak 18 personel Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan mengajar dan pembagian buku bacaan kepada siswa-siswi di sekolah-sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas di wilayah Intan Jaya, pada Minggu (23/11/2025).

    Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIT ini diisi dengan sesi mengajar yang interaktif dan pemberian buku bacaan kepada anak-anak sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak-anak Papua, sekaligus mendorong tumbuhnya generasi muda yang cerdas dan berdaya saing di masa depan.

    Personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Bripda Ramadhan Dalif Makaminan dan Bripda Alex Logo dan 16 Personel lainya. Kehadiran mereka di tengah-tengah anak-anak memberikan nuansa hangat dan penuh semangat belajar, sekaligus mempererat hubungan baik antara aparat keamanan dan masyarakat setempat.

    Kepala Operasi Damai Cartenz menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis yang menjadi prioritas utama dalam membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat Papua.

    “Kami percaya bahwa pendidikan dan literasi adalah fondasi utama untuk masa depan Papua yang lebih maju dan sejahtera. Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak Papua termotivasi untuk membaca dan belajar lebih semangat,” ujar Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H.

    Selain itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. juga mengapresiasi inisiatif personel yang terus aktif dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui kegiatan sosial dan edukatif di lapangan.

    “Pendekatan ini adalah bagian dari strategi keberlanjutan dalam menjaga stabilitas dan pembangunan sosial di wilayah ini,” ungkapnya.

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Operasi Damai Cartenz tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat Papua, demi masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing.

  • Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya Jadi Tempat Magang Mahasiswa dari Berbagai Kampus

    Jakarta – Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya kembali membuka kesempatan magang bagi mahasiswa psikologi dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jakarta. Program ini diikuti mahasiswa S1, S2, serta peserta Pendidikan Profesi Psikolog dari Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pancasila, Universitas Gunadharma, hingga Universitas Bina Nusantara.

    Dalam kegiatan penerimaan mahasiswa, Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya AKBP IBG Adi Putra Yadnya, M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa psikologi kepolisian merupakan bidang strategis yang memerlukan banyak kajian dan riset. Karena itu, mahasiswa diharapkan dapat melihat praktik psikologi dari perspektif yang luas serta memahami perannya dalam organisasi modern seperti kepolisian.

    Selama magang, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung terkait berbagai layanan psikologi di internal Polri, mulai dari asesmen rekrutmen, konseling dan dukungan mental bagi anggota, hingga pelibatan psikolog dalam tugas operasional. Pengalaman ini menjadi modal penting dalam pengembangan kompetensi profesional mereka di dunia kerja.

    Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, Polda Metro Jaya menyediakan mentor dan supervisor khusus yang mendampingi setiap kegiatan mahasiswa. Mereka juga diwajibkan melakukan presentasi evaluatif secara berkala untuk memaparkan hasil pembelajaran dan perkembangan kompetensi yang diperoleh.

    Program magang ini turut membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang berkarier sebagai psikolog di institusi Polri, termasuk informasi terkait jalur penerimaan serta program beasiswa pendidikan hingga jenjang S3. Melalui program ini, Polda Metro Jaya berharap dapat mempererat kemitraan dengan perguruan tinggi serta mendorong penguatan SDM di bidang psikologi dan kepolisian di Indonesia.

  • Gelar Apel Kasatwil, Kapolri: Semangat Polri Tingkatkan Pelayanan untuk Masyarakat

    Jabar – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan dalam acara Apel Kasatwil di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Dalam pengarahannya, Sigit menyinggung soal semangat Polri dalam meningkatkan pelayanan prima untuk seluruh masyarakat.

    Menurut Sigit, Apel Kasatwil ini sendiri juga membahas untuk melakukan penguatan internal Kepolisian. Kegiatan ini juga mengingat kembali doktrin Tribrata dan Catur Prasetya.

    “Intinya yang kita harapkan pada apel kasatwil ini tentunya ini menjadi semangat Polri untuk kemudian konsolidasikan ulang dan kemudian mewujudkan institusi Polri yang responsif, adaptif dan kemudian betul-betul bisa mewujudkan institusi Polri seperti apa yang diharapkan masyarakat,” kata Sigit di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (24/11/2025).

    Apel Kasatwil bertajuk ‘Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat’ ini, kata Sigit sengaja dilaksanakan di Satlat Brimob Cikeas. Para Kapolda dan Kapolres bakal bermalam di tenda selama tiga hari ke depan.

    “Tentunya kegiatan ini yang pertama meningkatkan soliditas internal kekompakan utamanya. Bagaimana kita melakukan preview penanaman ulang doktrin kita Tribrata dan Catur Prasetya. Dan tentunya hakikat dari tugas Polri di dalam melaksanakan tugas pokok fungsinya sebagai pelaksana alat negara di bidang harkamtibmas di bidang penegakan hukum dan memberikan perlindungan pengayoman pelayanan terhadap keamanan yang di dalam negeri,” ujar Sigit.

    Menurut Sigit, Apel Kasatwil juga menjadi wadah untuk melakukan refleksi apa saja yang sudah dilakukan dan melakukan perbaikan terhadap segala kekurangan yang ada. Di antaranya merespons Komisi Percepatan Reformasi Polri.

    “Semangat upaya Polri untuk respons komisi reformasi ini juga bagian dari upaya kita lakukan perbaikan,” ucap Sigit.

    Dalam kesempatan ini, Sigit menyebut, selain menghadirkan pembicara dalam negeri, Apel Kasatwil juga mengundang Kepolisian Hongkong. Hal itu untuk mencari model penanganan aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Indonesia.

    Menurut Sigit, ke depannya, Polri akan mengubah doktrin penanganan demonstrasi yang tadinya menjaga menjadi melayani. Hal ini komitmen sesuai dengan komitmen polisi yang sejak awal menjamin hak kebebasan berpendapat masyarakat.

    “Di satu sisi kita juga tentunya miliki konsep dalam menghadapi rusuh massa yang tentunya apabila tidak kita kendalikan akan berdampak stabilitas kamtibmas, terganggunya fasilitas publik, sektor ekonomi yang tentunya harus kita jaga. Ini menjadi bagian kita evaluasi sekaligus pembahasan dalam apel kasatwil,” ucap Sigit.

    Lebih dalam, Apel Kasatwil ini juga melaunching seragam Pamapta. Hal ini merupakan simbol komitmen Polri yang terus merespons cepat pengaduan masyarakat dengan memanfaatkan pelayanan digital 110.

    “Sehingga saat ada pengaduan, Polri bisa segera turun, termasuk bagaimana kita menguatkan interaksi pelayanan kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat. Tadi kita juga perkenalkan beberapa model paket terkait pelayanan kepolisian ke depan. Supaya masyarakat lebih mudah dapatkan pelayanan,” tutup Sigit.

  • Masyarakat Makin Nyaman Urus SKCK, Survei 2025 Tunjukkan Kepuasan Terus Naik

    Jakarta – Baintelkam Polri meluncurkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) layanan SKCK di Hotel Grand Sahid Jakarta, Senin (24/11/1025). Survei yang digelar bersama Pusat Riset Ilmu Kepolisian (Pripol) Universitas Syiah Kuala itu menunjukkan peningkatan signifikan kepuasan publik di tahun 2025.

    Kabid Yanmas Baintelkam Kombes Pol Yosef Sriyono mengatakan kerja sama survei ini sudah berjalan selama 10 tahun. Polri menyebut transformasi digital SKCK menjadi faktor utama peningkatan layanan.
    “Tujuannya agar masyarakat lebih mudah mengakses SKCK dari mana saja. Untuk wilayah Metro Jaya, pengambilan juga sudah bisa dilakukan di sejumlah polsek,” katanya.

    Kemudian Kabid Yanmas Baintelkam menegaskan survei ini menjadi tolak ukur penting layanan publik Polri.
    “Survei ini adalah cermin bagi kami. Digitalisasi SKCK adalah komitmen kami menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan,” ujar Kombes Yosef.

    Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Pripol Universitas Syiah Kuala, DR. M. Gausyah, menyebut angka kepuasan publik meningkat dari 86 menjadi 88,03.
    “Digitalisasi SKCK membuat proses lebih sederhana. Masyarakat kini tak perlu lagi sidik jari karena sudah terintegrasi dengan NIK Dukcapil,” jelasnya.

    Dari sisi pengawasan eksternal, Ombudsman RI juga melihat tren positif. Siti Uswatun Hasanah, Kepala Keasistenan Penegakan Hukum Ombudsman, mengatakan layanan SKCK kini hampir bebas keluhan.
    “Di Ombudsman sudah lama tidak ada laporan soal SKCK. Kami juga lakukan mystery shopping, hasilnya petugas ramah, prosedur jelas, bahkan tidak ada pungli. Review resmi Ombudsman terkait layanan SKCK akan kami rilis Desember atau Januari nanti,” ujar Siti.

  • Dua Menteri Tegaskan Penugasan Anggota Polri Aktif di Kementerian Sangat Membantu

    Jakarta — Dua menteri Kabinet menyampaikan dukungan terhadap keberadaan anggota Polri aktif yang bertugas di kementerian. Pernyataan ini muncul setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan uji materi Undang-Undang Polri yang turut menyoroti penugasan aparat di luar institusi kepolisian.

    Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa keberadaan personel Polri aktif di lingkungan kementeriannya tidak hanya sah secara regulasi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi kelancaran kerja birokrasi dan penguatan pengawasan.

    “Membantu, sangat membantu” ujar Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025).

    Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga menyampaikan pandangan senada. Ia menilai kehadiran aparat penegak hukum aktif, baik polisi maupun jaksa, merupakan bagian penting dari tata kelola sektor energi yang sangat membutuhkan pengawasan ketat.

    “Di ESDM ada beberapa anggota dari Polri, termasuk Inspektur Jenderal kita. Itu pangkatnya bintang tiga atau komjen ya,” ujar Bahlil.

    Menurut Bahlil, sinergi antara aparat penegak hukum dan jajaran teknis di ESDM mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, terutama pada sektor-sektor strategis yang rawan pelanggaran, seperti migas dan minerba.

    “Sangat, sangat membantu. Polisi aktif, kemudian jaksa aktif. Jaksa juga kan ada di kantor kami. Dirjen Gakkum dari jaksa. Dan saya pikir ini sebuah kolaborasi yang baik dan sangat membantu.” katanya.

    Dukungan terbuka dari kedua menteri ini menambah dinamika dalam diskursus publik mengenai penugasan anggota Polri aktif di instansi sipil. Pemerintah kini menunggu tindak lanjut dari kajian lintas kementerian pasca Putusan MK Nomor 114/PUU/XXIII/2025, yang akan menjadi pijakan dalam penyempurnaan kebijakan penugasan aparat di luar struktur Polri.

  • BHABINKAMTIBMAS SAWANGAN BARU GELAR PROGRAM JAGA JAKARTA & PEMBINAAN POSKAMLING, WARGA SEMAKIN PEDULI KEAMANAN LINGKUNGAN

    Depok – Bhabinkamtibmas Kelurahan Sawangan Baru, Polsek Bojongsari, melaksanakan kegiatan Program Jaga Jakarta dan pembinaan Poskamling di wilayah RT 05 RW 04, Jl. Makam Jati, Kelurahan Sawangan Baru, pada Rabu malam (19/11/2025) pukul 20.00 WIB.

    Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Thohari, S.H., didampingi Aipda Phopy Satria selaku Bhabinkamtibmas Sawangan Baru. Dalam kegiatan ini, petugas bertemu dengan Ketua RW 04 Bpk. Ikhwan, Ketua RT 05 RW 04 Bpk. Andi, serta warga masyarakat setempat.

    Melalui kegiatan pembinaan ini, petugas menyampaikan pesan kamtibmas dan mengajak warga untuk kembali menghidupkan sistem ronda dan siskamling guna menjaga keamanan lingkungan. Kapolsek Bojongsari menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tidak datang dengan sendirinya, tetapi memerlukan kesadaran serta partisipasi aktif dari warga (keamanan swakarsa).

    “Poskamling bukan hanya tempat ronda, tetapi menjadi wadah bagi polisi dan warga untuk saling berbagi informasi penting terkait keamanan lingkungan. Dengan berjalan bersama, keamanan akan lebih mudah tercapai,” ujar Kompol Fauzan Thohari dalam arahannya.

    Sementara itu, warga menyampaikan apresiasi atas kunjungan petugas dan menyatakan kesiapan untuk mengaktifkan kembali kegiatan siskamling secara rutin di lingkungan mereka.


    HASIL YANG DICAPAI

    • Kesadaran kamtibmas masyarakat meningkat.
    • Pos kamling kembali diaktifkan sebagai pusat ronda dan komunikasi keamanan.
    • Warga semakin berpartisipasi dalam patroli dan pengawasan lingkungan.

    Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan jalinan sinergi antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya di Kelurahan Sawangan Baru.